x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Tata Cara dan Hal yang Dilarang Saat Ziarah Dalam Islam


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Islam memang agama yang sangat sempurna. Islam mengajarkan kita tentang berbagai macam hal mulai dari hal besar sampai hal yang paling detail sekali pun.

Bahkan, tata cara ziarah dalam Islam pun sudah diajarkan.

Ziarah kubur adalah amalan yang sangat bermanfat, baik bagi yang berziarah maupun yang diziarahi.

Saat berziarah, akan mengingatkan kita kepada kematian, melembutkan hari, membuat air mata menetes, mengambil pelajaran, dan membuat zuhud terhadap dunia.

Ketika sesorang melihat kubur tepat di depan matanya, ia akan merenungkan dan menyadari bahwa suatu saat ia akan bernasib sama dengan penghuni kubur yang ada di hadapannya.

Ia akan menyadari, bahwa ia tidaklah hidup selamanya dan menyadari batas waktu untuk mempersiapkan bekal untuk akhirat nanti sangatlah penting.

Selain itu, ziarah kubur juga bermanfaat bagi mayit yang diziarahi karena orang yang berziarah diperintahkan untuk mengucapkan salam kepada mayit, mendoakannya, dan memohon ampun untuknya.

Lantas seperti apa tata cara ziarah dalam Islam? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut, ya.

Mengucapkan Salam. Disunnahkan bagi orang yang berziarah mengucapkan salam kepada peghuni kuburan Muslim.

Adapun ucapan salam hendaklah menghadap wajah mayit, lalu mengucapkan salam sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW,

Assalamualaikum dara qaumin mu’minin, wa insya Allah bikum laa hiqun.” Yang artinya, “Keselamatan atas kalian di tempat orang Mukmin, dan kami insya Allah akan menyusul kalian juga.” (HR. Imam Muslim).

Membaca Surat Pendek. Dianjurkan membaca Al-quran atau surat pendek. Ini adalah sunnah yang dilakukan saat berziarah.

Pahalanya untuk orang yang hadir, sedangkan mayit yang didoakan diharapkan bisa meringankan dosa yang ia lakukan selama di dunia. Disunnahkan membaca surat yasin seperti yang disabdakan Rasulullah SAW,

Bacakanlah surah Yasin pada orang yang meninggal diantara kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

Membaca Doa. Mendoakan orang yang telah meninggal juga termasuk kebaikan bagi mereka. Karena amal ibadah yang telah putus, mereka membutuhkan doa dari manusia yang masih hidup agar dijauhkan dari siksa kubur, dimudahkan hisabnya, dan mendapatkan surga.

Dari Ibu Abbas berkata,

“Rasulullah SAW lewat di depan kuburan Madinah, lalu beliau menghadapkan mukanya dan mengucapkan: “Assalaamualaikum ya ahlal kubur, yaghfirullahu lana wa walku antum salafuna wa nahnu bil atsari.” Yang artinya, “Semoga keselamatan kepada kalian, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian.” (Abu Isa at Tirmidzi).


Baca Juga:


Hal-Hal yang Makruh dan Munkar Saat Berziarah

1.Syaikh Wahbah Az Zuhaili menyebutkan, makruh hukumnya mencium peti yang dibuat di atas makam, atau mencium makam, serta menyalaminya, atau mencium pintunya ketika masuk berziarah makam.

2.Mengkhususkan hari-hari tertentu dalam melakukan ziarah kubur, seperti harus pada hari jumat, tujuh atau empat puluh hari setelah kematian, pada hari raya dan sebagainya.

Hal tersebut tak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan beliau pun tidak pernah mengkhususkan hari-hari tertentu untuk berziarah kubur. Oleh karena itu, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja.

3.Tidak diperbolehkan melakukan tawaf (ibadah dengan cara mengelilingi) kuburan. Hal ini sering dijumpai dilakukan oleh orang-orang awam di kuburan orang-orang shalih.

Dan ini termasuk dalam kesyirikan. Tawaf hanya boleh dilakukan pada Baitullah.

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran,

Dan hendaklah mereka melakukan tawaf disekeliling rumah yang tua (Baitullah).” (Qs. Al-Hajj : 29).

4.Berdoa, meminta perlindungan, meminta tolong, pada penghuni kubur juga tidak diperbolehkan. Hukumnya haram dan merupakan kesyirikan.

Berdoa hanya boleh ditujukan pada Allah SWT. Sedangkan berdoa dengan perantaraan si mayit (tawasul), maka hal itu diperselisihkan. Pendapat yang kuat adalah tidak diperbolehkan.

Sobat Moslem, seperti itulah Islam mengajarkan kita tata cara berziarah. Semoga bermanfaat, ya!

 

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Sempat Sepi, Kini Tempat Makan di Tebet Ini Jadi Incaran Penikmat Kuliner
Previous
Sempat Sepi, Kini Tempat Makan di Tebet Ini Jadi Incaran Penikmat Kuliner
Berbagai Manfaat Buah Tin yang Ada di Dalam Al-Quran
Next
Berbagai Manfaat Buah Tin yang Ada di Dalam Al-Quran
Related Articles
Back to
top