x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Lovestyle

Toxic Positivity: Tak Selamanya Bertindak Positif Itu Baik


toxic-positivity

(Source: Times of India)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dilansir dari situs Psychologytoday, Toxic Positivity sendiri berarti terlalu berpikiran positif sehingga mengabaikan perasaan-perasaan yang dapat memicu emosi negatif.

Terbangunnya budaya “Positive Vibes only” sebenarnya dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri karena secara tidak sadar kita sedang menolak perasaan negatif yang sedang kita rasakan.

Ada perasaan takut untuk mengungkapkan emosi negatif yang kita rasakan, takut menjadi orang yang tidak bersyukur atau takut menjadi orang yang memiliki kecemasan berlebihan. Akhirnya, kita gagal mengenali emosi yang kita miliki.

Padahal penelitian menyatakan, bahwa ketika kita dapat menerima emosi negatif, kita akan mampu mengatur emosi negatif kita lho Moslem Fellas.

Selain itu, mengabaikan perasaan negatif akan membuat kita terbiasa mengabaikan perasaan cemas dan depresi sehingga kita tidak tau diri kita sedang mengalami depresi karena tubuh sudah kehilangan kemampuannya memberikan  “sinyal” kepada diri kita.

Cara Menghindari Toxic Positivity

Sebelum terjebak lebih jauh dalam Toxic Positivity ada baiknya mulai sadari setiap emosi yang kita rasakan. Kurangi mengenyampingkan rasa marah, kesal, kecewa, atau sedih.

Menerima emosi negatif bukan berarti kita menjadi manusia lemah, malah hal itu yang menjadikan kita manusia. Berikut ada beberapa kita untuk menghindari Toxic Positivity:

 cara-menghindari-toxic-positivity

(Source: Pinterest)

1. Pahami bahwa semua emosi adalah anugerah Allah

Setiap emosi yang kita miliki merupakan hadiah dari Allah. Itu artinya setiap emosi adalah baik untuk kebutuhan hidup kita.

Emosi negatif memiliki kemampuan memberikan informasi untuk hidup kita. Misalnya saja ketika kita sedang putus asa, sebetulnya diri kita sedang dilatih untuk terus berusaha dan mencari jalan keluar terbaik dari masalah kita.

Jika kita hanya merasakan kebahagiaan, apa mungkin kita bisa terlatih untuk survive terhadap masalah yang kita miliki?

 

toxic-positivity-psychology

(Source: Freepik)

2. Terima emosi yang kita miliki

Ketika sedang sedih, alih-alih bilang, “Jangan bersedih, Yuk bangkit” kepada diri sendiri, lebih baik terima dulu sedih yang kita rasakan.

Ambil waktu sebanyak yang kamu butuhkan. Lalu coba diskusi dengan diri sendiri untuk meregulasi emosi yang kamu rasakan saat ini.

toxic-positivity-arti

(Source: Freepik)

3. Tulis jurnal perasaan

Menulis dipercaya bisa menjadi terapi diri untuk melepaskan stress yang kita rasakan.

Dengan menulis di jurnal pribadi, Moslem Fellas tidak perlu merasa tulisannya jelek atau tidak diterima  tulisannya. Fokuslah terhadap melepaskan emosi bukan dengan kualitas tulisan yang dihasilkan.

Mulai sekarang yuk bersikap positif secukupnya. Jangan sampai kita terjebak dalam lingkaran Toxic Positivity yang dapat memenjarakan emosi negatif kita.



Buat Tulisan
5 Tips Memperbaiki Penampilan Tanpa Harus Ikut-ikutan
Previous
5 Tips Memperbaiki Penampilan Tanpa Harus Ikut-ikutan
Wisata Religi Bubohu, Tempat Berlibur sekaligus Belajar
Next
Wisata Religi Bubohu, Tempat Berlibur sekaligus Belajar
Related Articles
Back to
top