x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sahabatmu Cerminan Dirimu


Berjalan bersama menuju tujuan, di iringi alunan tawa dalam perjalanan. Suaranya selalu terdengar, kadang ceria, kadang juga duka, dia adalah sahabat. Seperti apa sahabatmu? Sobat moslem, sahabat adalah orang terdekat setelah orang tua.

Yang mereka sukai tentu akan kita nilai baik-baik saja. Namun, akan ada dua kemungkinan jika kita berteman dengan teman yang baik, kita akan menjadi orang baik atau setidaknya kita akan memperoleh kebaikan dari kebaikan yang dilakukan teman kita. Tidak semua orang layak dijadikan shabat. Nah, jangan sebarangan mencari sahabat, karena sebaiknya memilih mereka yang memiliki sifat-sifat yang menunjang persahabatan:

Teman yang baik akan bernasehat dalam kebaikan. Menghibur saat berduka, memotivasi saat terpuruk. Teman yang baik tentu tidak akan senang melihat kawannya terjatuh dalam perbuatan dosa. Ia akan selalu mengingatkan kebaikan pada kita. Teman yang baik akan menjaga diri dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Bukan memaklumi dosa yang sengaja kita perbuat, atas alasan solidaritas.

Berakhlak terpuji dan bertutur kata baik.  Sopan perilakunya dan santun dalam tutur katanya. Dengan akhlak, kita akan ditunjukan pada pribadi yang mulia, menuntun kepada akhlak yang baik dan terpuji. Orang yang baik ahklaknya Insya Allah baik keimanannya. Karena akhlak akan membenteng diri kita dari perbuatan buruk.

Beraqidah lurus. Aqidah bagaikan pondasi bangunan yang harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu sebelum membangun bangunan lain. Kualitas pondasi yang bagus akan berpengaruh pada bangunan yang ditegakkan. Jika itu baik, maka baiklah juga kehidupan kita, begitupun sebaliknya. Artinya, seseorang yang memiliki aqidah atau prinsip keimanan kehidupan yang baik, maka apa yang dilakukan akan baik pula.

Selalu menjaga kewibawaan dan kehormatannya.  Dia yang beraqidah baik, dan beraklak terpuji tentu saja akan beribawa dan selalu terjaga kehormatannya. Karena hal buruk akan selalu jauh dari nya.

Berpakaian secara islami. Pakaiannya indah dipandang, harum juga sopan. Teman yang baik pasti akan selalu memperhatikan penampilannya, baik dari segi syariat, kebersihan dan kerapiannya. Karena pakaian adalah hiasan yang mennjauhakan diri dari bahan celaan dalam pembicaraan orang lain.

Bersahabat dengan orang baik bukan berarti menjauh dari orang-orang disekitar kita, juga bukan menjauhi mereka yang tidak seiman atau orang-orang yang berkarakter buruk. Akan tetapi, jika ingin berteman dengan orang yang baik, hati kita harus dilandasi dengan niat ingin memperbaiki. Tentu saja tiada manusia yang sempurna, atau seorang sahabat yang sempurna. Tapi setidaknya, kita tetap bisa memilih siapa yang ingin kita jadikan cerminan dari diri kita. Dan kita tetap bisa memilih, siapa orang yang pantas kita sandang sebagai seorang sahabat

Semoga Allah SWT selalu menjaga diri kita dari pengaruh teman-teman yang buruk, dan menjauhkan dari segala perbuatan maksiat dan kesesatan. Aamiin..

Sobat Moslem



Buat Tulisan
Mengapa Harus dengan Restu Orang Tua?
Previous
Mengapa Harus dengan Restu Orang Tua?
Amalan Yang Sering Ditinggal Tidur, Padahal Manfaatnya Super Dahsyat
Next
Amalan Yang Sering Ditinggal Tidur, Padahal Manfaatnya Super Dahsyat
Back to
top