x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
5 Tips Menangani Anak Hiperaktif Tanpa Pengobatan

Tips-menangani-anak-hiperaktif

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Orangtua mungkin terus berpikiran apakah anak hiperaktif bisa sembuh dan menjadi biasa saja seperti teman-teman sebayanya.

Kemudian orangtua pun berusaha mencari cara untuk menyembuhkan anak hiperaktif. Padahal, seharusnya bukan cara menyembuhkan yang semata perlu dicari.

Satu hal penting yang kita perlukan adalah tips menangani anak hiperaktif agar tidak terlalu melampaui batas.

Tips Menangani Anak Hiperaktif, Seperti Apa?

Sikap agresif, gerak berlebihan, sampai sulit fokus sangat mungkin membuat orangtua kewalahan. Terapkan beberapa tips menangani anak hiperaktif tanpa tekanan dan membuat si kecil lebih paham batasannya.

  • Menetapkan aturan jelas

Aturan yang longgar dan santai untuk buah hati bukan menjadi sebuah masalah memang kalau buah hati kita tidak hiperaktif.

Namun, bagi anak yang cenderung lebih aktif dibandingkan anak lain pada umumnya, aturan longgar tersebut tidak akan bisa berlaku.

Sangat penting bagi orangtua menetapkan aturan yang lebih tegas, jelas, dan teratur agar lebih bisa diarahkan.

Seperti-apakah-tips-cara-menangani-anak-hiperaktif

  • Lebih bijak melihat sebuah masalah

Bagaimanapun, anak yang hiperaktif bukanlah semata dilabeli anak nakal. Ia menjadi super aktif bukan karena keinginannya sendiri, tapi lebih kepada faktor gangguan di dalam otaknya.


Baca Juga:


Oleh sebab itu, kita tidak bisa selalu menyalahkan setiap hal yang dilakukannya. Setiap ulah dan keaktifan yang ia lakukan itu bukanlah sekadar mencari perhatian.

Hindari selalu membatasi segala yang dilakukan si kecil, ya. Sekali-kali biarkan tingkah laku anak selama tidak berlebihan atau melanggar batas.

  • Sederhanakan Instruksi

Seorang anak yang super aktif biasanya akan kesulitan mengingat dan mengikuti instruksi yang panjang dan rumit.

Ada baiknya bagi-bagi tugasnya menjadi beberapa tahap. Setelah sang anak menyelesaikan satu hal, baru berikan perintah selanjutnya.

Ketika kita memberi perintah pada buah hati, pastikan untuk melihatnya langsung ke mata.

Tujuannya agar instruksi yang diberikan bisa dicerna dengan mudah, kalau perlu mintalah anak untuk mengulangi kembali setiap hal yang kita perintahkan.

Begini-tips-mengatasi-anak-yang-hiperaktif

  • Kurangi Distraksi

Hal-hal yang dianggap biasa saja bisa mengalihkan perhatian seorang anak hiperaktif, semisal suara telepon, suara orang lewat, atau benda-benda menarik di sekitar mereka.

Ketika anak hendak melakukan sebuah tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh, usahakan agar ia mengerjakan di area dengan sedikit distraksi.

Gunakan tempat yang nyaman dan jauh dari jendela atau pintu. Beritahukan pada sang anak bahwa yang kita lakukan adalah usaha untuk membantunya berkonsentrasi.

  • Beri Dorongan Positif

Menyelesaikan sebuah tugas sering kali bisa menjadi sebuah perjuangan besar bagi anak hiperaktif.

Terlebih jika ia tidak menyadari bahwa tugas itu harus diselesaikan. Penting bagi orangtua untuk mengingatkan sang anak tentang ukuran pentingnya sebuah tugas atau perintah tersebut.

Kemudian, berikanlah pujian dan penghargaan setelah ia berhasil menyelesaikannya. Hal tersebut bisa menjadi sebuah dorongan positif bagi buah hati setiap menyelesaikan tugasnya.

Itulah tips menangani anak hiperaktif yang perlu diketahui dan dilakukan para orangtua. Cobalah untuk konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, apakah buah hati memang memerlukan terapi atau tidak. Harus selalu menjadi catatan, pengobatan adalah pilihan terakhir, bukan pertama.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Lokasi Wisata Halal di Dunia yang Semakin Populer
Previous
5 Lokasi Wisata Halal di Dunia yang Semakin Populer
Tak Semata Penyakit, Ini Ciri dan Faktor Penyebab Anak Hiperaktif
Next
Tak Semata Penyakit, Ini Ciri dan Faktor Penyebab Anak Hiperaktif
Related Articles
Back to
top