x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

6 Syarat New Normal Menurut WHO, Apakah Indonesia Layak Menjalankan New Normal?


Syarat new normal menurut WHO

Sumber: Faridferre.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Indonesia mungkin tak lama lagi akan menerapkan sistem new normal sebagai upaya untuk mengembalikan perekonomian di tengah pandemi COVID-19 ini.

Mengutip dari Detik.com, pada Selasa (26/5/2020) siang kemarin, Presiden Joko Widodo sempat berkunjung ke Kota Bekasi untuk mengecek persiapan program new normal yang diadakan di Bekasi.

Lalu, sebenarnya, seperti apa syarat new normal menurut WHO yang diperlukan agar suatu negara dapat berfungsi kembali dan menjalankan roda perekonomian? Berikut ini penjelasannya!

Pengertian new normal

Sumber: suara.com

Mengendalikan Pandemi COVID-19 Itu Tidak ‘Instan’

Dr. Hans Henri P. Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa, memberikan penjelasan tentang apa saja syarat yang harus dipenuhi dan dibutuhkan bagi suatu negara untuk bisa melaksanakan "new normal."

"Saat mempertimbangkan perubahan, harus diakui bahwa tidak ada 'kemenangan yang didapat dengan cara cepat'. Kita mungkin perlu menyesuaikan langkah-langkah dengan cepat, memperkenalkan dan menghapus pembatasan, meredakan pembatasan secara bertahap, sambil terus memantau efektivitas tindakan-tindakan ini, dan juga respons public (masyarakat)," tegas Dr. Hans.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada akhirnya, perilaku masing-masing masyarakat di suatu negara-lah yang akan menentukan perilaku dari virus COVID-19 ini, Moslem Fellas. Maka, akan sangat membutuhkan ketekunan dan kesabaran, karena tidak ada jalur cepat untuk bisa kembali normal.

Apa saja syarat new normal

Sumber: Okezone.com


Baca Juga:


Syarat New Normal Menurut WHO

Berikut ini beberapa syarat new normal menurut WHO, mengutip pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Harus menunjukkan bukti bahwa transmisi COVID-19 bisa dikendalikan;
  • Kapasitas sistem kesehatan dan kesehatan masyarakat termasuk rumah sakit tersedia untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak dan mengkarantina pasien yang terinfeksi;
  • Risiko wabah diminimalkan dalam pengaturan tinggi, terutama di rumah-rumah para lanjut usia, fasilitas kesehatan mental, dan orang-orang yang tinggal di tempat-tempat ramai;
  • Menetapkan langkah-langkah pencegahan di tempat kerja, dengan melakukan jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, serta etiket pernapasan di tempatnya;
  • Risiko pencegahan imported case dapat dikelola; dan
  • Masyarakat memiliki suara dan ikut terlibat dalam transisi baru ini.

Memasuki new normal

Sumber: Tirto.ID

Dr. Hans juga menyebutkan pentingnya kolaborasi dan kerjasama antara negara, pemerintah, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam menangani pandemi COVID-19 dan menuju new normal ini.

“Jika suatu negara tidak memiliki kesiapsiagaan yang memadai, jika tenaga kesehatan tidak dilatih, diperlengkapi dan dilindungi, jika warga negara tidak diberi informasi dengan berbasis bukti, maka pandemi akan menyapu komunitas dan masyarakat, bisnis dan sistem kesehatan, mengambil nyawa dan mata pencaharian secara bersamaan,” ungkapnya.

Itulah 6 syarat new normal menurut WHO bagi suatu negara. Lalu, menurut Moslem Fellas, apakah Indonesia sudah memenuhi keenam syarat new normal COVID-19 yang dituturkan Organisasi Kesehatan Dunia tersebut?

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
5 Pasangan Artis yang Menikah saat Pandemi COVID-19
Previous
5 Pasangan Artis yang Menikah saat Pandemi COVID-19
Mengalami KDRT? Mental Mulai Kacau? Ini Layanan Konseling Online Gratis Selama Pandemi
Next
Mengalami KDRT? Mental Mulai Kacau? Ini Layanan Konseling Online Gratis Selama Pandemi
Related Articles
Back to
top