x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sifat Terpuji Nabi Nuh Selama Dakwah Ratusan Tahun


sifat-terpuji-nabi-nuh

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Nabi Nuh merupakan nabi utusan Allah yang keempat sesudah Adam, Syith, dan Idris.

Dari Allah, Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dalam masa fatrah yaitu masa kekosongan di antara dua Nabi di mana biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi dan kembali syirik meninggalkan amal kebajikan dan berbuat maksiat.

Teladan sifat terpuji Nabi Nuh tercantum di dalam Alquran, selama ratusan tahun Beliau tiada henti menyampaikan dakwah untuk kaumnya yang tersesat.

Sifat Terpuji Nabi Nuh yang Harus Dicontoh

Ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah kaumnya, mereka sedang menyembah berhala yang dianggap dapat membawa kebaikan serta menolak segala kesengsaraan dan kemalangan.

Berhala-berhala tersebut diberi nama-nama yang silih berganti menurut kehendak dan kebodohan mereka.

Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka Wadd dan Suwa, lalu terkadang disebut Yaguts, dan bila sudah bosan diganti lagi dengan nama Yatuq dan Nasr.

Sifat terpuji Nabi Nuh selalu terpancar seiring Beliau berdakwah kepada kaumnya yang sudah jauh tersesat oleh iblis itu, dengan sabar mengajak mereka meninggalkan perbuatan syirik dan penyembahan berhala.

Nabi Nuh terus mengajak kepada tauhid menyembah Allah dan melakukan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya.

Berbagai-sifat-terpuji-nabi-nuh

Allah berfirman,

"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun," (QS. Al-'ankabut: 14).


Baca Juga:


Beliau telah berdakwah siang dan malam secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, Beliau terus berdakwah tanpa merasa bosan dan penat, menghadapi tulinya telinga dan kerasnya hati mereka.

Allah lalu mewahyukan pada Beliau,

"Diwahyukan kepada Nuh, 'Ketahuilah, tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), sebab itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat," (QS. Hud: 36).

Bahkan di jangka waktu yang sangat lama itu hanya sedikit sekali yang beriman, sebagian besar lainnya tetap ingkar. Mereka yang mengikuti ajaran Allah pun terdiri dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah.

Sedangkan orang yang kaya, berkedudukan tinggi dan terpandang dalam masyarakat, yang merupakan para pembesar dan penguasa tetap membangkang, tidak mempercayai Nabi Nuh. Mereka semua mengingkari dakwahnya dan bahkan berusaha dengan mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan usaha dakwah Nabi Nuh.

Nabi-nuh

Nabi Nuh pun mengangkat tangan berdoa dan menyatakan kepada Allah yang artinya,

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang lalim itu selain kebinasaan” (QS. Nuh: 26-28).

Doa Beliau dikabulkan oleh Allah, karena mereka yang sesat menerima hukuman Allah yaitu mati tenggelam di tengah air bah. Sementara Nabi Nuh dan kaum yang taat selamat di dalam kapalnya.

Sifat terpuji Nabi Nuh merupakan sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi, yaitu fasih dan tegas dalam kata-katanya, bijaksana, dan sabar dalam segala tindakannya ketika melaksanakan tugas dari Allah. Beliau penuh kesabaran dan kebijaksanaan dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati nurani, tapi juga tegas dengan kata-kata yang tajam menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Sifat Terpuji Nabi Hud Menghadapi Kaum ‘Ad
Previous
Sifat Terpuji Nabi Hud Menghadapi Kaum ‘Ad
Mata Kering saat Hamil, Apa Penyebabnya?
Next
Mata Kering saat Hamil, Apa Penyebabnya?
Related Articles
Back to
top