x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sosial Media dalam Islam, Ada Etika Menggunakannya


 

Sosial media dalam Islam

Sumber: Google.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ilmu pengetahuan dan teknologi pada dasarnya dua hal berkaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Seiring berkembangnya zaman, teknologi sebagai terapan ilmu juga ikut berkembang dan mendorong manusia dalam kehidupan.

Salah satu contohnya dalam teknologi informasi dan komunikasi yang berjalan semakin pesat, dimulai dari kelahiran internet dan media digital.

Sosial media juga memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat, sebab memudahkan untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi secara intens tanpa batas ruang dan waktu. Nah, bagaimanakah pandangan terhadap sosial media dalam Islam?

Sosial media dalam Islam

Sejak dahulu kala, Rasulullah selalu menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu. Pasalnya, menuntut ilmu termasuk kewajiban setiap muslim. Menyikapi sosial media dalam Islam, sosial media sendiri merupakan produk dari ilmu yang dicurahkan untuk memudahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Almanhaj, para ulama membuat kaidah-kaidah ushul fiqih dengan tujuan agar mampu memberikan jawaban yang tidak secara gamblang tertera di dalam Alquran, as-sunnah, maupun ijma’.

Dalam hal ini para ulama memiliki kaidah yaitu, “Hukum asal segala sesuatu itu diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.”

Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (QS. Al-Baqarah: 29). Imam al-Qurtubi mengatakan mengenai ayat ini yaitu, Allah ta’ala yang memberikan seluruh apa yang ada di bumi.

Ayat ini kemudian dijadikan dalil oleh para ulama bahwa segala sesuatu yang mendatangkan manfaat itu diperbolehkan kecuali jika ada dalil yang melarangnya.

Seputar sosial media

(sumber: voi.id)

Terkait hal ini, menggunakan sosial tidak cukup hanya dengan ilmu saja, tetapi harus dibekali dengan iman dan takwa. Sosial media selayaknya dua mata pisau, ketika seseorang mampu menggunakannya dalam hal yang bermanfaat, maka kebaikan akan menyertai.


Baca Juga:


Begitu pula sebaliknya, ketika seseorang tidak mampu menggunakan dalam hal yang bermanfaat atau bahkan untuk berbuat kerusakan, maka keburukan akan menyertai.

Hendaknya sebagai seorang muslim kita memanfaatkan sosial media sebagai sarana dakwah dan hal-hal positif lainnya. Tujuannya tentu agar waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia di jejaring sosial. Etika seorang muslim saat menggunakan sosial media sejatinya nyaris sama dengan etika di kehidupan nyata, yaitu agar seseorang berakhlak baik dengan cara memberi, menerima, serta membagikan hal-hal baik kepada sesama dengan tujuan menjadi hamba Allah yang bertakwa.

Berikut ini adalah dhawabit (batasan-batasan) terkait sosial media yang dikumpulkan ulama:

Sosial media

(sumber medium)

  1. Tidak meninggalkan sesuatu yang telah diwajibkan oleh syariat.
  2. Tidak terjerumus pada hal-hal yang diharamkan, misalnya dengan melazimi segala sesuatu yang telah disyariatkan agar tidak mufah terjerumus pada dosa ghibah, namimah, ataupun membuka aib saudaranya.
  3. Selalu memperhatikan waktu, agar tidak terbuang sia-sia mengerjakan hal yang tidak bermanfaat.
  4. Selalu mematuhi perundang-undangan tentang teknologi.
  5. Diharamkan untuk melakukan hal-hal seperti ghibah, fitnah, menyebarkan permusuhan dan kebencian, melakukan bullying, hingga permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan.
  6. Menyebarkan kabar bohong (hoax).
  7. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i.
  8. Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, padahal secara moral konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik.

Islam bukanlah agama yang menutup diri dari kemajuan teknologi, tapi bersamaan dengan itu agama kita telah memberi batasan-batasan dalam penggunaannya.

Batasan sosial media dalam Islam telah disimpulkan demi kemaslahatan umat manusia itu sendiri. Segala sesuatu apabila diketahui membahayakan manusia baik kesehatan, akhlaq, atau keimanannya, maka harus segera dihindari. Oke, Moslem Fellas?

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Ternyata Ini Penyebab Mimisan yang Bisa Segera Diatasi
Previous
Ternyata Ini Penyebab Mimisan yang Bisa Segera Diatasi
Apakah Bahaya Air Kencing Di Kolam Renang?
Next
Apakah Bahaya Air Kencing Di Kolam Renang?
Related Articles
Back to
top