x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Ternyata Begini Sejarah Tradisi Halal Bihalal di Indonesia

Sejarah-Tradisi-Halal-Bihalal

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ada satu kebiasaan yang khas di Indonesia pada momen Idul Fitri, yaitu halal bihalal. Bagaimana sejarah tradisi halal bihalal di Indonesia?

Perayaan Idul Fitri diwarnai dengan raut ceria pada wajah setiap Muslimin serta saling bertegur sapa dan saling mendoakan pada sesama.

Sejarah Tradisi Halal Bihalal di Indonesia

Setelah menjalankan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam merayakan Idul FItri pada 1 Syawal.

Salah satu tradisi di Indonesia yang sampai saat ini masih dilakukan ketika memasuki momen Idul Fitri yakni halal bihalal.

Tradisi halal bihalal tidak bisa dimaknai secara bahasa melainkan dimaknai segi kulturalnya yaitu tradisi saling memaafkan atau dengan saling berkunjung ke rumah saudara (silaturahmi) guna memohon dan memberi maaf yang diteruskan dengan saling berjabat tangan.

Kebiasaan ini dimulai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I, atau dikenal dengan Pangeran Sambernyawa yang kala itu memimpin Surakarta mengumpulkan punggawa dan prajurit di istana untuk melakukan sungkem pada Sang Raja dan Permaisuri setelah perayaan Idul FItri.

Sejak itu, kunjungan terhadap individu yang lebih tua berkedudukan lebih tinggi untuk meminta maaf pada perayaan Idul Fitri menjadi kebiasaan tersendiri.

Kebiasaan tradisi halal bihalal setelah Idul Fitri hanya terjadi di Indonesia. Adapun maksud dan tujuan kebiasaan tersebut adalah sesuai hadist Nabi SAW:

Barangsiapa yang telah menganiaya kepada individu lain baik dengan cara menghilangkan kehormatannya ataupun dengan sesuatu yang lain maka mintalah halalnya pada individu tersebut seketika itu, sebelum adanya dinar dan dirham tidak laku lagi (sebelum mati). Apabila belum meminta halal sudah mati, dan individu yang menganiaya tadi mempunyai amal sholeh maka diambilah amal sholehnya sebanding dengan penganiayaannya tadi. Dan apabila tidak punya amal sholeh maka amal jelek individu yang dianiaya akan diberikan pada individu yang menganiaya.” (HR. Al Bukhori).

Tidak ada dua individu muslim yang bertemu kemudian bersalaman kecuali dosa keduanya diampuni oleh Allah swt sebelum mereka berpisah.” (HR. Tirmidzi).

Tradisi silaturahmi atau saling berkunjung ke rumah saudara yang sudah menjadi kebiasaan dimasyarakat kita, hal itu merupakan perintah Allah SWT sebagaimana firmanNya:

Dan individu individu yang menghubungkan apa apa yang Allah swt perintahkan supaya dihubungkan (Yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan).” (QS. Ar Ra’du : 21).


Baca Juga:


Manfaat Halal Bihalal

  1. Momen untuk bermaaf-maafan

Tanpa disadari, manusia tak luput dari kesalahan. Halal bihalal adalah momen yang tepat untuk meminta dan memberikan maaf.

Tradisi halal bihalal di Indonesia muncul sebagai ungkapan saling membersihkan diri dari kesalahan dan kekhilafan untuk saling memaafkan.

  1. Mempererat persaudaraan

Berkunjung ke rumah saudara yang jauh maupun dekat membuat hubungan keluarga semakin erat.

Bertamu ke rumah tetangga, makan-makan, hingga mengobrol bersama juga dapat memberikan peluang untuk berteman dengan orang baru.

Sejarah-tradisi-halal-bihalal-Moslem-Lifestyle

  1. Menghapus penyakit hati

Kebencian terhadap seseorang dimasa lalu terhapuskan karena sudah saling memaafkan.

Halal bihalal merupakan momen untuk membersihkan hati dari beragam penyakit hati, seperti dendam, sirik, iri, dan dengki yang merugikan orang lain maupun diri sendiri.

  1. Membangun kepedulian terhadap sesama

Dari halal bihalal, rasa syukur dan keinginan untuk berbagi kebahagiaan terhadap sesama pun akan semakin tinggi.

Halal bihalal juga menjadi momen untuk berbagi zakat kepada sanak saudara atau tetangga yang membutuhkan.

Apapun yang melatarbelakangi sejarah tradisi halal bihalal di Indonesia, ini adalah nilai bangsa yang harus dilestarikan sebagai bukti bahwa agama tidak bertentangan dengan tradisi lokal.



Buat Tulisan
Ini 4 Keistimewaan Bayam Hijau untuk Kesehatan Tubuh
Previous
Ini 4 Keistimewaan Bayam Hijau untuk Kesehatan Tubuh
5 Tips Cegah Berat Badan Naik Setelah Lebaran
Next
5 Tips Cegah Berat Badan Naik Setelah Lebaran
Related Articles
Back to
top