x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kenali dan Pahami Takdir Allah Sebelum Menyalahkan Keadaan


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Seorang mukmin yang beriman harus mencakup 6 rukun, dan yang terakhir adalah beriman kepada takdir Allah, baik itu takdir baik maupun takdir buruk. Jika salah memahami keimanan dalam takdir tentu saja akan berakibat fatal. Dalam memahami keimanan dalam takdir, terdapat beberapa masalah yang harus kita mengerti terlebih dahulu.

Memahami Qodho dan Qodar

Dalam pembahasan ini, kita sering mendengar dua istilah yang terdengar serupa tapi berbeda yaitu qodho dan qodar. Memiliki arti yang sama jika disebut salah satunya, tapi akan menjadi arti yang berbeda jika disebutkan secara bersamaan.

Qodho’ artinya adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu. Sedangkan qodar artinya adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali. Dengan begitu qodar ada lebih dulu lalu disusul dengan qodho.

Takdir baik dan takdir buruk

Dalam hidup, terkadang kita mengalami takdir yang bersifat baik dan takdir yang buruk. Pada takdir baik, jelas kita akan berpikir ada maksud baik di dalamnya. Tapi, bukan berarti takdir buruk diberikan karena Allah menginginkan keburukan untuk kita.

Sobat Moslem, terkadang kita yang hanya sebagai hamba-Nya saja sudah berani menilai baik buruknya takdir yang Allah berikan.  Sesungguhnya, semua yang Allah berikan kepada kita terdapat kebaikan dan hikmah jika kita menjalaninya.

Maka terkadang, keburukan terjadi bisa karena teguran dari Allah karena perbuatan kita sendiri yang tidak baik. Bukan hanya semata Allah memberikannya begitu saja.

Perlu kita perhatikan, bahwa takdir buruk memiliki kebaikan disisi yang lainnya. Allah berfirman yang artinya,

 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar Ruum : 41)

Kerusakan yang terjadi pada akhirnya akan menimbulkan hikmah dan kebaikan dibaliknya. Karena itu, keburukan yang terjadi dalam takdir bukanlah suatu keburukan yang hakiki, percayalah akan ada hasil akhir yang berupa kebaikan.


Baca Juga:


Takdir bukanlah tempat untuk bersandar

Sebagian dari kita salah dalam menanggapi takdir, mereka hanya pasrah terhadap takdir dan tidak melakukan usaha untuk merubahnya. Inilah yang dimaksud kesalahan yang nyata. Padahal, Allah memerintahkan kita untuk berusaha dan melarang kita untuk bersikap malas. Rasulullah SAW bersabda yang artinya,

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)( Al Irsyaad ilaa Shahiihil I’tiqad)

Berusahalah sekuat tenaga, sebisa kemampuan kita. Namun jika sesuatu yang kita inginkan tetap tidak tercapai, maka jangan berputus asa. Karena Allah telah memiliki takdir dan jalan yang lain.

Buah dari Mengimani Takdir

Salah satu hasil dar beriman kepada takdir adalah hati yang menjadi tenang dan tidak merasa risau dalam menjalani hidup ini. Jika kita mengetahui bahwa musibah itu datang karena takdir Allah, maka kita yakin bahwa hal itu pasti terjadi dan tidak seorang pun dapat lari darinya.

Dari Ubadah bin Shomit, beliau pernah mengatakan kepada anaknya, “Engkau tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk dan engkau harus mengetahui bahwa apa saja yang akan menimpamu tidak akan luput darimu dan apa saja yang luput darimu tidak akan menimpamu. Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takdir itu demikian. Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak beriman seperti ini, maka dia akan masuk neraka.” (Shohih. Lihat Silsilah Ash Shohihah no. 2439)

Sehingga, bila kita memahami takdir Allah dengan benar, tentu saja kita akan menyikapi segala musibah yang ada dengan tenang. Hal ini akan berbeda dengan orang-orang yang tidak beriman kepada takdir, karena kesedihan dan gelisah akan terus datang meghampiri. Semoga kita  dimudahkan oleh Allah untuk bersabar dalam menghadapi segala cobaan yang merupakan takdir Allah. Aamiin..

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Tidak Berlebihan Makan Contoh Nyata Mengikuti Kebiasaan Rasulullah, Lho!
Previous
Tidak Berlebihan Makan Contoh Nyata Mengikuti Kebiasaan Rasulullah, Lho!
Pacaran Ala Islam, Memangnya Ada?
Next
Pacaran Ala Islam, Memangnya Ada?
Related Articles
Back to
top