x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Tawar Menawar Dalam Islam yang Sudah Ditetapkan Allah SWT dalam Al-Quran


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Pasti kita sering melakukan kegiatan tawar menawar yang umumnya terjadi pada urusan tawar menawar. Sebenarnya, bagaimana tawar menawar dalam Islam?

Tawar menawar adalah hal yang biasa dan tidak hanya terjadi dalam urusan perdagangan saja. Dalam kehidupan sehari-hari juga kita melakukan kegiatan tawar menawar.

Seperti, ketika seorang anak diberi uang oleh orang tuanya merasa menginginkan uang lebih dari orang tuanya karena keperluan tertentu dan sebagainya, itu juga dikategorikan sebagai tawar menawar.

Hukum tawar menawar dalam Islam berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-quran adalah halal atau diperbolehkan selama dijalankan sesuai syariat Islam.

Tak apa jika berada dalam suatu perniagaan dilakukan tawar menawar harga hingga tercapai kesepakatan kedua belah pihak agar tidak ada rasa keterpaksaan dalam urusan jual beli tersebut.

Untuk lebih jelasnya, simak firman-firman Allah SWT yang menjelaskan hal tersebut.

Qs. An-Nisa Ayat 29. Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa : 29).

Penjelasan dari firman Allah SWT tersebut ialah diperbolehkan melakukan tawar menawar dalam urusan jual beli agar tidak ada salah satu yang merasa dirugikan karena telah menjual dan membeli atas dasar suka sama suka.

Jalan yang batil contohnya ialah yang merugikan salah satu pihak, misalnya seorang penjual berdagang dengan harga tinggi agar mendapatkan harta lebih dan pembeli terpaksa membelinya karena faktor kebutuhan atau tidak menemukan barang yang dicari tersebut di tempat lain.

Qs. Al-Hasyr Ayat 9. Allah SWT berfirman,

...Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Hasyr : 9).

Kikir yang dimaksud di sini dapat berlaku baik bagi pembeli atau penjual yang melakukan hukum tawar menawar dalam islam.

Sering kita menemui seorang pembeli yang menawar dengan merendahkan harga secara tidak wajar atau hingga memaksa dan membanding bandingkan dengan penjual lain.


Baca Juga:


Bahkan, ada pula pembeli yang tidak jadi membeli padahal sudah tercapai kesepakatan harga, tentu hal tersebut dapat mengecewakan penjual.

Menawar yang bertujuan karena kikir atau tidak mau mengeluarkan harta lebih tidak dibenarkan dalam Islam.

Qs. Al-Munafiqun Ayat 9.  Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Qs. Al-Munafiqun : 9).

Orang yang terlalu sibuk mencari keuntungan dengan melakukan tawar menawar berlebihan, dengan tujuan untuk dirinya sendiri agar mendapat keuntungan harta hingga melalaikan sedekah.

Padahal, dalam perdagangan yang dicari ialah keberkahan dan relasi serta kepercayaan dari pembeli.

Qs. Al-Shaf Ayat 10-11. Tawar menawar tidak berlaku dalam hal beribadah, contohnya kewajiban shalat 5 waktu, kewajiban menutup aurat, dan kewajiban lainnya itu harus dijalankan sesuai dengan perintah Allah SWT dan tidak boleh di tawar.

Hal inilah yang akan menyelamatkan dari azab neraka. Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukan suatu perdagangan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (Qs. Al-Shaf : 10-11).

Kesimpulan dari firman-firman Allah SWT di atas adalah hukum tawar menawar dalam Islam ialah halal atau diperbolehkan dengan syarat tidak bertujuan untuk duniawi semata.

Sobat Moslem, hendaknya tawar menawar dilakukan sesuai syariat yang ditetapkan Allah SWT dalam Al-quran agar segala urusan kita mendapatkan ridho Allah SWT.



Buat Tulisan
6 Makanan Khas Minangkabau yang Rasanya Nendang Banget
Previous
6 Makanan Khas Minangkabau yang Rasanya Nendang Banget
Keutamaan Membaca Bismillah Sebelum Beraktivitas Tiap Hari
Next
Keutamaan Membaca Bismillah Sebelum Beraktivitas Tiap Hari
Related Articles
Back to
top