x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Setiap Gerak-Gerik Diawasi Allah, Sudahkah Kita Muraqabah?


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Merasa diawasi oleh Allah SWT atau disebut juga sikap muraqabah, artinya apabila seorang manusia memahami dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu mengawasi segala gerak lahir dan batinnya.

Perilaku seorang hamba yang senantiasa memahami dan meyakini dirinya di bawah pengawasan inilah yang disebut muraqabah.

Sikap muraqabah menjaga dan menentramkan hati

Arti harfiah dari ‘muraqabah’ ialah meletakkan sesuatu di bawah perhatian, penantian, pengawasan, dan hidup di bawah perasaan sedang diawasi.

Adapun muraqabah ini merupakan hasil dari pengetahuan seseorang yang meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi, melihat, mendengar, sekaligus mengetahui semua perbuatannya setiap saat, setiap tarikan nafas dan setiap kejapan mata.

Beberapa dalil di bawah ini menunjukkan keharusan setiap Muslim agar selalu merasa diawasi oleh Allah, seperti dalam Q.S Al-Baqarah ayat 235, “...dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dirimu, maka berhati-hatilah.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat ini, bahwa Allah mengancam para laki-laki yang mempunyai maksud buruk dalam urusan wanita.

Di sisi lain, Sang Maha Melihat juga memberikan petunjuk agar memperbanyak kebaikan untuk disimpan dalam hati dibandingkan keburukan.

Walaupun terkait dengan zaman kenabian yang kala itu ada perhatian laki-laki terhadap wanita yang ditinggal mati suami, tetapi secara umum memang demikianlah.

Sejatinya Allah Maha Mengetahui semua apa yang disembunyikan di dalam hati. Tentu hal ini menuntut setiap orang untuk selalu merasa dilihat dan diawasi oleh-Nya.

Sikap ini pada akhirnya menjadi asas bagi semua amalan hati sekaligus sebagai tiang bagi semua perilaku selama di dunia. Kita mampu bersikap tenang dan khusyu’ dalam menjalankan ibadah, serta berhati-hati dalam gerak-geriknya. Bahkan Rasulullah SAW telah menjadikan semua pokok dan semua cabang amalan hati terangkum sebagai muraqabah,

”(Ihsan ialah) apabila engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Maka apabila engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” (HR. Al-Bukhari)

Apabila pemahaman ini diajarkan kepada anak-anak sejak dini, maka sejatinya mereka bisa menjadi hamba-hamba Allah yang khusyu’, bertaqwa, ikhlas, dan tentunya berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia ini.


Baca Juga:


Adanya sikap tenang dalam melaksanakan kewajiban beribadah, itulah yang mendatangkan konsenterasi, ketundukan, kekhusyu’an, dan terhimpunnya hati ketika beribadah.

Kita tidak perlu pengingat, dalam diri sudah biasa melakukan ibadah didasari niat kepada Allah. Begitu pula cara untuk menghindari perbuatan maksiat.

Sudahkah kita muraqabah?

Langkah pertama dalam muraqabah ialah mendahulukan apa yang didahulukan oleh Allah dan mengutamakannya di bagian terdalam dari keinginan internal kita.

Tak lupa membesarkan apa yang dianggap besar oleh Allah dengan menjadikannya berada di atas kepala kita, sekaligus menganggap kecil apa yang dianggap kecil oleh Allah dengan menyingkirkannya dari dalam hati kita.

Ingatlah muraqabah akan membersihkan ibadah dan kepatuhan kepada Allah dari kotoran hati sehingga yang tersisa hanyalah segala hal yang dikehendaki Allah.

Sikap ini akan bekerja selayaknya sebuah alat penyaring membersihkan kotoran. Kembali ke hakikat sikap muraqabah sebagai upaya sungguh-sungguh yang dilakukan seseorang agar perasaan dan pikirannya tidak dikotori apa pun.

Hal ini termasuk saat sedang bersendirian, karena kita merasa bahwa diri ini selalu disaksikan dan diawasi setiap saat.

Semakin kuat muraqabah kita, maka akan semakin menimbulkan rasa malu sekaligus rasa cinta, tunduk, khusyu’, takut, beserta pengharapan yang besar kepada Allah.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Tempat Makan Di Grand Indonesia yang Keren dan Nggak Nguras Kantong
Previous
5 Tempat Makan Di Grand Indonesia yang Keren dan Nggak Nguras Kantong
Tak Kita Sadari, Ternyata Ini 8 Dosa Penghalang Jodoh
Next
Tak Kita Sadari, Ternyata Ini 8 Dosa Penghalang Jodoh
Related Articles
Back to
top