x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Jika Tifus Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Tifus saat hamil

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Tifus bisa menyerang siapa saja, bahkan ibu hamil. Bahayakah jika ibu tifus saat hamil? Bagaimana cara mencegahnya?

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, tifus dilaporkan mengjangkiti hampir 100 ribu jiwa disepanjang tahun 2008 saja.

Demam tifoid (tifus) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Salmonella typhi. Penularannya melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri tersebut.

Gejala Tifus Saat Hamil yang Harus Diwaspadai

Gejala tifus umumnya muncul secara bertahap, sekitar 1-3 minggu setelah tubuh terinfeksi bakteri. Tetapi dalam beberapa kasus, gejala tifus bisa terjadi secara tiba-tiba.

Beberapa gejala tifus yang mungkin saja bisa terjadi di antaranya demam tinggi (40°C), diare atau sembelit, sakit perut, sakit kepala, nyeri pada otot, muncuk ruam atau bintik merah di kulit, hingga nafsu makan menurun.

Dalam situs Baby Center, sakit tifus saat hamil bisa memengaruhi gejala yang kamu alami, namun tidak memperparahnya.

Dalam sebuah penelitian menemukan bahwa wanita hamil yang terjangkit tifus mungkin juga mengalami batuk sebagai dari gejala penyakit ini.

Hal yang Terjadi Jika Tifus Saat Hamil

Dalam beberapa penelitian melaporkan, infeksi ini dapat menyelinap ke dalam plasenta sehingga dapat memengaruhi kesehatan bayi.

Dalam sebuah penelitian yang di terbitkan oleh jurnal Obstetric Medicine, tifus saat hamil dapat mengakibatkan meningkatnya risiko keguguran atau melahirkan bayi.

Tifus saat hamil juga dipercaya dapat meningkatkan risiko melahirkan secara prematur dan berat badan bayi rendah.

Namun, belum ada cukup bukti yang dapat memastikan pengaruh tifus saat hamil yang dialami oleh ibu pada bayi dalam kandungannya.

Berbagai Pengobatan Tifus Saat Hamil

  1. Antibiotik

Antibiotik merupakan salah satu resep yang pasti untuk pasien tifus. Namun tidak semua antibiotik dinilai aman untuk ibu hamil.

Jenis antibiotik yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil adalah ampisilin, amoxicilin, dan ceftriaxone.

antibiotik

  1. Bed rest

Selain antibiotik, biasanya dokter akan meminta kamu untuk bed rest. Hal ini dilakukan agar kamu bisa beristirahat dengan cukup hingga kondisi tubuh benar-benar pulih.


Baca Juga:


Biasanya, kamu akan diminta untuk bed rest selama 7 hingga 14 hari, tergantung dari kondisi masing-masing.

  1. Banyak minum air putih

Air putih memang sangat baik untuk kesehatan, terlebih jika kamu saat sedang sakit.

Namun, usahakan untuk minum air yang direbus dengan matang sehingga sudah bersih dari bakteri berbahaya di dalamnya.

Sebaiknya, kamu tidak minum susu yang belum di pasteurisasi karena dikhawatirkan bakteri yang hidup di dalam susu justru bisa memperparah kondisi kamu.

minum air putih

  1. Makan makanan sehat

Agar tubuh kamu pulih dengan baik, usahakan untuk makan makanan dengan gizi yang seimbang.

Sebaiknya, makan makanna dengan tekstur yang lunak karena memudahkan saluran pencernaan untuk menyerapnya dan menghindari terjadinya pendarahan di saluran cerna.

Hindari makanan dengan tekstur keras seperti daging berserat kasar, gorengan, makanan asam, dan berlemak.

Makanan sehat

Cara Mencegah Penyakit Tifus

Sebelum ibu hamil mengalaminya, lebih baik mencegah tifus sejak awal. Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyakit tifus.

  • Rutin mencuci tangan

Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah tifus adalah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air hangat.

Ingat, tetap mencuci tangan sebelum makan dan setelah keluar dari toilet. Sebaiknya, cuci tanganmu juga setelah menaiki kendaraan umum.

  • Mencuci sayur dan buah

Makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil harus dijaga kebersihannya.

Pasalnya, bakteri salmonella typhi dapat tertular melalui makanan dan minuman. Cuci bersih sayur dan buah dengan baik sebelum dikonsumsi.

  • Mengonsumsi makanan dan minuman matang

Untuk mencegah tifus, penting untuk memastikan makanna sudah dimasak hingga matang.

Hindari mengonsumsi makanan mentah. Disarankan juga memilih air mineral dalam kemasan atau air yang sudah dimasak hingga mendidih.

Sobat, menjalankan pola hidup sehat sangat penting untuk mencegah tifus saat hamil. Jika ibu hamil mengalami gejala-gejala tifus, segela lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.



Buat Tulisan
3 Kreasi Olahan Alpukat yang Menarik dan Menyehatkan
Previous
3 Kreasi Olahan Alpukat yang Menarik dan Menyehatkan
Kenapa Makan Minum dengan Tangan Kiri Dilarang? Inilah Sebabnya!
Next
Kenapa Makan Minum dengan Tangan Kiri Dilarang? Inilah Sebabnya!
Related Articles
Back to
top