x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Wisata Religi

Liburan Sekaligus Mengenal Sejarah di Wisata Candi Cetho


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Berlibur ke setiap provinsi di Indonesia pastinya akan menemukan keunikan dari masing-masing daerahnya. Terbukti dengan banyaknya tempat wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan domestik dan internasional.

Bukan hanya terdiri dari tempat wisata kuliner dan oleh-olehnya saja, tetapi juga ada pula wisata alamnya yang mempesona. Salah satunya adalah tempat wisata Candi Cetho yang berada di Karanganyar.

Di masa akhir era Kerajaan Majapahit, yaitu pada abad ke-15 M telah dibangun sebuah candi yang punya corak agama Hindu bernama Candi Cetho.

Selama ini keberadaannya banyak digunakan sebagai tempat ziarah bagi penduduk yang beragama Hindu. Bagi penduduk yang menganut kepercayaan Kejawen atau asli Jawa, candi ini digunakan sebagai tempat bertapa.

Saat ini, Candi Cetho dijadikan sebuah tempat wisata yang berlokasi di sebuah lereng Gunung Lawu bagian Barat, tepatnya berada di Desa Gumeng, Jenawi, Karanganyar, jawa Tengah.

Dari kota Solo, Wisata Candi Cetho dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan menuju ke arah timur. Di mana dalam perjalanan pasti akan melewati sebuah perkebunan teh yang bernama Perkebunan Teh Kemuning.

Perkebunan ini dianggap sebagai puncaknya kebun teh di Jawa Tengah. Pemandangannya dijamin tidak membosankan untuk setiap orang yang berkunjung atau hanya sekedar mampir.

Menurut kabar yang beredar, Candi Cetho punya bentuk yang mirip dengan salah satu wisata Candi, yaitu Candi Sukuh yang sama-sama berada di lereng Gunung Lawu.

Banyaknya komponen relief dan arca yang berbentuk organ intim manusia. Selain itu, saat memasuki tempat wisata Candi Cetho ini diwajibkan untuk memakai kain poleng.

Di beberapa tempat wisata di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu juga mewajibkannya menggunakan kain poleng bagi wisatawan.

Sebab, bagi umat Hindu, mengunjungi tempat ibadah harus menggunakan kain yang dianggap punya filosofi tersendiri.

Setelah cukup lama berkeliling di area Candi Cetho, jangan lupa untuk sejenak menikmati keindahan pemandangan hamparan kebun teh yang hijau nan luas.

Di area perkebunan, ada sebuah tempat yang ngehits buat jadi pilihan tempat istirahat yaitu Rumah Teh Ndoro Donker. Atau juga bisa mengunjungi tempat yang satunya lagi bernama Bale Ranti.

Kedua tempat ini tidak memiliki jarak yang cukup jauh. Keberadaannya di area depan komplek wisata. Jadi, sambil jalan pulang bisa istirahat sejenak.

Disamping itu, wisata Candi Cetho ternyata juga punya jalur bagi pendakian Gunung Lawu, lho. Jalur ini baru dikenal belakangan oleh para pendaki yang juga disebut sebagai jalur Candi Cetho.

Namun, jika menggunakan jalur ini harus dengan persiapan yang lebih matang ya. Sebab, jalur ini punya jarak yang lebih panjang dari jalur lainnya, dan yang pasti lebih melelahkan.

Jika biasanya waktu yang ditempuh melewati jalur lain hanya membutuhkan waktu selama enam jam. Berbeda dengan jalur Candi Cetho yang membutuhkan sepuluh jam untuk sampai di puncak Gunung Lawu.

Yang jadi catatan penting adalah persiapan kendaraan yang akan digunakan menuju wisata Candi Cetho. Pasalnya, di jalur menuju kesana tidak terdapat satupun kendaraan yang bisa kita naiki. Jadi, harus membawa kendaraan sendiri, kendaraan pribadi maupun sewaan.

Selain itu, keadaan kendaraan harus sepenuhnya dalam keadaan baik. Semua ini dilakukan untuk menempuh jalur Candi Cetho yang sangat menanjak karena berada pada lereng gunung dengan ketinggian 1496 meter di atas permukaan laut.

Jika semua hal tentang tempat wisata Candi Cetho sudah diketahui, kita akan lebih mudah untuk mempersiapkan segalanya dengan matang kan? Jadi, gak perlu lagi bingung dengan apa yang akan dilakukan setibanya di sana.

 

Annisa Nurul Haqiqie



Buat Tulisan
Tempat Wisata Edukasi, Nikmati Hasil Panen Buah Salak Sendiri Di Omah Salak
Previous
Tempat Wisata Edukasi, Nikmati Hasil Panen Buah Salak Sendiri Di Omah Salak
4 Destinasi Wisata Asia Ramah di Kantong yang Tak Kalah Seru
Next
4 Destinasi Wisata Asia Ramah di Kantong yang Tak Kalah Seru
Related Articles
Back to
top