x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Pahami Risiko Tekanan Darah Rendah Ibu Hamil dan Penanganannya

tekanan-darah-rendah-ibu-hamil

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Masa-masa kehamilan merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh setiap ibu. Bagaimana tidak, pada masa ini kita bukan hanya harus memiliki kondisi tubuh yang baik tapi juga memilki janin yang sehat.

Namun, nyatanya pada beberapa calon ibu banyak yang mengalami gangguan kesehatan saat kehamilan.

Salah satu yang biasa dialami ialah hipotensi atau tekanan darah rendah. Hipotensi pada masa kehamilan memang dapat hilang dengan sendirinya, namun tetap perlu diwaspain.

Ini karena, masalah tekanan darah rendah ibu hamil memiliki risiko dan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ini yang Menyebabkan Hipotensi Pada Ibu Hamil

Saat memasuki masa kehamilan, biasanya kita akan mengalami peningkatan aliran darah di dalam tubuh yang berfungsi untuk menjaga pasokan oksigen dan nutrisi makanan ke janin.

Hal inilah yang menyebabkan pembuluh darah mengalami pelebaran dan berakibat pada tekanan darah dalam tubuh menurun.

Inilah yang menjadi penyebab utama hipotensi pada sebagian besar ibu hamil. Meskipun begitu, ada juga beberapa penyebab lainnya yang mempengaruhi gangguan ini.

Seperti, memiliki riwayat tekanan darah rendah, dehidrasi, gangguan jantung, anemia, masalah pada endokrin, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, dan terlalu lama berbaring.

Selain itu, saat mengalami tekanan darah rendah biasanya kita juga akan mengalami gejala seperti pusing ketika berdiri atau berbaring, penglihatan kabur, mual, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk, rasa haus yang berlebihan, pucat berkeringat dingin, tampak lelah serta denyut jantung meningkat.

Begini Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah

Hipotensi pada masa kehamilan memang cukup menganggu, namun tidak perlu khawatir.

Jika kondisi ini sering terjadi atasi tekanan darah rendah ibu hamil tersebut dengan melakukan beberapa cara seperti berikut:

Penyebab-tekanan-darah-rendah

  • Menjaga asupan makanan

Pastikan kita mengonsumsi makanan yang bergizi dan mampu menambah tekanan darah pada ibu hamil.

Karena, mengonsumsi yang hanya membuat kenyang saja atau ala kadarnya sudah tidak lagi berlaku untuk ibu yang sedang hamil demin menjaga kesehatan janin.


Baca Juga:


Ibu hamil memang dianjurkan untuk mengonsumsi camilan di samping makanan utama, namun bukan berarti bisa mengonsumsi camilan apapun.

Cukupi kebutuhan gizi kita dengan rajin mengonsumsi camilan seperti buah-buahan segar, rebusan sayur dan makanan sehat lainnya.

  • Memiliki waktu istirahat yang cukup

Pada masa kehamilan, terutama saat memasuki timester ketiga janin akan mulai aktif dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Bahkan hal ini sering menyebabkan kita menjadi kurang istirahat. Untuk mengatasinya, kita dapat meluangkan waktu sejenak di siang hari dengan tidur siang selama satu hingga dua jam saja.

Ini dapat membantu kita memenuhi kebutuhan tidur yang kurang di malam hari.

  • Melakukan olahraga ringan sesuai anjuran

Kegiatan olahraga tetap dianjurkan selama kehamilan, namun tentu saja hanya untuk gerakan yang ringan.

Kegitan ini dapat mengatasi tekanan darah rendah pada ibu hamil, karena sirkulasi atau peredaran darah yang menjadi lancar. Selain itu, olah raga juga dapat memperlancar proses kelahiran.

Selain dengan melakukan beberapa tips di atas, kita juga sebaiknya memeriksakan kehamilan secara rutin untuk mengetahui segala perkembangan janin dan mengatasi tekanan darah rendah ibu hamil dengan tepat.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Tips Mengatasi Kondisi Bibir Kering pada Bayi baru Lahir
Previous
Tips Mengatasi Kondisi Bibir Kering pada Bayi baru Lahir
Apakah Obat Kumur untuk Kesehatan Mulut Baik Dipakai secara Rutin?
Next
Apakah Obat Kumur untuk Kesehatan Mulut Baik Dipakai secara Rutin?
Related Articles
Back to
top