x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Tato Henna Memang Indah, Namun Apakah Aman?

Tato-henna

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Tato henna adalah solusi bagi kamu yang ingin menghias kulit dengan gambar cantik namun masih ragu atau tidak ingin tato permanen.

Selama ini henna digunakan sebagai pewarna kuku, pewarna tubuh, pewarna rambut, atau sebagai tinta tato temporer.

Masyarakat Indonesia kerap menyebut hena sebagai “pacar”. Namun di India, henna dikenal sebagai mehndi dan digunakan untuk body painting, terutama pada upacara pernikahan.

Dari Mana Tato Henna Berasal?

Henna berasal dari tanaman lawsonia inermis yang berwarna merah kecokelatan dan banyak tumbuh di daerah tropis maupun subtropis, seperti Asia Selatan dan Afrika.

Di Indonesia, tanaman ini dikenal sebagai inai. Pembuatannya, daunnya ditumbuk lalu dijadikan pewarna alami atau tinta tato temporer.

Tato temporer dapat bertahan selama tiga hari hingga beberapa minggu tergantung dari jenis pewarna yang digunakan dan kondisi kulit.

Warna yang dihasilkan henna adalah cokelat, oranye kecokelatan, atau cokelat kemerahan. Namun ada juga beberapa produk henna yang memiliki warna hijau, hitam, biru, atau kuning.

Amankah tato henna untuk kulit?

Walaupun penggunaan tato henna sangat populer untuk menato kulit, sebenarnya hena hanya boleh digunakan sebagai pewarna rambut, bukan untuk dikenakan kulit tubuh. Hal ini dikarenakan henna berisiko menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Badan POM di Amerika Serikat, FDA, melaporkan beberapa orang mengalami reaksi alergi kulit yang serius setelah memakai henna.

Mereka mengeluhkan kulitnya menjadi lecet kemerahan, terluka, warna kulit memudar, timbul jaringan parut hingga menjadi sensitif terhadap matahari.

FDA menduga bahwa hal ini terjadi akibat kebanyakan produk henna mungkin ditambahkan dengan bahan kimia lain selama proses produksinya. Tujuannya agar warna yang dihasilkan menjadi lebih intens dan tahan lama di kulit.

Umumnya, henna ditambahkan zat kimia berupa pewarna coal-tar yang mengandung p-phenylenediamine (PPD).

PPD inilah yang dapat menyebabkan reaksi kulit berbahaya bagi sebagian orang.

Cara-membuat-tato-henna


Baca Juga:


Tips agar terhindar dari risiko tato henna

Sampai saat ini, keamanan penggunaan henna sebagai tato kulit temporer masih simpang siur.

BPOM di Indonesia maupun FDA di Amerika Serikat sendiri tidak mengatur ketat soal peredaran henna karena henna tergolong sebagai kosmetik dan suplementasi, bukan obat-obatan medis.

Maka dari itu, sebelum kamu berencana untuk melukis kulit dengan tato henna, cobalah untuk melakukan tes terlebih dahulu sedikit di kulit.

Caranya, oleskan sedikit pasta henna di area kulit yang tertutup, misalnya lengan dalam, kemudian tunggu kering 2-3 jam.

Jika tidak muncul reaksi aneh sedikitpun pada kulit seperti gatal atau kemerahan, maka kamu boleh lanjut menggunakan tato henna secara meluas di kulit.

Namun jika muncul sensasi-sensasi yang tidak biasa setelah 3 jam uji coba, artinya kulit kamu tidak bisa menerima henna. Hentikan penggunaan henna segara dan bilas bersih pakai air mengalir dan sabun.

Jika henna tidak kunjung hilang dan kamu mengalami reaksi alergi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan tergiur dengan tato henna yang tahan lama, sebab dapat dipastikan menggunakan zat yang tidak aman untuk kulit.

Usahakan mengetahui kandungan kandungan bahannya dengan membaca daftar bahan pada kemasan tinta.

Amannya, pilih produk henna yang benar-benar terjamin alami dan berkualitas. Jangan mudah tergiur dengan harga produk yang murah dan jasa tattoo artist yang murah. Walaupun segala yang murah tidak selalu buruk, tetapi kamu harus tetap waspada.

Sobat, tato henna memang cantik tetapi kamu harus selalu waspada memakainya. Jangan sampai keindahan henna mengorbankan kesehatan kulit kamu.



Buat Tulisan
Alergi Daging Merah Berbahaya Bagi Kesehatan Jantung, Benarkah?
Previous
Alergi Daging Merah Berbahaya Bagi Kesehatan Jantung, Benarkah?
3 Manfaat Latihan Yoga untuk Hidup yang Lebih Baik
Next
3 Manfaat Latihan Yoga untuk Hidup yang Lebih Baik
Related Articles
Back to
top