x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Lovestyle

Kenali SAP Disorder dan Cara Menanganinya, Sering Terjadi Pada Ibu


sap-disorder

(Source: Freepik)

Apabila kita sering merasa sering marah, kelelahan, sering merasa capek, banyak pikiran-pikiran negatif yang seakan berbisik di telinga tentang anak, atau sering meneriaki anak setiap harinya, mungkin kita mengalami SAP Disorder atau Sacrificing yourself on the Altar of Parenthood.

Menurut dr. Laura Markham dalam bukunya Peaceful Parent, Happy Kid, SAP Disorder terjadi akibat orang tua kerap melupakan perhatian yang mereka butuhkan untuk diri mereka sendiri karena terlalu mengedepankan kebutuhan anak.

Tentunya hal ini tidak baik untuk diri kita maupun anak yang akan mendapatkan orang tua yang pemarah, negatif, dan orang tua yang tidak sabaran.

Adalah tanggung jawab kita untuk memelihara diri kita sendiri agar tetap terpenuhi kebutuhan kita. Kebutuhan untuk mencintai diri, waktu sendiri, kebutuhan untuk merecharge diri dari segala rutinitas pengasuhan

SAP disorder ini sering terjadi pada ibu. Apalagi, ibulah yang bertanggung jawab dalam mendidik anak. Meski ayah juga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak.

Menjadi orang tua bukan berarti kita tidak bisa mengasuh dan memelihara diri kita, kita tetap bisa memelihara diri kita selama kita mengasuh anak kita dengan cara memperhatikan setiap kebutuhan diri kita.

Cara menanganinya adalah dengan melakukan aktivitas kecil setiap harinya yang bisa menambah energi positif untuk menghadapi anak.

Meski terlihat mudah, SAP disorder butuh “kerja keras” dalam diri agar dapat terlepas dari belenggu Sacrificing yourself on the Altar of Parenthood Disorder. Lalu bagaimana ya cara menanganinya? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut.

Cara Menangani SAP Disorder

Kebanyakan ibu ketika mengidap SAP Disorder akan merasa hal tersebut biasa, lama kelamaan ibu akan menjadi stres, bahkan ketika stres tersebut berkepanjangan juga akan berdampak ke perkembangan anak karena anak dididik oleh ibu yang pemarah, tidak sabaran, atau emosian.

Sebelum terjebak lebih jauh, mari simak cara menangani Sacrificing yourself on the Altar of Parenthood Disorder ini.

apa-itu-sap-disorder

(Source: Freepik)

1. Mood Booster

Buatlah kebiasaan yang dapat menaikkan mood setiap harinya.

Misalnya bangun lebih pagi, lalu jalanlah mengelilingi komplek sambil menghirup udara segar dengan tenang dan hadir 100% dengan momen tersebut.

Hal ini mungkin sederhana, namun bisa bermanfaat untuk menambah energi positif. Coba pikirkan, apa aktivitas sederhana yang bisa membuat mood Moslem Fellas membaik? Apakah minum segelas coklat hangat di pagi hari? Atau apa menulis buku diary sebelum tidur?

2. Berhenti Sejenak

Apabila kita merasa sudah mulai sering marah hanya karena hal sepele, berhenti sejenak.

Coba pikirkan apa yang membuat kita merasa lebih baik? Apa yang membuat hari kita lebih seimbang? Apakah kita butuh istirahat 5 menit?

Segelas air putih? Coba berhenti dan dengarkan kebutuhan diri kita

3. Sadari Tantangan

Sadari tantangan setiap harinya dan carilah jalan untuk tetap memelihara diri melalui tantangan tersebut.

Misalnya hari ini anak sedang susah sekali tidur, cari apa penyebabnya dan cari cara untuk memperbaikinya, apakah berbagi tugas dengan pasangan, mulai ritual tidur lebih awal, atau cara lainnya.

Tidurlah lebih awal atau nikmati secangkir minuman hangat kesukaan saat menemani anak tidur.

4. Carilah Bantuan

Saat merasa beban sudah sangat berat carilah bantuan. Teman untuk mendengarkan tanpa menghakimi, pelukan dari anak yang tulus, atau ciuman dari pasangan di kening.

Hal yang menenangkan dan sederhana. Hal tersebut membantu kita hadir dalam setiap momen dan mengurangi beban kita.

5. Bantulah Diri Sendiri

Merupakan kewajiban kita untuk membantu diri kita sendiri. Bicaralah pada diri kita seakan kita berbicara dengan orang yang kita sayangi, tulis dan tempel tulisan yang membuat mood lebih baik di tembok rumah, dan sebelum tidur sebutkan 3 hal yang membuat kita bahagia hari ini.

Hal-hal di atas mungkin sederhana namun ketika dilakukan secara sadar akan memberikan dampak kebaikan bagi kita.

Kita tidak akan menjadi orang tua egois ketika memperhatikan diri kita sendiri sebelum mengedepankan anak. Sebab, ketika kita memelihara diri kita, yang akan merasakan manfaatnya adalah anak-anak kita kelak.

Mulai sekarang yuk kenali dan beri perhatian lebih pada diri kita agar terhindar dari SAP Disorder dan menjadi ibu yang bahagia, ingat selalu happy parents, happy kids lho!

Widya Manoch



Buat Tulisan
Tips Dekorasi Kamar Tidur Sempit Jadi Tampak Lebih Luas
Previous
Tips Dekorasi Kamar Tidur Sempit Jadi Tampak Lebih Luas
Bosan dengan Salad? Coba Saja Resep Vietnamese Spring Roll Ini
Next
Bosan dengan Salad? Coba Saja Resep Vietnamese Spring Roll Ini
Related Articles
Back to
top