x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Tegaklah! Ujian di Dunia Sesungguhnya Menebalkan Keimanan


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ingatkah rasanya menghadapi soal-soal tes yang diujikan di sekolah oleh penguji kita? Pasti ada rasa menegangkan, bukan?

Tes seperti itu biasanya dilakukan untuk mengukur kemampuan dan selanjutnya menentukan apakah kita layak untuk berada di tingkat lebih tinggi atau tidak.

Nah, hal ini sebenarnya sama dengan ujian di dunia yang sedang kita huni ini. Dalam kehidupan, kita diuji bukan dengan soal tes tertulis atau tes lisan, melainkan dengan berbagai kesenangan dan kesulitan.

Allah SWT memberikan ujian tersebut apakah kita menjadi hamba yang bersabar atau justru sebaliknya.

Ujian di dunia bisa sangat dahsyat akibatnya

Allah berfirman yang artinya,

“Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan berkata, ‘Kami telah beriman,’ sementara mereka belum diuji?” (QS. Al-Ankabut: 1-2).

Ujian yang dihadapi oleh seorang mukmin dalam kehidupan dunia ini bisa berupa ujian besar maupun kecil. Bisa jadi datang dari dalam (sesama kaum muslimin) dan dari luar (dari non-muslim).

Adapun akibat dahsyatnya ujian yang diberikan, Rasulullah SAW memperingatkan kita dalam sabda Beliau,

“Bersegeralah kalian beramal, sebelum datang ujian seperti potongan malam yang gelap. Saat itu seseorang di pagi hari beriman, tetapi di sore harinya dia kafir. Ada pula yang sorenya beriman, ketika pagi hari dia telah kafir; salah seorang dari kalian menjual agamanya dengan harta dunia yang sedikit.” (HR. Muslim).

Rasulullah SAW juga menerangkan sebab-sebab terjadinya sebuah ujian, di antaranya:

  • Sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan
  • Ditinggalkannya aturan Islam
  • Melakukan banyak perbuatan dosa dan maksiat
  • Adanya pelanggaran kehormatan

Sebuah ujian dan godaan akan sampai pada puncaknya hingga seorang muslim berangan-angan mati saja daripada hidup dipenuhi ujian. Abu Hurairah RA mengabarkan dari Rasulullah SAW,

“Tidak akan tegak hari kiamat sampai seseorang melewati kubur orang lain lantas berkata, ‘Duhai kiranya aku yang menempati tempatnya.’”

Dua macam ujian di dunia yang menghampiri manusia

Ujian dan godaan dapat berupa syubhat (kerancuan pemikiran) maupun syahwat (keinginan hawa nafsu).

Ujian syubhat datang dari arah i’tiqad (keyakinan) dan ibadah yang berdampak pada kebimbangan dan keguncangan.

Kemudian, syubhat mengantarkan pelakunya kepada perbuatan bid’ah dalam agama dan menggiringnya kepada suul khatimah (akhir hidup yang buruk).

Sementara itu, godaan syahwat datang dari jalan harta, ketenaran, ataupun hal-hal lain yang dapat dirasakan indera.


Baca Juga:


Dalam menghadapi dua ujian ini, kaum manusia terbagi dua yakni orang yang imannya kokoh dan tidak terguncang kala ujian menghampiri.

Dia menolak syubhat dengan al-haq yang ada padanya. Demikian pula ketika syahwat mengajak pada maksiat dan dosa ataupun hal yang memalingkan dari perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dia beramal pula dengan kandungan imannya dan memerangi syahwatnya. Hal ini menunjukkan kejujuran dan kesahihan imannya.

Sementara ada pula ujian berdampak pada munculnya keraguan dalam kalbunya.

Dia lebih memilih menceburkan dirinya dalam maksiat atau berpaling dari kewajiban, sehingga hal ini menunjukkan kelemahan imannya.

Lolos ujian di dunia dengan benteng iman

Terdapat beberapa hal yang dengan izin Allah akan menjaga diri kita dari fitnah antara lain:

  • Bersegera dan tidak menunda-nunda ibadah dan beramal saleh
  • Mempersenjatai diri dengan ilmu yang bermanfaat serta banyak berzikir
  • Mengenali jalan orang-orang yang beriman dan berupaya mengikutinya. Di sisi lain, mengenali pula jalan orang-orang pendosa agar bisa menjauhinya
  • Berpegang dengan Alquran dan As-Sunnah, serta ikhlas dalam melakukannya
  • Senantiasa tolong menolong dalam hal kebaikan dan takwa
  • Menjauhi perpecahan dan perselisihan

Yakinlah bahwa ujian di dunia adalah untuk meningkatkan level keimanan kita, dan Allah akan memberikan berkah serta berlimpah. Tertulis dalam Alquran,

 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, sekaligus digoncangkan (dengan berbagai macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS Al-Baqarah : 214). Wallahu a’lam bish-shawaab.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Intip 5 Kreasi Makanan Dari Singkong yang Bisa Diolah Sendiri Di Rumah
Previous
Intip 5 Kreasi Makanan Dari Singkong yang Bisa Diolah Sendiri Di Rumah
Wajib Tahu! Ini 4 Cara Memasak Okra yang Tepat agar Semakin Lezat
Next
Wajib Tahu! Ini 4 Cara Memasak Okra yang Tepat agar Semakin Lezat
Related Articles
Back to
top