x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Bolehkah Mengonsumsi Susu Sapi Mentah?


Susu-sapi-mentah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Perlu kamu ketahui bahwa ada beberapa bahan makanan yang lebih baik jika dikonsumsi dalam keadaan mentah dan segar.

Tapi, apakah susu sapi mentah termasuk yang baik untuk dikonsumsi? Ternyata hal itu masih cukup menjadi perdebatan hingga saat ini.

Mengonsumsi Susu Sapi Mentah Lebih Berisiko

Terdapat klaim yang mengungkapkan bahwa susu sapi mentah memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan susu hasil pasteurisasi.

Padahal, tidak seluruh proses pemerahan susu sapi itu aman dan terjaga kebersihannya, lho! Pemerahan susu sapi sangat rentan dengan kontaminasi bakteri dan kotoran.

Jadi, bolehkah mengonsumsi susu sapi dalam keadaan mentah?

Susu sapi mentah ialah susu yang baru saja diperah langsung dari sapi dan belum melalui berbagai proses apapun, alias masih susu murni.

Pada dasarnya, susu sapi yang belum diperah sangat steril dan bebas dari bakteri maupun kotoran sapi itu sendiri.

Namun, proses pemerahan itu sendirilah yang membuat susu sapi bisa jadi terkontaminasi oleh bakteri dari kulit dan feses sapi, peralatan perah, tangan pemerah dan juga tempat penyimpanan susu setelah diperah.

Apakah-boleh-konsumsi-susu-sapi-mentah

Susu murni memang sangat tinggi dengan kandungan nutrisi dan air juga memiliki tingkat keasaman yang cukup netral.

Kedua kondisi tersebut yang membuat susu sapi mentah menjadi tempat ideal untuk kuman dan bakteri berkembang biak.

Bakteri yang cukup berbahaya dan terdapat di dalam susu sapi mentah ialah Salmonella, E.coli, Campylobacter, S. aureus, Yersinia enterocolitica, dan Listeria monocytogenes.

Bakteri-bakteri itu baru bisa mati saat susu sudah dipanaskan dalam suhu tertentu. Metode yang paling umum digunakan untuk membunuh bakteri di dalam susu mentah ialah pasteurisasi dan ultra-heat treatment (UHT).

Bakteri yang ada di dalam susu mentah bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan untuk tubuh kamu.

Masalah yang palling umum terjadi ialah keracunan makanan. Gejala utama yang dialami umumnya mual, muntah, diare, nyeri perut, demam, hingga dehidrasi.

Sebagian besar orang yang mengalami keracunan makanan memang bisa pulih dengan cepat.


Baca Juga:


Namun, jika keracunan makanannya sangat parah bisa mengakibatkan sindrom hemolitik uremik yang akan merusak ginjal, penyakit peradangan, hingga kematian.

Nah, mengonsumsi susu mentah akan lebih berisiko pada anak-anak, lansia, wanita hamil dan orang-orang yang memiliki sistem imun lemah.

Selain itu, susu sapi mental juga memiliki bakteri Listeria yang bisa berbahaya bagi wanita hamil.

Bakteri itu bisa menimbulkan penyakit pada janin, keguguran, hingga risiko kematian pada bayi baru lahir.

Wanita hamil juga sangat rentan mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi karena infeksi bakteri.

Itulah yang membuat wanita hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi susu sapi mentah.

Proses pasteurisasi itu sendiri sangat bermanfaat untuk membunuh bakteri yang ada di dalam susu mentah.

Namun, banyak juga yang beranggapan bahwa proses itu justru akan merusak kandungan nutrisi pada susu dan menimbulkan intoleransi laktosa.

Dikutip dari lama US Food & Drug Association, ada beberapa anggapan keliru mengenai susu sapi, yaitu:

Susu-sapi

  1. Proses pemanasan merusak kandungan nutrisi susu

Mengonsumsi susu sapi mentah lebih baik karena proses pasteurisasi bisa merusak kandungan protein, lemak, dan nutrisi lainnya pada susu sapi.

  1. Susu mentah mengandung antimikroba sehingga aman dikonsumsi

Susu mentah memang memiliki senyawa antimikroba. Namun, senyawa itu hanya bisa menghambat proses pembusukan, tidak bisa membunuh bakteri berbahaya.

Sobat itulah penjelasan mengenai risiko susu sapi mentah. Oleh sebab itu, akan lebih aman jika kamu mengonsumsi susu sapi yang sudah melalui proses sterilisasi sehingga tidak khawatir dengan bakteri yang ada di dalamnya.



Buat Tulisan
Perbedaan Buah Pir Atau Apel Berdasarkan Kandungannya
Previous
Perbedaan Buah Pir Atau Apel Berdasarkan Kandungannya
Inilah Jenis Buah yang Tidak Baik Disimpan di Kulkas
Next
Inilah Jenis Buah yang Tidak Baik Disimpan di Kulkas
Related Articles
Back to
top