x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Wisata Religi

5 Tradisi Unik Suku di Indonesia


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Mungkin selama ini kita sudah mengetahui kalau suku di Indonesia ada banyak sekali dan tersebar di setiap pulau. Namun, sudahkah kita meresapinya di dalam hati dan mencoba untuk menghargai kekayaan tersebut?

Semboyan ‘Bhinneka tunggal Ika’ yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu kerap diperdengarkan, tapi sudahkah kita sepenuhnya memahami kemajemukan Indonesia yang terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, ras, agama, hingga bahasa.

Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia telah dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Kondisi ini tercermin dari adat istiadat, kekerabatan, bahasa, kesenian, maupun ciri fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda.

Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, tentulah punya kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsa tersebut dan memiliki naluri ilmiah untuk menjaga tradisi turun temurun.

Beberapa tradisi dan adat istiadat unik mungkin ada yang belum kamu ketahui. Padahal bisa bikin bangga kita sebagai orang Indonesia, lho, karena memang hanya bisa ditemukan di Tanah Air. Apa sajakah itu?

  • Ritual Tiwah di Kalimantan Tengah

Ada tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah lama meninggal di Kalimantan Tengah. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak, yakni prosesi pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung.

Tujuan yang diyakini adalah untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau Surga. Di samping itu, ritual unik ini juga bertujuan untuk melepaskan duka maupun kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

  • Tradisi Potong Jari di Papua

Tradisi yang terbilang ekstrem ini memang sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani di Pulau Papua. Potong jari merupakan tradisi untuk menunjukkan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga.     

Jari mempunyai makna yang lebih dalam bagi suku Dani, yaitu simbol dari bentuk kerukunan, kebersatuan, serta kekuatan dalam diri manusia maupun sebuah keluarga.


Baca juga:


  • Tabuik di Sumatera Barat

Tabuik dalam bahasa Arab memiliki arti kata tabut atau mengarak. Hingga sekarang tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di Pantai Barat, Sumatera Barat secara turun menurun.

Upacara tabuik digelar setiap tahun di hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Upacara tabuik menjadi simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam sekaligus rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW.

  • Gigi Runcing Suku Mentawai di Kalimantan

Bagi suku Mentawai, seorang wanita yang cantik harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, telinganya yang panjang. Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau terlukis berupa tato.

Ketiga, memiliki gigi runcing. Sejak dahulu, tradisi untuk meruncingkan gigi ini diyakini akan menambah kecantikan sang wanita.

  • Dugderan di Semarang

Menjelang bulan puasa, biasanya di kota Semarang akan ramai dengan acara dugderan. Tradisi yang sudah ada sejak dahulu ini merupakan penanda bahwa bulan puasa telah datang.

Salah satu ciri khas dari dugderan adalah arak-arakan warak ngendok, yaitu binatang rekaan yang memiliki tubuh kambing, berkepala naga, serta memiliki kulit sisik emas.

Sesungguhnya ratusan suku di Indonesia bila ditelusuri lebih jauh masih sangat kaya akan adat istiadat khas masing-masing. Hal tersebut tentunya perlu kita lihat sebagai kebesaran Allah SWT yang menciptakan manusia dengan keragaman. Bila kita berpikir, akan ada hikmah dan kebijaksanaan yang timbul sebagai cara mensyukurinya.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Tips Interior Desain Toko Baju untuk Menarik Pelanggan
Previous
5 Tips Interior Desain Toko Baju untuk Menarik Pelanggan
6 Fakta Unik Soal Rendang, Si Pemenang Kuliner Terlezat di Dunia
Next
6 Fakta Unik Soal Rendang, Si Pemenang Kuliner Terlezat di Dunia
Related Articles
Back to
top