x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Allah Memberi Kemudahan Melakukan Shalat Bagi Orang yang Sakit


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Islam adalah agama dengan penuh kemudahan, semua yang diperintahkan oleh Islam selalu dikemas dan disesuaikan dengan kemampuan umatnya seperti ibadah shalat yang paling utama dalam Islam.

Shalat memang wajib dilakukan dalam kondisi apapun, tapi Allah memberi kemudahan saat melaksanakan shalat bagi orang yang sakit.

Allah berfirman dalam Al-Quran, yang artinya:

Maka bertakwalah kamu kepada Allah semaksimal kemampuanmu” (QS. At Taghabun: 16)

Orang Yang Sakit Tetap Wajib Shalat

Ibadah shalat diwajibkan kepada semua Muslim yang sudah baligh serta berakal atau mukallaf, orang yang terkena beban syariat.

Sedangkan yang dibolehkan untuk meninggalkan shalat adalah orang yang bukan mukallaf, seperti anak yang belum memasuki masa baligh juga orang yang tidak berakal. Hal tersebut ada pada sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yang artinya:

Pena (catatan amal) diangkat dari tiga jenis orang: orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia baligh, dan orang gila hingga ia berakal” (HR. An Nasa-i no. 7307, Abu Daud no. 4403, Ibnu Hibban no. 143, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 3513).

Demikian juga yang dibolehkan untuk meninggalkan shalat adalah wanita haid dan nifas. Ibunda Aisyah radhiallahu’anha pernah ditanya,

Apakah kami perlu mengganti shalat kami ketika sudah suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang wanita Haruriyah (Khawarij)? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu‘alaihi wasallam, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk menggantinya” (HR. Al Bukhari no. 321).

Dari hadits di atas sudah jelas bahwa orang sakit tidak termasuk pengecualian, sehingga tidak ada udzur untuk meninggalkan shalat selama kita dalam masa baligh, berakal, tidak haid, serta nifas.

Banyak Keringanan yang Didapat Bagi Orang Sakit

Seperti yang kita ketahui jika orang sakit tidak mampu melakukan kegiatan seperti biasa termasuk shalat, maka Allah SWT memberikan keringanan saat melaksakannya seperti:

  1. Diperbolehkan untuk tidak shalat berjamaah di masjid

Shalat berjama’ah menjadi kewajiban bagi lelaki. Namun boleh saja melaksanakan sholat di rumah apabila mengalami kesulitan seperti sakit, hujan, adanya bencana alam dan semacamnya.

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma:

Dahulu Nabi memerintahkan muadzin beradzan lalu di akhirnya ditambahkan lafadz /shalluu fii rihaalikum/ (shalatlah di rumah-rumah kalian) ketika malam sangat dingin atau hujan dalam safar” (HR. Bukhari no. 616, Muslim no. 699).

Saat sakit, seseorang akan kesulitan untuk pergi ke masjid. Nabi SAW pun ketika beliau sedang sakit parah tidak melaksanakan shalatnya di masjid, padahal beliau yang biasa mengimami. Nah, Dalil-dalil ini menunjukkan diperbolehkannya orang yang sakit untuk tidak menghadiri shalat jama’ah.

  1. Dibolehkan menjamak shalat

Menjamak shalat dibolehkan secara umum ketika ada masyaqqah (kesulitan). Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu beliau mengatakan:

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjamak shalat Zhuhur dan shalat Ashar, dan menjamak shalat Maghrib dan Isya, di Madinah padahal tidak sedang dalam ketakutan dan tidak hujan” (HR. Muslim no. 705).

Para ulama mengatakan alasan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menjamak karena ada masyaqqah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:

Dibolehkannya men-qashar shalat hanya ketika safar secara khusus, tidak boleh dilakukan pada selain safar. Adapun menjamak shalat, dibolehkan ketika ada kebutuhan dan udzur” (Majmu’ Al Fatawa, 22/293).

Maka, orang yang sakit jika sakitnya membuat ia kesulitan untuk shalat pada waktunya masing-masing, dibolehkan baginya untuk menjamak shalat.

  1. Dibolehkan shalat sambil duduk jika tidak mampu berdiri

Saat dalam keadaan sakit, adakalanya kita kesulitan dalam melakukan aktifitas seperti biasanya. Namun, Shalat tetap wajib untuk dikerjakan.


Baca Juga:


Dalam Islam, jika kita tidak mampu untuk berdiri maka kita boleh melakukannya dengan duduk. Begitu perhatiannya Allah membuat aturan untuk hambanya bukan?

  1. Dibolehkan shalat sambil berbaring jika tidak mampu duduk

Jika sakit namun masih sanggup untuk berdiri, maka wajib hukumnya kita melakukan solat dengan berdiri. Alasannya, berdiri termasuk kedalam rukun shalat, dan shalat tidak sah bila rukunnya ditinggalkan.

Namun, jika orang yang sakit tersebut kesulitan untuk berdiri dibolehkan baginya shalat sambil duduk. Bila masih kesulitan, maka diperbolehkan sambil berbaring. Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka ku bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengenai bagaimana aku shalat. Beliau bersabda: shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring menyamping” (HR. Al Bukhari, no. 1117).

  1. Dibolehkan shalat semampunya jika kemampuan terbatas

Jika orang yang sakit hanya dapat berbaring dan tidak dapat menggerakan anggota tubuhnya dan masih dapat berisyarat dengan kepala, maka diperbolehkan shalat hanya dengan sekedar menggerakan kepalanya.

Dari Jabir radhiallahu’anhu beliau berkata:

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam suatu kala menjenguk orang yang sedang sakit. Ternyata Rasulullah melihat ia sedang shalat di atas bantal. Kemudian Nabi mengambil bantal tersebut dan menjauhkannya. Ternyata orang tersebut lalu mengambil kayu dan shalat di atas kayu tersebut. Kemudian Nabi mengambil kayu tersebut dan menjauhkannya. Lalu Nabi bersabda: shalatlah di atas tanah jika kamu mampu, jika tidak mampu maka shalatlah dengan imaa’ (isyarat kepala). Jadikan kepalamu ketika posisi sujud lebih rendah dari rukukmu“ (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubra 2/306, dishahihkan Al Albani dalam Shifatu Shalatin Nabi, 78).

Makna al imaa’ dalam Lisanul Arab disebutkan:

  1. Dibolehkan tidak menghadap kiblat jika tidak mampu dan tidak ada yang membantu

Menghadap kiblat merupakan syarat dalam shalat, karena itu sebisa mungkin orang yang sakit berusaha tetap menghadap ke kiblat.

Bahkan, kamu juga bisa meminta bantuan kepada orang sekitarnya namun jika semua tidak memungkinkan maka diperbolehkan untuk tidak menghadap kiblat.

Nah, begitulah Kemudahan Shalat Bagi Orang yang Sakit. Jadi,  meskipun kita dalam keadaan sakit tentunya jangan sampai meninggalkan shalat ya Sobat. Karena Allah telah banyak memberikan kemudahan serta keringanan untuk kita.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Punya Rasa Beda, 4 Tempat Makan Enak Di Jakarta Selatan Wajib Jadi Incaran
Previous
Punya Rasa Beda, 4 Tempat Makan Enak Di Jakarta Selatan Wajib Jadi Incaran
Enak dan Sehat, Ini Makanan Yang Bikin Cepet Gemuk dalam Seminggu
Next
Enak dan Sehat, Ini Makanan Yang Bikin Cepet Gemuk dalam Seminggu
Related Articles
Back to
top