x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Hikmah di Balik Kisah Para Sahabat Nabi yang Bisa Jadi Tauladan


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ada yang tidak punya sahabat? Setiap manusia pasti punya sahabat. Sebab, manusia merupakan makhuk sosial yang akan selalu membutuhkan keberadaan orang lain di sampingnya. Sahabatlah yang bisa dijadikan sebagai tempat kedua untuk mencurahkan segala keluh kesah.

Tak bedanya dengan Rasulullah SAW yang juga punya sahabat yang dicintainya. Sahabat nabi tersebar dibeberapa daerah arab lainnya selain Mekkah dan Madinah.

Istilah sahabat yang diberikan pada mereka yang menemani hidup Rasulullah, mulai dari bertemu hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Ada 4 sahabat nabi yang dapat kita teladani lewat kisahnya. Mereka dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin yaitu:

Pertama adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang punya sifat kerendahan hati

Seperti padi yang semakin tumbuh semakin merunduk, begitu pula dengan sifat khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pada masa kekhalifahannya, Abu Bakar dikenal sebagai pemimpin yang sangat baik hati kepada seluruh masyarakat.

Tak terkecuali seorang nenek tua renta yang sudah tidak mampu berdiri dan matanya tidak bisa melihat.

Setiap hari, setelah shalat subuh beliau selalu mendatangi rumah nenek tersebut yang berada di pinggiran kota Madinah.

Kebiasaan ini tak sengaja diamati oleh Umar kian lamanya. Setelahnya rasa penasaran Umar semakin memuncak, kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut ketika Abu Bakar telah pergi.

Ternyata selama ini beliau membantu membersihkan rumah, mengurus nenek tua dan menyiapkan makanan tanpa berbicara sepatah kata pun kepada nenek itu.

Masya Allah, sungguh sebuah sifat yang sulit untuk diaplikasikann langsung dalam kehidupan yang tentunya juga dibarengi dengan keikhlasan tanpa pamrih.

Kedua adalah Umar Bin Khattab yang selalu bertanggung jawab

Salah satu sahabat nabi yang istimewa adalah Umar Bin Khattab, beliau adalah orang yang sangat diharapkan keislamannya oleh Rasulullah.

Beruntung Allah mendengar harapan tersebut dan tak lama kemudian Umar masuk Islam. Setelah masuk Islam, Umar selalu menemani Rasulullah dalam memerangi musuh-musuh Islam.

Dan tiba waktunya hingga beliau diangkat jadi Khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Sebagai seorang Khalifah, Umar adalah pemimpin yang sangat bertanggung jawab dan perduli terhadap rakyatnya. Hingga suatu waktu dia rela memanggul gandum dan memasaknya untuk diberikan kepada rakyatnya yang kelaparan.

Sifat ini sudah sepatutnya menjadi teladan bagi kita untuk perduli terhadap saudara yang sedang mengalami kesulitan.


Baca juga:


Ketiga ada Saudagar kaya yang Dermawan yaitu Utsman bin Affan

Satu lagi sahabat nabi yang istimewa, yaitu Utsman bin Affan yang menjadi orang pertama memutuskan untuk masuk Islam. Khalifah ketiga yang juga dijamin masuk surga oleh Allah SWT.

Kisah Utsman yang menjadi saudagar kaya paling dermawan terungkap saat ketika perang akan berlangsung namun umat islam sedang berada dalam keterbatasan. Akhirnya, beliau menolong umat Islam dengan memberikan 300 unta dan 1000 dinar untuk berperang.

Beliau dianggap menjadi berkah bagi umat Islam dikala itu. Beliau juga sangat gemar melakukan sedekah, tak pernah pandang bulu dalam membantu orang lain yang sedang kesulitan dengan hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Begitu pula halnya dengan yang harus kita lakukan didunia, untuk selalu menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan dan hanya mencari ridho Allah SWT.

Keempat, Khalifah pecintah Ukhuwwah atau Perdamaian adalah Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib adalah seorang pemimpin yang sangat mencintai ukhuwwah atau perdamaian saat itu. Tak ada khalifah yang seperti beliau saat orang berusaha menghancurkannya, tapi beliau hanya menggunakan cara untuk berdamai dengan musuh.

Seperti halnya, ketika dirinya baru saja menempati tampuk pemerintahan, ada 2 tokoh sahabat yang melakukan pemberontakkan.

Yang dilakukannya hanya melakukan perdamaian dengan para pemberontak tersebut dan memohon doa yang terbaik kepada Allah SWT. Padahal, dalam hukum Islam para pemberontak harus diperangi, tetapi tidak dengan yang beliau lakukan.

Jika posisi kita berada dalam keadaan seperti para sahabat nabi, bisa kah kita melakukan hal yang sama dengan mereka? Hanya diri kita sendiri yang dapat menjawabnya.

Annisa Nurul Haqiqie



Buat Tulisan
Soal Jodoh, Biar Allah yang Mengurusnya Seperti Kisah Cinta Nabi Yusuf dan Zulaikha
Previous
Soal Jodoh, Biar Allah yang Mengurusnya Seperti Kisah Cinta Nabi Yusuf dan Zulaikha
5 Kondisi Ini Bisa Menjadi Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Jangan Diabaikan!
Next
5 Kondisi Ini Bisa Menjadi Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Jangan Diabaikan!
Related Articles
Back to
top