x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Yakin Sholatmu Sah? Inilah Keutamaan Syarat Ibadah Diterima


syarat-ibadah-diterima

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Menjalani sholat, tadarus, dzikir, dan bentuk ibadah lainnya sehari-hari sudah kita lakukan. Semata tunduk pada perintah Allah SWT mewajibkan seluruh hamba untuk beribadah kepada-Nya.

Dengan pengharapan Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah kita amalkan. Namun, yakinkah kalau semua yang kita lakukan tersebut termasuk dalam syarat ibadah diterima?

Tentu saja, apabila memenuhi syarat-syarat diterimanya amal sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Syarat ibadah diterima dan mendapatkan pahala-Nya

Secara garis besar syarat ibadah diterima ada tiga, yaitu iman, ikhlas, dan ittiba’. Tiga perkara ini sangatlah krusial saat kita menjalani ibadah kita. Mengapa demikian?

Iman

Secara bahasa Arab, mayoritas orang mengartikan iman sebagai tashdîq (membenarkan atau meyakini kebenaran sesuatu), thuma’ninah (ketentraman), dan iqrâr (pengakuan).

Makna yang ketiga inilah yang paling tepat. Iman merupakan iqrâr (pengakuan) hati yang mencakup:

  • Keyakinan hati, yakni meyakini kebenaran berita.
  • Perkataan hati, yakni ketundukan terhadap perintah.

Dapat disimpulkan bahwa iman tersebut berupa keyakinan yang diikuti dengan kecintaan sekaligus ketundukan terhadap segala yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT .

Selain rukun yang selama ini kita ketahui, iman juga memiliki bagian-bagian. Bahkan dalam sabda Rasulullah SAW disebutkan,

“Iman mempunyai 73 lebih atau 63 lebih bagian, yang paling utama adalah perkataan Laa ilaaha illa Allâh, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu adalah satu bagian dari iman.”

Allah SWT juga pernah berfirman,

 “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan padanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan pada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97]

membaca-alquran

Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas artinya memurnikan. Sejatinya makna ikhlas memurnikan niat dalam beribadah kepada Allah, semata-mata mencari ridha-Nya dan mengharapkan pahala atau keuntungan di akhirat.

Di samping itu membersihkan niat dari syirik, riya’, mencari pujian, balasan, dan ucapan terima kasih dari manusia, serta niat duniawi lainnya. Sesungguhnya orang yang ikhlas itu menghendaki pahala akhirat, bukan balasan dunia.


Baca Juga:


Orang yang ikhlas menjalankan ibadahnya karena mencari ridha Allah, sebagaimana tertuang pula dalam Alquran,

“Dan barangsiapa yang berbuat demikian (yaitu memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia) sebab mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi pahala yang besar kepadanya.” [An-Nisa’/4: 114]

Ittiba’

Perkara yang berikutnya ialah mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW. Orang yang telah bersyahadat bahwa Nabi Muhammad SAW seorang utusan Allah.

Oleh karena itu, dalam syahadat terkandung bahwa hamba meyakini berita Beliau, mentaati perintah Beliau, menjauhi larangan Beliau, dan beribadah kepada Allah hanya dengan syari’at Beliau. Allah SWT juga berfirman,

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali-Imran: 85]

Maka apabila mencari perkara baru dalam agama ini, tentu tertolak.

Diharamkan perbuatan membuat ibadah yang tidak diperintahkan dan tidak dituntunkan oleh Rasul, dan mengharamkan perbuatan membuat sifat ibadah meski asal ibadah itu disyari’atkan, sebab menyelisihi tuntunan Nabi.

Mengenai waktunya, sifatnya, dan tak boleh menambahkan ibadah yang tidak dituntunkan, entah itu berupa amalan atau perkataan.

wudhu

Itulah perkara syarat ibadah diterima oleh Allah SWT. Semoga amal yang kita lakukan sampai saat ini memenuhinya, dan semoga Allah selalu membimbing kita semua di atas jalan yang lurus. Aaaamiiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Manfaat Sagu Sebagai MPASI Untuk Persiapan Si Kecil Menerima Makanan Padat
Previous
Manfaat Sagu Sebagai MPASI Untuk Persiapan Si Kecil Menerima Makanan Padat
4 Trik DIY Mengakali Baju Kekecilan Jadi Barang ‘Baru’ Lagi
Next
4 Trik DIY Mengakali Baju Kekecilan Jadi Barang ‘Baru’ Lagi
Related Articles
Back to
top