x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Yuk, Cerdas Lakukan Tips Mudik Hemat Tidak Menguras Dompet


tips-mudik-hemat

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Mudik memang telah menjadi ritual khas orang Indonesia kala datangnya Hari Raya Idul Fitri. Konon, istilah ‘mudik’ sendiri berasal dari kata ‘menuju udik’ yang artinya pulang ke kampung halaman.

Inilah sebuah tradisi tahunan yang berlangsung di berbagai kota besar, ketika para penghuninya pulang kampung menuju daerah asal masing-masing.

Sungguh luar biasa mengingat tradisi ini tidak mengenal agama  maupun suku bangsa. Namun, tradisi mudik bukanlah kegiatan yang dilakukan tanpa biaya.

Menempuh jarak perjalanan sekian jauh ke kampung halaman, tak hanya membutuhkan alokasi waktu dan energi khusus.

Di sisi lain, tips mudik hemat diperlukan agar anggaran tidak membengkak dan justru membuat kita menyesal sesudahnya. Tentu hal ini sangatlah penting, bukan?

Tips mudik hemat hindari budget jebol

Bukan sekedar beberapa hari sebelum hari-H, tetapi semarak mudik sebenarnya sudah terasa bahkan sejak minggu kedua Ramadhan.

Sebagian besar orang tengah sibuk mengamankan tiket untuk pulang kampung. Maka tidak heran kalau tiket pesawat, kereta, bahkan kapal ferry cepat habis.

Itupun hanya tiket, belum bekal yang perlu dibawa. Selain itu juga oleh-oleh untuk keluarga di kampung.

Berikut ini beberapa tips mudik hemat yang mungkin bisa banyak membantu kita tetap berada di rencana anggaran.

1. Pilih waktu yang tepat untuk booking Penting untuk diingat, ya, semakin mepet dengan hari Lebaran, semakin mahal tiket yang akan kita beli.

Tentunya kalau tiket kelas ekonomi sudah habis terjual, terpaksa kita berganti pakai transportasi lain, atau justru membeli tiket kelas bisnis yang lebih mahal.

Oleh karena itu, luangkan waktu mengamankan tiket sejak jauh hari. Bahkan apabila sudah tersedia 1 bulan sebelumnya dan uang yang tersedia sudah cukup, kita bisa langsung memesannya.

Apabila memutuskan untuk membeli tiket secara online, pastikan pula koneksi internet dan strategi pembayaran agar tidak menghalangi proses pemesanan.

tips-mudik-hemat-pertama

2. Sangat disarankan kita merencanakan mudik dari satu atau bahkan dua bulan sebelum bulan puasa. Bukan hanya menghindari kehabisan tiket, terbuka kesempatan lebih besar bagi kita untuk bisa memperoleh tiket lebih murah.

Dengan begitu, kita juga bisa mengatur uang dan menabung sisanya untuk selama mudik. Kalau lokasi mudik tidak harus menyeberang laut, mengapa tidak mengambil opsi mudik menggunakan mobil saja?

Kita hanya perlu menghitung biaya bensin dan uang tol. Apabila memungkinkan, kita bisa membawa bekal makanan serta minuman bila mudik menggunakan mobil sendiri agar lebih hemat.

tips-mudik-hemat-kedua

3. Hindari membawa barang terlalu banyak. Tidak jarang memang kita merasa berbagai barang tertentu diperlukan dan harus kita bawa mudik.

Namun, cobalah kita pikir dua kali lagi. Apakah kita perlu membawa selimut atau berbagai macam kardus

Begitu juga dengan makanan dan minuman bila kita mudik menggunakan pesawat. Lain halnya dengan mobil atau transportasi darat lain, sepertinya tidak perlu bawa nasi dan lauk pauk saat mudik.

Pasalnya, kalau terlalu banyak bawa barang, besar kemungkinan besar menjadi over weight sehingga kita harus membayar biaya bagasi pesawat.

Terlebih, kita harus menyewa porter untuk mengangkut semua barang. Sesuaikan lagi dengan perjalanan mudik kita, ya.

tips-mudik-hemat-ketiga

Tips mudik hemat dengan rencana budget lebih matang

Ada baiknya kita menyusun terlebih dulu rencana anggaran sebagai tips mudik hemat agar pengelolaan keuangan tidak berantakan karena kehadiran serangkaian perayaan ini.

  • Hitung kesiapan dompet

Tradisi mudik memang menjadi harapan hampir seluruh perantau yang punya ikatan kuat dengan kampung halaman mereka.

Namun ingatlah, mudik bukan hal yang wajib kita lakukan. Bila kondisi kantong memang tidak memungkinkan untuk pulang ke kampung halaman, kita tidak perlu memaksakan diri.


