x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sifat Terpuji Nabi Hud Menghadapi Kaum ‘Ad


Sifat-terpuji-nabi-Hud

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Nabi Hud merupakan seorang Nabi yang hidup di kisaran tahun 2450-2320 sebelum Masehi di wilayah Timur Hadhramaut, Yaman.

Nabi Hud diutus Allah SWT untuk kaum 'Ad yang menyembah berhala agar mereka kembali kepada kebenaran dengan menyembah Allah yang Maha Esa.

Sebelum mencari tahu sifat terpuji Nabi Hud, tentunya kita perlu tahu kisah Beliau berdakwah, ya.

Sifat Terpuji Nabi Hud yang Penting Dicontoh

Nabi Hud diutus Allah di tengah-tengah kaum bernama kaum ‘Ad, sepanjang dakwah itulah sifat terpuji Nabi Hud terus terlihat.

Kala itu kaum 'Ad adalah kaum yang diberikan kenikmatan dan kelebihan oleh Allah. Bagaimana tidak, mereka diberikan tanah yang subur, hewan ternak yang banyak, tanaman yang subur, air yang mengalir, dan berbagai kenikmatan lainnya di dunia ini. Mereka pun diberikan fisik yang kuat sehingga sering memenangkan peperangan dengan kaum lain, dikaruniai anak-anak sehat, dan lain sebagainya. Namun dengan sederet kenikmatan yang Allah berikan, ternyata menjadikan kaum 'Ad tersesat dan melupakan Allah. Kaum ini durhaka dengan menyembah berhala, mereka juga berbuat banyak kemaksiatan terlena dengan kenikmatan dunia.

Nabi Hud senantiasa mengajak kaumnya untuk bertaubat dan kembali ke jalan Allah dengan meninggalkan berhala dan menyembah Allah agar tidak mendapatkan azab, tapi kaum ‘Ad menolak dan malah menantang Beliau agar mempercepat azab Allah.

Sifat takabur kaum ‘Ad sudah demikian besarnya sehingga tidak dapat diubah oleh siapa pun. Allah pun menurunkan azab-Nya yang amat pedih, bermula dengan kekeringan sangat panjang sehingga membuat sumur dan sungai kering.

Apa-saja-sifat-terpuji-nabi-hud


Baca Juga:


Kemudian, Allah memberikan laknat berupa langit dan awan yang hitam pekat. Melihat keadaan yang sangat ganjil, mereka semua keluar rumah untuk melihat awan itu. Mereka berkata, “Itulah awan panjang, pertanda sebentar lagi hujan akan turun untuk menyiram tanah tanaman kita serta memberi minum kepada binatang-binatang ternak kita.”

Nabi Hud berkata kepada mereka,

“Itu bukan awan rahmat, tapi awan yang membawa angin samun yang akan menewaskan kamu semua, itulah angin yang penuh dengan siksa yang sepedih-pedihnya.”

Tak lama, angin dahsyat itu berembus luar biasa kencang. Binatang ternak yang sedang berkeliaran di padang terbang berhamburan, baik yang kecil maupun yang besar terbang meninggi ke angkasa.

Kisah ini tertuang dalam Alquran,

“Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin.  Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?” (QS al-Haqqah: 6-8).

Setelah kaum 'Ad yang durhaka dibinasakan, Nabi Hud bersama kaumnya yang patuh diselamatkan dan pindah ke tempat lain yang aman. Mereka senantiasa beribadah bersama hingga akhirnya Nabi Hud wafat.

Keteladanan yang dapat kita dapatkan dari kisah tersebut ialah sifat terpuji Nabi Hud berupa kesabaran dalam menghadapi kaumnya, keyakinan Nabi Hud kepada Allah yang tak pernah melemah, dan selalu Tawakkal.

Dalam kisah ini kita juga bisa mengambil hikmah agar tidak tertipu dengan kenikmatan di dunia ini, seperti kekayaan, fisik yang kuat, dan berbagai kenikmatan di dunia lain dapat membuat manusia terlena dan melupakan kewajibannya pada Allah Sang Pencipta.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Ide Mini Bekal Anak Sekolah Tidak Membosankan
Previous
Ide Mini Bekal Anak Sekolah Tidak Membosankan
Sifat Terpuji Nabi Nuh Selama Dakwah Ratusan Tahun
Next
Sifat Terpuji Nabi Nuh Selama Dakwah Ratusan Tahun
Related Articles
Back to
top