x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Anak Mulai Aktif Merangkak? Yuk Cari Tahu Tips Menjaga Anak Merangkak Aman

Tips Menjaga Anak Merangkak Aman

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Memiliki buah hati yang begitu aktif memang menjadi impian, terlebih seperti yang kita ketahui bahwa keaktifannya merupakan tanda kesehatan tubuhnya.

Namun, sudah menjadi hal yang wajar jika kita akan merasa kewalahan dengan tingkahnya.

Memasuki usia enam bulan, biasanya bayi akan memulai fase merangkak. Fase ini sangat penting karena dapat melatih keseimbangan saraf motoriknya.

Dengan begitu, tenu saja kita membutuhkan tips menjaga anak merangkak aman bukan? Cari tahu pada urain Moslem Lifestyle berikut, yuk.

Sebelumnya, Yuk Bantu Si Kecil Belajar Merangkak

Jika si kecil belum menunjukan ciri-ciri akan meranngkak, namun usianya sudah memasuki enam bulan, kita dapat membantunya dengan merangsang otot-ototnya agar mampu untuk merangkak.

Cobalah letakan anak dengan posisi tengkurap, rangsang anak dengan menaruh mainan yang disukainya di depannya.

Selain iu, kita juga dapat mencoba untuk mengggerakan mainan yang ia sukai ke arah atas dan bawah untuk melatih pergerakan lehernya.

Hal Ini sangat membantu anak untuk merangsang kemampuan mengangkat badannya dan bergerak mengambil sesuatu yang ada di hadapannya.

Jika memang si kecil sudah mampu untuk mengangkat tubuhnya, terus berikan rangsangan yang dapat membuatnya maju atau mundur.

Kamu juga bisa mencoba untuk mengangkat agar bisa merangkak dan mendorongnya secara perlahan.

Cobalah hal ini selama satu hingga dua menit saja. Begitu anak sudah mulai ingin merangkak, biarkan merangkak di lantai sebebasnya. Ini merupakan latihan yang sangat baik untuk keseimbangannya.

Tips Menjaga Anak Merangkak Aman

Saat si kecil sudah bisa merangkak, tentu saja kita harus dengan sigap dan siap memantau keamananya.

Ini karena keseimbangan, dan kekuatannnya belum berkembang sempurna yang dapat membuatnya cedera ketika sedan belajar merangkak.

Berikut tips menjaga anak merangkak aman:

belajar merangkak

  1. Perhatikan perangkat listrik di rumah

Jangan biarkan kabel menjuntai panjang sehingga dapat dengan mudah terjangkau dengan si kecil, bahkan tersngkut saat sedang merangkak.


Baca Juga:


Akali dengan mengikat, atau merekatkan dengan solasi yang aman. Jangan lupa juga untuk  menutup  stop kontak dan jauhkan dari jangkauannya.

  1. Hindari barang-barang berbahaya dari pandangan anak

Letakan barang-barang berbahaya seperti, benda tajam, barang pecah belah, obat-obatan, hingga persediaan sabun pada tempat tertutup rapat yang tidak dapat terjangkau oleh anak.

Jangan terbiasa meletakkan barang-barang berukuran kecil pada lantai, karena pada usianya si kecil sedang senang-senangnya memasukan apasaja yang digapai ke mulutnya.

  1. Tetapkan area yang dapat ia jelajahi

Buat  batasan-batasan area yang dapat ia jelajahi dengan bebas. Hindari si kecil berkeliaran pada area kamar mandi, dapur serta tangga.

Kita dapat membatasinya dengan sekatan-sekatan pada pintu masuk atau juga memfasilitasinya dengan boks bermain yang sudah dilengkapi dengan sekat dan alas yang aman.

  1. Selalu jaga kebersihan rumah

Kebersihan rumah adalah peran utama untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan selalu memperhatikan kebersihan lantai  yang digunakan belajar merangkak oleh anak.

Selain untuk  kesehatan, lantai yang kotor dengan serpihan dan benda yang dapat melukai juga dapat membuat bayi malas mencoba merangkak.

Nah, itulah beberapa tips menjaga anak merangkak aman yang dapat kita coba. Selain itu, untuk  memberikan kenyaman pada si kecil kita juga dapat memberikan alas karpet yang lembut sebagai tempat belajarmerangkaknya.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Kapan Dapat Dikatakan Anak Terlambat Berjalan?
Previous
Kapan Dapat Dikatakan Anak Terlambat Berjalan?
Bagaimana Jika ASI Hanya Keluar dari Satu Payudara Saja?
Next
Bagaimana Jika ASI Hanya Keluar dari Satu Payudara Saja?
Related Articles
Back to
top