x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

3 Pandangan Ulama Tentang Wanita Berkarir dalam Islam


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini pekerjaan wanita tidak hanya membantu suaminya dalam mengurus rumah tangga akan tetapi mereka bisa menuntut ilmu setinggi-tingginya dan berkarir. Wanita karir adalah wanita yang bekerja di luar rumah dengan kemampuan yang mereka punya dan dapat menghasilkan penghasilan sendiri.

Semakin banyak yang mengusung untuk kesetaraan gender, semakin banyak pula kita jumpai kaum perempuan yang turut andil dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Bahkan, tak jarang dijumpai istri yang menjadi sumber utama penenuhan rumah tangganya.

Lalu, bagaimana hukum wanita berkarir dalam islam yang bekerja diluar rumah? Ada beberapa pendapat ulama yang mubah atau diperbolehkan, haram, dan wajib untuk wanita berkarir. Berikut ulasannya.

Mubah atau Diperbolehkan. Golongan ulama ini berpendapat bahwa islam tidak melarang wanita untuk berkarir di luar rumah, asalkan mereka memahami dan melaksanakan syarat-syarat untuk wanita yang berkarir diluar rumah.

Syarat-syarat tersebut sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadist mengenai hak dan kewajiban wanita. Diantaranya, tetap menutup aurat, mendapatkan izin dari suami, dan tetap menjalankan kewajibannya di rumah.


Baca Juga:


Haram. Adapun golongan ulama yang lain berpendapat bahwa wanita yang berkarir diluar rumah tidak sesuai dengan ajaran islam karena hakikatnya pekerjaan wanita adalah mengurus suami, anak-anak, serta rumah tangga dan juga agar tidak memicu sikap durhaka jika penghasilan istri lebih banyak dari suami. Menurut para ulama ini, jika wanita berkarir di luar rumah mereka akan mengesampingkan kewajiban rumah tangga.

Wajib. Hukum wanita berkarir menjadi wajib jika sudah tidak ada lagi yang bisa memberi nafkah untuk keluarga. Seperti suami yang sakit dan tidak mampu menafkahi keluarganya. Jika seperti ini, istri diperbolehkan untuk bekerja menggantikan kewajiban suami.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat antar ulama, tidak sebutkan dalam Al-Quran bahwa wanita tidak boleh berkarir. Sebaiknya jika wanita ingin berkarir, harus memahami betul syarat-syarat yang memperbolehkan wanita bekerja dan dapat melaksanakannya dengan baik.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Tak Hanya Menjadi Waktu Mustajab Untuk Berdoa, Ini 5 Manfaat Shalat Tahajud
Previous
Tak Hanya Menjadi Waktu Mustajab Untuk Berdoa, Ini 5 Manfaat Shalat Tahajud
Balasan Kejujuran Dalam Islam
Next
Balasan Kejujuran Dalam Islam
Related Articles
Back to
top