x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Tanam Benang dalam Islam, Bagaimana Hukumnya?


Tanam-Benang-dalam-Islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Metode tanam benang semakin banyak dikenal di dunia kecantikan. Metode ini kerap dipakai untuk mengencangkan kulit dan menghilangkan keriput.

Sebenarnya, bagaimana hukum tanam benang dalam Islam? Apakah diperbolehkan?

Metode Tanam Benang dalam Islam

Tanam benang adalah prosedur kecantikan yang cepat di mana dokter akan memasukkan jarum tipis untuk menyisipkan benang jahit polypropylene bergerigi melalui lapisan lemak di bawah kulit.

Benang ini kemudian ditarik ketat untuk mengangkat kulit dan jaringan yang kendur pada wajah dan leher.

Waktu yang dihabiskan untuk melakukan prosedur tanam benang biasanya sekitar 30-40 menit. Usai melakukan tanam benang, kamu sudah bisa meninggalkan rumah sakit atau klinik kecantikan. Dalam 1-2 hari, hasilnya sudah bisa terlihat.

Tanam benang bisa membantu meremajakan kulit wajah ketimbang operasi plastik. Tetapi, hasil dari tanam benang hanya bersifat sementara.

Efeknya hanya berlangsung selama satu hingga dua tahun saja. Setelahnya, benang baru harus kembali ditanam untuk menjaga tampilan kulit wajahmu.

Metode ini tidak luput dari efek samping. Setelah menjalani prosedur ini, efek samping yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Nyeri di belakang telinga
  • Rasa tidak nyaman di wajah
  • Pembengkakan
  • Memar
  • Sulit membuka mulut

Meski prosedur ini tergolong tindakan yang minim trauma, risiko mengalami komplikasi tetap ada. Berikut beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Infeksi
  • Nyeri di area ujung benang
  • Akumulasi darah (hematoma)
  • Benang putus
  • Benang bergeser
  • Benang dapat terlihat

Hukum-tanam-benang-dalam-Islam

Hukum Tanam Benang dalam Islam

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya, “Apakah Islam memperbolehkan kita melakukan prosedur tanam benang?”

Dalam sebuah hadist, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.” (Hadits riwayat Muslim dan riwayat Bukhari).

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari menyatakan bahwa perempuan tidak boleh merubah sesuatu dari bentuk asal yang telah diciptakan Allah, baik menambah atau mengurangi agar kelihatan bagus.

Misalnya, seorang perempuan yang alisnya berdempetan, kemudian ia menghilangkan (bulu alis) yang ada di antara keduanya, agar kelihatan cantik atau sebaliknya.

Tanam benang merupakan salah satu upaya untuk mengubah ciptaan Allah, maka jika dikaitkan dengan hadits di atas, metode tanam benang adalah suatu yang haram.

Dari Ahmad Dahlan yang berpatokan kepada pendapat Imam Nawawi menyatakan “boleh” bagi perempuan yang bersuami asalkan mendapat ijin dari suaminya, sedang yang belum bersuami haram secara mutlak.

Moslem Fellas, Islam memerintahkan seorang muslim untuk mensyukuri fisik yang ada tanpa merubahnya.

Kalau ingin merubah, maka ubahlah mental dan akhlak kita menjadi lebih baik karena di situ letak daya tarik hakiki dari seorang wanita.

Moslem Fellas, itulah hukum tanam benang dalam Islam yang wajib kita pahami. Semoga kita bisa menjadi muslimin yang selalu taat kepada Allah SWT. Aamiin.



Buat Tulisan
4 Manfaat Leunca untuk Tubuh yang Penting Diketahui
Previous
4 Manfaat Leunca untuk Tubuh yang Penting Diketahui
9 Manfaat Biji Semangka Ini Sangat Penting Didapatkan
Next
9 Manfaat Biji Semangka Ini Sangat Penting Didapatkan
Related Articles
Back to
top