x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Traveling Tips

Umroh Tanpa Travel? Bisa, Umroh Backpacker Namanya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Bila mengikuti prosedur standar berlaku, melaksanakan ibadah umroh dari Indonesia harus melalui travel agent ataupun Biro Haji dan Umroh resmi terdaftar dalam Kementrian Agama.

Pasalnya, visa ibadah umroh tidak bisa didaftarkan secara perseorangan. Namun, sejatinya ada cara ‘umroh backpacker’ bagi kita yang ingin melakukan ibadah ke Tanah Suci tanpa ikut travel, lho.

Dengan pengurusan secara mandiri, kita bisa lebih fleksibel mengatur segala aspek dan mungkin juga efisien, khususnya dalam hal pembiayaan, jadwal ibadah, dan rute perjalanan.

Sebenarnya, yang dimaksud umroh backpacker ialah perjalanan umroh yang sepenuhnya dilakukan dan diurus sendiri, tanpa menggunakan jasa travel. Adapun visa yang digunakan adalah visa dari berbagai jalur yang memungkinkan seseorang untuk bisa masuk ke Arab Saudi, seperti:

Jalur kerja dan studi di Arab Saudi serta beberapa negara teluk (GCC)

Bagi kita yang berada di Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya, seperti Oman, Qatar, UEA, Bahrain, atau Kuwait untuk keperluan studi atau bekerja, melaksanakan ibadah umroh dengan biaya yang sangat terjangkau sangat mungkin diwujudkan.

Berdasarkan nilai mata uang yang berlaku saat ini, dibutuhkan biaya sekitar Rp 1 juta jika dilakukan dari Arab Saudi dan sekitar Rp 3 juta (sudah termasuk land arrangement) dari negara-negara sekitarnya.

Jalur undangan (Calling Visa, Visa Ziarah)

Bagi kita yang memiliki keluarga atau kerabat dengan pekerjaan layak atau menetap di Arab Saudi, kita bisa meminta dibuatkan surat undangan untuk berkunjung ke sana. Pihak keluarga tersebut nantinya akan menjadi penjamin (calling visa).

Undangan seperti ini kelak bisa dimanfaatkan untuk mengajukan visa kunjungan atau ziarah yang juga bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah umroh.

Jalur transit

Saat berencana mengunjungi negara di luar Arab Saudi, misalnya negara Jordania atau Turki (baik itu menggunakan visa ziarah ataupun bisnis) lalu melintasi Arab Saudi untuk transit, kita bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan umroh.

Tak perlu khawatir, Kerajaan Arab Saudi memberlakukan program umroh menggunakan visa transit untuk bisa masuk ke Tanah Suci. Visa jenis ini berlaku selama 3 hari 3 malam, sekaligus diperkenankan untuk berada di Mekkah atau Madinah.


Baca juga:


Terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan saat melakukan umroh backpacker, ya, antara lain:

  • Paspor

Pastikan kita pemegang paspor dengan nama yang terdiri dari 3 kata. Demi menghemat pengeluaran, uruslah sendiri ke imigrasi setempat tanpa menggunakan jasa perantara/calo.

Selain itu, jangan lupa untuk mengurus asuransi perjalanan yang berlaku saat hendak mencari tiket pesawat ke Tanah Suci.

  • Teman Seperjalanan dan Mahram

Usahakan tidak berangkat seorang diri. Ajaklah beberapa teman setidaknya 3-4 orang, atau bergabunglah dengan komunitas umroh backpacker lainnya.

Selain bisa mengurangi kemungkinan tersesat, hal ini lebih memudahkan perjalanan kita dan meringankan biaya operasional.

Bagi wanita, terutama yang belum menikah dan berusia kurang dari 45 tahun, kita tak bisa melakukan umroh tanpa ditemani mahram seperti suami, ayah, saudara laki-laki, atau paman, kecuali dengan melampirkan surat mahram yang akan diminta saat pengajuan visa.

  • Waktu Pembukaan Pendaftaran Visa

Waktu pendaftaran visa umroh di Kedutaan Arab Saudi dimulai pada bulan Safar hingga bulan Ramadan (terhitung sekitar 8 bulan efektif).

Di samping bulan-bulan tersebut, yakni Muharam, Syawal, Dzulqa’adah, dan Dzulhijah, kedutaan tidak membuka pengurusan visa umroh.

Jika kita tetap hendak berangkat di bulan tersebut, kita harus menempuh jalur visa non-umroh seperti visa kunjungan atau ziarah.

Rencanakan sematang mungkin soal akomodasi dan konsumsi dengan komunitas umroh backpacker, atau informasi lain via online. Memang dibutuhkan keberanian, koneksi, dan kemampuan bernegosiasi serta mengeksplorasi sumber daya berbiaya murah dengan fasilitas yang lumayan. Semoga niat dan usaha kita untuk bisa beribadah umroh mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Cerita Nabi Yunus Ditelan Paus Saat Sempat Meninggalkan Kaumnya
Previous
Cerita Nabi Yunus Ditelan Paus Saat Sempat Meninggalkan Kaumnya
Doa Sebelum Masuk Pasar dan  Tempat Perbelanjaan, Memangnya Ada?
Next
Doa Sebelum Masuk Pasar dan Tempat Perbelanjaan, Memangnya Ada?
Related Articles
Back to
top