Baca Juga:


Ukurlah kesiapan dompet melalui penyusunan anggaran mudik tersebut sehingga kita bisa mengamati pos mana yang bisa kita hemat atau bahkan dihapus.

Contohnya biaya oleh-oleh atau angpau sebenarnya bukanlah hal wajib bila memang dompet tidak memungkinkan.

Jika benar-benar ingin memberi sesuatu bagi kerabat di kampung, cukup pilih yang sederhana saja atau dalam jumlah secukupnya.

tips-mudik-hemat-keempat

  • Manfaatkan tawaran diskon

Sudah menjadi hal umum memasuki bulan puasa Ramadhan hingga perayaan Lebaran sebagai puncaknya nanti, ada tawaran beragam diskon menarik.

Tidak sedikit memang, diskon yang diberikan oleh para peritel di Indonesia terkadang bukanlah harga diskon yang sebenarnya.

Misalnya kita masih harus membayarkan sejumlah tambahan. Maka dari itu, kita harus jeli melihat tawaran diskon yang memang benar-benar ekonomis dan menguntungkan.

Manfaatkan berbagai diskon tersebut untuk memenuhi beragam kebutuhan seputar mudik hingga Lebaran. Misalnya saja untuk membeli oleh-oleh, membeli tiket mudik, membayar penginapan, dan sebagainya.

  • Biaya konsumsi Lebaran

Masukan segala biaya konsumsi di pos ini, termasuk juga kebutuhan dana untuk pembelian suguhan Lebaran.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila ada sanak kerabat bertandang ke rumah. Biaya tersebut dibutuhkan bila kita memutuskan tidak mudik ke kampung halaman, ataupun sekaligus bila sudah selesai mudik.

  • Biaya transportasi mudik

Saat kita sudah memutuskan pulang ke kampung halaman untuk perayaan Lebaran, biaya mudik paling besar kemungkinan akan banyak keluar untuk biaya transportasi.

Bila memutuskan pakai transportasi publik, biaya yang patut kita keluarkan meliputi biaya pembelian tiket pulang pergi untuk sendiri serta seluruh keluarga yang turut.

Jangan lupa juga masukkan biaya konsumsi selama perjalanan mudik bila waktu tempuh mudik cukup lama.

Bila memutuskan mudik pakai kendaraan pribadi, ada biaya perawatan kendaraan yang perlu kita siapkan demi kondisi prima kendaraan mengantar hingga kampung halaman. Ditambahkan pula ongkos bahan bakar atau BBM, serta biaya tol selama perjalanan.

  • Biaya selama di kampung halaman

Pada saat kita mudik, status kita memang bersinggah di kampung, entah itu di rumah orangtua atau saudara.

Meski demikian, kita tentu tetap harus menyiapkan biaya sendiri selama di sana, baik untuk kebutuhan makan atau persiapan penginapan jika rumah kerabat tidak memadai.

Selalu usahakan tidak merepotkan orangtua maupun kerabat yang kita datangi, ya.

  • Biaya buah tangan alias oleh-oleh

Ini adalah salah satu tradisi yang sangat khas Indonesia, yakni memberi buah tangan pada para sanak saudara di kampung halaman.

Jangan lupa perhitungkan banyaknya kebutuhan biaya untuk pos ini. Selain itu, rencanakan kebutuhan angpau Lebaran yang akan kita bagi-bagikan pada sanak saudara di sana.

  • Biaya pasca mudik

Aktivitas pasca rangkaian perayaan selesai, sejak Ramadhan hingga mudik Lebaran, tetap harus berjalan normal.

Pastikan juga, ya, kita memiliki persiapan dana untuk biaya hidup sekembalinya ke kota. Khususnya di Lebaran tahun 2018 ini, masyarakat Indonesia menikmati cuti bersama yang cukup panjang, sehingga libur Lebaran bisa sepekan penuh.

Beberapa tips mudik hemat di atas sangatlah fleksibel, perlu disesuaikan dengan tujuan dan lamanya kita mudik.

Tapi setidaknya kita telah memiliki dasar anggaran yang lebih pasti dan cara memanfaatkannya lebih efisien.

Pastikan kita tidak menghabis-habiskan semua dana dan pastikan masih mencukupi hingga pemasukan selanjutnya.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Berbagai Pilihan Tema Buka Puasa Bersama untuk Dapatkan Suasana Berbeda
Previous
Berbagai Pilihan Tema Buka Puasa Bersama untuk Dapatkan Suasana Berbeda
Gemar Minum Kopi? Ini Dia Tips Aman Minum Kopi di Bulan Puasa
Next
Gemar Minum Kopi? Ini Dia Tips Aman Minum Kopi di Bulan Puasa
Related Articles
Back to
top