x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Bolehkah Shalat Eid Di Rumah?


Shalat ied di rumah

Sumber: Unsplash

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Tidak hanya Ramadan yang berbeda, Idul Fitri tahun ini juga begitu berbeda.

Wabah corona yang hingga kini masih mengkhawatirkan, menyebabkan banyak kegiatan yang harus ditiadakan guna meminimalisir penyebaran.

Salah satunya yakni ditiadakannya shalat berjamaah di Masjid. Lalu, bagaimana dengan shalat Eid? Apakah diperbolehkan shalat Eid di rumah? Simak ulasannya, yuk!

Hukum Shalat Eid

Shalat Eid sendiri memang diperintahkan, hal ini disebutkan dalam beberapa dalil, di antaranya dalil berikut,

“Dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2).

Dalam Zaad Al-Masiir (9:249), Ibnul Jauzi menyebutkan terdapat tiga pendapat mengenai shalat. Salah satu tafsirannya adalah perintah untuk shalat Eid.

Lalu, Bagaiman dengan Shalat Eid di rumah saat pandemi?

Dalam hal ini terdapat 2 pendapat yang berbeda, Moslem Fellas. Syaikh Prof. Dr. Khalid Al-Musyaiqih dalam Al-Ahkam Al-Fiqhiyyah Al-Muta’alliqah bi Waba’ Kuruna, menyatakan,

“Jika kita mengatakan bahwa shalat berjamaah dan shalat Jumat ditiadakan dan beralih shalat di rumah saat pandemi, demikian pula untuk shalat Eid tidak dilakukan di berbagai tempat shalat dan masjid jami karena dikhawatirkan adanya mudarat dengan berkumpulnya orang banyak. Shalat id tidak sah dilakukan di rumah sebagaimana shalat Jumat tidak sah dilakukan di rumah. Demikianlah kesimpulan yang bisa ditarik dari pendapat Ibnu Taimiyah, jika shalat id luput, tidak ada qadha. Karena shalat id itu disyaratkan dilakukan dengan ijtimak (kumpulan orang banyak).”

Sedangkan ada pendapat lainnya, yakni melakukan shalat Eid di rumah di tengah pandemi karena tidak bisa shalat di tempat terbuka secara beramai-ramai.

Ustadz Dr. Firanda Andirja menyatakan dalam tulisan di situs web beliau, “Jumhur ulama berpendapat disyariatkannya shalat Eid bagi wanita, budak, orang sakit, dan musafir meskipun sendirian dan tidak di rumah.”

Al-Imam Al-Bukhari berkata,

Bolehkah shalat ied di rumah

Sumber: Unsplash

“Jika seseorang terluput dari shalat Eid maka ia shalat dua rakaat, demikian juga para wanita, dan orang-orang yang ada di rumah-rumah dan juga di kampung-kampung. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ini adalah adalah id (hari raya) kita kaum muslimin.’

Anas bin Malik memerintahkan budaknya Ibnu Abi ‘Utbah di Az-Zawiyah, maka beliaupun mengumpulkan keluarganya dan anak-anaknya dan shalat seperti shalat orang-orang di kota dan sesuai dengan takbir mereka. Ikrimah berkata, ‘Penduduk kampung (demikian juga para petani) berkumpul tatkala Eid, lalu mereka shalat dua rakaat sebagaimana yang dilakukan oleh penguasa (yang shalat Eid di kota)”.

‘Atha’ juga berkata, ‘Jika seseorang luput dari shalat id maka ia shalat dua rakaat.’”

Kemudian, Ustadz Dr. Firanda Andirja lantas menegaskan, “Atsar Anas bin Malik di atas, dan juga atsar-atsar para tabiin dijadikan dalil oleh jumhur (mayoritas) ulama bahwasanya barang siapa yang terluput dari shalat Eid, maka hendaknya ia mengqadhanya. Yaitu ia mengqadhanya dengan shalat dua rakaat dan bertakbir sebagaimana shalat Eid biasanya. Namun tidak perlu khutbah setelah shalat. Wallahu a’lam.” Bila ingin melihat ulasan lengkapnya, kamu bisa mengunjungi situs beliau.

Maka dari itu, terdapat dua pendapat berbeda soal shalat Eid di rumah. Kamu bisa memilih shalat Eid di rumah jika tidak melaksanakannya di lapangan, atau memilih tidak shalat Eid sama sekali dan tidak ada qadha sama sekali. Wallahu a’lam bishawab.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Hukum Membayar Zakat dan Syaratnya, Dosa Besar Jika Ditinggalkan!
Previous
Hukum Membayar Zakat dan Syaratnya, Dosa Besar Jika Ditinggalkan!
Inilah Penerima Zakat Fitrah dan Waktu yang Afdhal Menunaikannya
Next
Inilah Penerima Zakat Fitrah dan Waktu yang Afdhal Menunaikannya
Related Articles
Back to
top