x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Catat Syarat dan Ketentuan Sebelum Melakukan Zakat Hewan Ternak


zakat-hewan-ternak

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Salah satu jenis zakat maal yang perlu dilakukan adalah zakat hewan ternak. Apabila kita memiliki hasil ternak yang memenuhi syarat ini, menjadi berhukum wajib bagi kita untuk membayarkannya.

Adapun hewan ternak memang memiliki keistimewaan tersendiri dalam hal manfaat bagi manusia. Perhitungan zakat bagi masing-masing jenis hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sementara untuk haulnya, yakni satu tahun untuk tiap hewan.

Zakat hewan ternak dan ketentuannya

Sejatinya ada tiga jenis hewan ternak yang wajib dizakati, antara lain:

  • Unta dan bermacam-macam jenisnya.
  • Sapi dan bermacam-macam jenisnya, termasuk kerbau.
  • Kambing dan bermacam-macam jenisnya, termasuk kambing kacang (ma’iz) dan domba.

Moslem-lifestyle-syarat-zakat-hewan-ternak

Bila ingin melakukan zakat hewat ternak, kita juga perlu mengetahui empat macamnya berikut ini:

  • Hewan ternak yang diniatkan untuk diperdagangkan. Jenis hewan ini dikenai zakat barang dagangan, meski yang diperdagangkan hanya satu ekor unta, satu ekor kambing, atau satu ekor sapi sekalipun.
  • Hewan ternak sa’imah, yaitu hewan yang diambil susu dan digembalakan di padang rumput. Jenis hewan ini dikenai zakat jika telah mencapai nisab dan sudah memenuhi syarat lainnya.
  • Hewan ternak yang diberi makan rumput untuk diambil susunya, tidak digembalakan atau dipekerjakan. Jenis hewan ini tidak dikenai zakat, sebab tidak termasuk hewan yang diniatkan untuk diperdagangkan, juga tidak termasuk hewan sa’imah.
  • Hewan ternak yang dipekerjakan, misalnya seperti untuk memikul barang dan menggarap sawah. Zakat untuk hewan ini dijatuhkan pada hasil upah dari jerih payah hewan tersebut yang telah mencapai haul dan nisab.

ketentuan-zakat-hewan


Baca Juga:


Sementara itu, syarat wajib zakat hewan ternak adalah sebagai berikut:

  • Ternak yang dirawat untuk diambil susu, diambil minyaknya, atau memang ingin dikembangbiakkan. Jadi bukan ternak yang dipekerjakan untuk membajak sawah, mengairi sawah, memikul barang, atau sejenisnya. Apabila ternak diperlakukan untuk bekerja, maka tidak ada zakat hewan ternak. Zakat dikenakan pada hasil kerja ternak tersebut.
  • Ternak sa’imah, yaitu hewan gembala di padang rumput yang mubah selama setahun atau mayoritas bulan dalam setahun. Padang rumput yang mubah maksudnya adalah padang rumput yang tumbuh dengan sendirinya atas kehendak Allah dan bukan dari hasil usaha manusia.
  • Ternak telah mencapai nisab, yaitu kadar minimal dikenai zakat sebagaimana berlaku umum dalam zakat. Ternak juga memenuhi syarat haul, yaitu bertahan di atas nisab selama setahun.

Zakat hewan ternak yang harus dibayarkan

Hewan ternak harus memenuhi syarat sa’imah disimpulkan dari hadits Anas bin Malik mengenai surat yang ditulis Abu Bakar terkait zakat, “Mengenai zakat pada kambing yang digembalakan (dan diternakkan), yakni jika telah mencapai 40-120 ekor dikenai nilai zakat 1 ekor kambing.”

Di samping itu, ketentuan ternak sapi dijelaskan dalam hadits Mu’adz RA, ia berkata,

“Rasulullah SAW memerintahkanku untuk mengambil dari setiap 30 ekor sapi ada zakat dengan nilai 1 ekor tabi’ (sapi jantan umur satu tahun) atau tabi’ah (sapi betina umur satu tahun) dan setiap 40 ekor sapi ada zakat dengan nilai 1 ekor musinnah (sapi berumur dua tahun).”

Lantas, bagaimana soal kepemilikan hewan ternak yang khulthah alias berserikat dengan orang lain? Mengenai hal itu, dalam hukum Islam ada dua macam:

Moslem-lifestyle-syarat-dan-ketentuan-zaka-hewan-ternak

  • Khulthah musyarakah, yaitu berserikat dalam pokok harta yang nantinya tidak bisa dibedakan antara harta yang satu dan lainnya.

    Contohnya si X memiliki Rp 5 juta dan si Y memiliki Rp 5 juta kemudian keduanya membeli beberapa kambing.

    Bentuk serikat seperti ini dikenai zakat terhadap harta yang dimiliki keduanya, seakan-akan harta mereka adalah milik satu orang.
  • Khulthah mujawarah, yaitu berserikat dalam nisab hewan ternak yang mempunyai keseluruhan haul yang sama dan kedua harta orang yang berserikat dapat dibedakan satu dan lainnya. Bentuk serikat seperti ini dikenai zakat dengan anggapan satu orang bila memenuhi beberapa syarat berikut ini.

  • Pihak yang berserikat merupakan orang yang dikenai kewajiban mengeluarkan zakat. Dengan begitu, serikat yang dilakukan pihak kafir dzimmi atau budak mukatab tidak termasuk.

  • Telah mencapai nisab ketika diserikatkan. Jika memang tidak mencapai nisab ketika digabungkan, maka tidak ada zakat.

  • Harta sama dalam keseluruhan haul.

  • Berserikat dalam hal berikut: (a) mempunyai satu pejantan, (b) digembalakan pada satu padang rumput, (c) pergi merumput dan kembali berbarengan, (d) satu ambing susu, (e) satu kandang untuk beristirahat.

Yuk, bersihkan hartamu untuk mereka yang berhak. Tidak terkecuali bagi kita yang memiliki hewan ternak, dengan syarat zakat sudah terpenuhi.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
4 Tips Mudik Membawa Bayi dengan Kendaraan Pribadi Tanpa Repot
Previous
4 Tips Mudik Membawa Bayi dengan Kendaraan Pribadi Tanpa Repot
Kapankah Datang Malam Lailatul Qadar?
Next
Kapankah Datang Malam Lailatul Qadar?
Related Articles
Back to
top