x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Kisah Maryam binti Imran, Contoh Wanita Sholehah yang Perlu Diteladani


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Berbicara mengenai wanita sholehah bukanlah hal asing di telinga kita karena sudah sering kali kata-kata itu terdengar.  Wanita sholehah adalah mereka yang selalu senantiasa mencari keridhaan Allah SWT dengan setiap apa yang dia lakukan.

Bila apa yang ia lakukan tidak diridhai Allah SWT, maka dia akan menginggalkan dan bila apa yang ia lakukan diridhai Allah, maka ia akan melakukannya dengan penuh keikhlasan dengan tanpa mengharapkan apapun.

Banyak wanita mulia nan istimewa, namun hanya Maryam binti Imran yang Allah Sebutkan namanya dalam kitab suci umat Islam.

Nama Maryam tercantum sebanyak 34 kali dan tersebar dalam 11 surat. Bukan hanya itu, nama Maryam bahkan dijadikan sebagai nama dalam salah satu surat.

Lalu, siapa sebenarnya Maryam binti Imran? Mengapa ia begitu istimewa hingga namanya diabadikan dalam Al-Quran?

Maryam adalah wanita terbaik sepanjang masa. Allah SWT telah memujinya sebagai wanita dalam peradaban manusia dalam firman Allah SWT dalam Al-Quran,

Dan (ingatlah) ketika malaikat (jibril) berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (Qs. Ali Imran : 42)

Maryam adalah pemuka kaum wanita disurga seperti yang sudah disabdakan oleh Rasulallah SAW,

Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulallah, Khadijah binti Khuwailid, dan Aisyah.” (HR. Hakim 4853)

Maryam merupakan perempuan sholehah yang terlahir dari garis keturunan mulia, yakni keluarga Imran yang kisahnya terjaga dalam Al-Quran. Bahkan keluarga Imran juga menjadi salah satu nama surat, yakni Ali Imran.

Allah SWT dengan gamblang menyatakan bahwa keluarga Imran adalah keluarga yang terpilih, Allah SWT bersabda.

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran melebihi segala umat (dimasa mereka masing-masing).” (Qs. Ali Imran : 33)

Ayah Maryam, Imran, adalah seorang yang taat menjalankan peritah Allah SWT. Beliau menikah dengan wanita bernama Hannah. Hannah juga seorang wanita sholehah yang taat beribadah.

Hingga kahirnya Hannah mengandung dan menazarkan anak yang dikandungannya untuk Allah SWT, seperti yang sudah disabdakan dalam Al-Quran.

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Ali Imran : 35)


Baca juga:


Imran wafat saat Maryam masih dalam kandungan. Lahirlah Maryam dalam keadaan yatim. Namun, karena keberkahan dari keshalehan kedua orang tuanya, banyak ahli ibadah di Baitul Maqdis yang hendak mengasihnya.

Kemudian, Nabi Zakaria yang menjadi pengasuh Maryam karena Nabi Zakaria mempunyai hubungan keluarga dengan Hannah. Yaitu istri dari Nabi Zakaria dengan Hannah adalah seorang kakak beradik.

Maryam tumbuh menjadi wanita yang taat, tegar, dan bertakwa. Setiap hari ia mengisi waktunya untuk beribadah. Maryam sangat menjaga kesucian dirinya. Ia tidak sembarangan berdekatan dengan laki-laki.

Karena ketaatannya itulah Allah SWT memilihnya untuk menjadi ibunda Nabi Isa AS. Namun, Maryam mengandung Nabi Isa AS tanpa seorang suami, melainkan Allah SWT tiupkan ruh Nabi Isa AS ke dalam rahimnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam AL-Quran,

Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan kitab-kitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.”

Saat mengandung Nabi Isa AS, Maryam mendapat tuduhan dusta dari kaum Bani Israil. Mereka menuduh bahwa Maryam telah berzina dan dengan tegar Maryam menghadapi cobaan itu.

Ia menyendiri ke suatu tempat disebelah timur. Ia juga berjuang sendiri dari sakitnya melahirkan. Namun, Allah SWT senantiasa menolongnya dan menyelamatkannya saat melahirkan.

Bahkan, dari pohon kurma yang disandarkan Maryam jatuhlah kurma-kurma yang masak untuk menjadi makanannya.

Itulah kisah dari wanita sholehah, Maryam. Hendaknya wanita sekarang menjadikan Maryam sebagai salah satu teladannya. Semoga bermanfaat.



Buat Tulisan
Menikmati Eksotisme dan Indahnya Ombak Pantai Banyuwangi
Previous
Menikmati Eksotisme dan Indahnya Ombak Pantai Banyuwangi
Wisata Goa Kreo, Sekaligus Jejak Petilasan Sunan Kalijaga
Next
Wisata Goa Kreo, Sekaligus Jejak Petilasan Sunan Kalijaga
Related Articles
Back to
top