x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Kisah Insipiratif Stephanie Kurlow, Penari Balet Berhijab dari Australia


Stephanie-kurlow

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Stephanie Kurlow, gadis asal Australia yang berambisi jadi menjadi penari balet yang mengenakan hijab pertama di dunia.

Setiap orang memiliki cita-cita yang ingin digapai. Namun, menggapai sebuah mimpi besar tidaklah pernah mudah.

Proses panjang dan penuh rintangan mungkin dirasakan oleh mereka yang setia mengejar mimpinya.

Sebagai seorang Muslim, menggunakan hijab memang bukan suatu halangan melakukan berbagai aktivitas atau bahkan meraih cita-cita. Hal ini pun dibuktikan oleh gadis cantik asal Australia bernama Stephanie Kurlow.

Nama Stephanie Kurlow tiba-tiba menjadi viral lantaran mimpinya. Remaja 15 tahun asal Sydney itu ingin tampil sebagai penari balet pertama yang mengenakan hijab, bukan hanya di Australia namun dunia.

Stephanie sangat menyukai tari balet dan memulai karirnya sejak usia 2 tahun. Namun, sepanjang karirnya tidak melulu berjalan lurus. Ia pernah merasakan pasang surut dalam karirnya.

Ketika ia dan keluarganya memeluk Islam dan memutuskan untuk berhijab di 2010, dia sempat berhenti menjadi penari. Sebab, tak mudah menjadi kaum minoritas di negeri asalnya.

Selain itu, semangat Stephanie sempat kendur untuk menjadi seorang penari balet profesional. Alasannya, tak ada sekolah tari di Sydney yang mau menerima peserta didik yang berhijab.

Namun, setelah melihat Noor Tagouri, seorang pembawa berita dari Amerika Serikat yang mengenakan hijab, mimpi Kurlow kembali menyala.

kisah-stephanie-kurlow

Selain itu, kesuksesan Michaela De Pricae dan Misty Copeland, balerina profesional Afrika-Amerika pertama, juga menginspirasi Kurlow untuk terus berlatih sehingga menjadi balerina sukses.

Setelah tiga tahun vakum, barulah gadis keturunan Australia dan Rusia ini berkomitmen bila hijab harusnya tak jadi halangan mewujudkan cita-citanya menjadi penari balet profesional.

Dikutip dari wolipop.detik.com, Stephanie mengungkap kisah, dukungan, hingga tantangan yang membuatnya berdiri sekarang ini.

“Ketika aku berhenti balet selama tiga tahun aku melihat Zahra Lari, dia adalah wanita berhijab pertama yang menjadi ice skater profesional. Itu seperti hal pertama yang terdekat dengan menari. Aku sangat terinspirasi olehnya dan mulai melakukan balet lagi, sekarang aku melakukan balet secara penuh, 25 jam dalam satu minggu.” Minggu (19/2/17).


Baca Juga:


Baginya tantangan terbesar dari melakukan balet dengan hijab bukanlah ruang gerak yang terbatas karena penutup kepala. Komentar negatif dari orang-orang yang mem-bully ia di media sosial adalah halangan terbesar yang ia rasakan.

Perjuangan Stephanie menjadi hijabers pertama yang melakukan balet dimulai di tahun 2016. Kala itu ia mengadakan kampanye sekaligus menggalang dana di situs projek pengumpulan uang untuk masyarakat muslim yang menginspirasi, LaunchGood.

Stephanie berharap bisa mengumpulkan uang 10.000 AUD atau sekitar Rp 100 jutaan untuk membuktikan bahwa agama tidak menjadi penghalang meraih kesuksesan di bidang seni pertunjukan.

Perjuangannya berujung manis, pengumpulan dana itu membawanya lebih dekat untuk menjadi penari balet profesional.

Bahkan sukses meraih angka 75.000 AUD atau sekitar 750 juta yang lalu ia gunakan untuk masuk ke sekolah balet di tahun 2017.

kisah-mengispirasi-wanita-hijab-stephanie-karlow

Tidak hanya menjadi seorang profesional balerina, Stephanie juga aktif dalam berbagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan perempuan, pemuda, dan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan pengaruh positif bagi orang-orang yang berbeda latar belakang ras dan budaya.

Di samping itu, cerita di balik semangatnya dalam mewujudkan mimpi untuk menjadi seorang ballerina serta membuktikan pada dunia, bahwa perempuan berhijab-pun mampu berkarya di atas panggung seni balet.

Stephanie memiliki satu impian besar lainnya. Setelah menjadi penari balet profesional nanti, dia bercita-cita untuk membuka studio balet miliknya sendiri. Sekolah ini terbuka untuk semua ras dan agama.

Sobat Moslem, jangan pernah takut untuk terus bermimpi dan berusaha mewujudkan cita-cita kamu, ya! Semoga kisah Stephanie Kurlow di atas bisa memotivasi kamu untuk tidak menyerah dalam mewujudkan mimpi-mimpi.



Buat Tulisan
Kenali 5 Jenis Tanaman Herbal Untuk Rambut Rontok, Terbukti Ampuh
Previous
Kenali 5 Jenis Tanaman Herbal Untuk Rambut Rontok, Terbukti Ampuh
Hal-hal yang Harus Diketahui Sebelum Pemakaian Sheet Mask
Next
Hal-hal yang Harus Diketahui Sebelum Pemakaian Sheet Mask
Related Articles
Back to
top