x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sejatinya Siapa Orang yang Berhak Menerima Fidyah?


yang-berhak-menerima-fidyah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Terkadang masih ada satu hal pelik yang dirasakan bagi beberapa Sobat Moslem yang berhalangan untuk berpuasa pada setiap bulan Ramadan, yakni bagaimana takaran dalam membayar fidyah maupun siapa saja yang berhak menerima fidyah.

Adapun fidyah ialah cara pengganti puasa bagi orang tua yang tidak kuat puasa lagi atau wanita tengah hamil/menyusui.

Sejatinya membayar fidyah ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa. Pada zaman nabi besaran fidyah itu adalah satu mud nabi (takaran yang dahulu digunakan).

Setiap satu mud digunakan untuk membayar puasa yang ditinggalkan selama sehari. Hal ini sama artinya kalau tidak puasa selama 30 hari, maka membayar 30 mud.

Akan tetapi, Allah sendiri dalam firman-Nya memberi kemudahan dalam melaksanakan,

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” [Q.S. Al-Baqarah: 185].

Moslem-lifestyle-orang-yang-menerima-zakat

Siapa yang berhak menerima fidyah dan bagaimana ketentuannya?

Pada teknis pelaksanaannya, entah per hari atau sekaligus sebulan, kembali kepada keluasan masing-masing orang.

Apabila seseorang nyaman memberi fidyah tiap hari, boleh saja dilakukan. Sebaliknya, apabila lebih nyaman untuk diberikan sekaligus untuk puasa satu bulan, silakan saja. Hal yang penting diperhatikan adalah jumlah takarannya tidak kurang dari yang telah ditetapkan.

Cara membayar fidyah

Jika diukur dengan ukuran zaman sekarang, satu mud setara sekitar 675 gram atau 0,688 liter. Sementara 1 sha’ setara dengan 4 mud, beratnya kurang lebih 2.176 gram.

Jika diukur volumenya, 1 sha’ setara dengan 2,75 liter. Barang yang diberikan misalnya gandum atau beras.


Baca Juga:


Cara membayar fidyah dapat diwakilkan dan tidak perlu membayar fidyah kepada orang-orang yang berhak secara langsung.

Hal ini dikarenakan pembayaran fidyah termasuk ibadah maaliyah (harta), bukan ibadah fardiyah (personal yang bersifat fisik).

Moslem-lifestyle-yang-menerima-zakat

Kategori orang yang wajib membayar fidyah

  • Orang tua atau lemah yang sudah tak kuat lagi berpuasa
  • Orang yang sakit, dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi
  • Wanita yang hamil dan menyusui, bila ketika berpuasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Mereka termasuk wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama. Sementara menurut Imam Syafi‘i, selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha‘ puasanya. Menurut pendapat lain lagi, tidak perlu membayar fidyah tetapi cukup mengqadha‘.
  • Orang yang menunda kewajiban mengqadha‘ puasa Ramadan tanpa uzur syar‘i sampai Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Menurut sebagian ulama, mereka wajib mengqadha‘nya diiringi membayar fidyah.

Pihak yang berhak menerima fidyah

Di dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata, Abdurrahman telah bercerita kepada kami dari Asy’ats bin Suwar dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata bahwa ayat

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (bila mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi makan seorang miskin.” (Tafsir Alquran al Azhim juz I hal 500)

Dari ayat dan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa fidyah diberikan kepada orang-orang miskin. Tidak ada persyaratan bahwa orang miskin yang diberikan fidyah kepadanya harus sudah mencapai usia baligh.

Sejatinya fidyah dapat diberikan kepada anak-anak kecil yang miskin, tetapi ada pula perbedaan pendapat di kalangan para ulama terhadap anak yang masih menyusui.

Moslem-lifestyle-golongan-orang-yang-menerima-zakat

Itulah penjelasan lebih lengkap soal ketentuan dan pihak yang berhak menerima fidyah. Semoga bisa menjadi petunjuk bagi kita semua, ya.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
4 Tips Membeli Mesin Cuci Kebutuhan Keluarga Saat Lebaran
Previous
4 Tips Membeli Mesin Cuci Kebutuhan Keluarga Saat Lebaran
Tingkatkan Nafsu Makan Si Kecil dengan 5 Menu Sahur Anak Enak dan Sehat
Next
Tingkatkan Nafsu Makan Si Kecil dengan 5 Menu Sahur Anak Enak dan Sehat
Related Articles
Back to
top