x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Wisata Religi

Rumoh Aceh, Rumah Adat Aceh yang Kental akan Filosofinya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Indonesia begitu kaya akan bahasa, pakaian adat, tradisi, dan rumah adat yang dimiliki disetiap masing-masing provinsi. Tahukah kamu, bahwa rumah adat disetiap daerah memiliki cerita dan filosofi masing-masing?

Seperti rumah adat Aceh, atau biasa yang disebut dengan Rumoh Aceh. Rumoh Aceh bukan sekadar hunian, tetapi merupakan ekspresi keyakinan terhadap Tuhan dan adaptasi dari alam.

Rumoh Aceh berbentuk panggung, tiang penyangganya terbuat dari kayu pilihan, dindingnya dari papan, dan atapnya dari rumbia.

Walaupun hanya terbuat dari kayu, beratap daun rumbia, dan tidak menggunakan paku, Rumoh Aceh bisa bertahan hingga 200 tahun.

Nilai-nilai Islam begitu melekat pada masyarakat Aceh. Arsitektur bangunan rumahnya selalu berbentuk memanjang dari timur ke barat.

Bagian depan menghadap ke timur dan bagian belajang yang sakral berada di barat. Arah barat mencerminkan upaya masyarakat Aceh untuk membangun garis imajiner dengan Ka’bah di Mekkah.

Keberadaan Rumoh Aceh juga menunjukan status sosial penghuninya. Semakin banyak ornamen yang menghiasi pada Rumoh Aceh, maka pastilah penghuninya semakin kaya.

Jika ornamennya relatif sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, penghuninya tidak mempunyai kekayaan berlebih.

Ornamen pada Rumoh Aceh terdiri beberapa motif, seperti motif keagamaan, yaitu ayat-ayat Al-Quran. Motif Flora merupakan ukiran berbentuk tumbuh-tumbuhan.

Motif fauna yang biasa digunakan adalah binatang-binatang yang sering dilihat dan disukai, dan motif-motif lainnya.

Bagi Masyarakat Aceh, membangun rumah bagaikan membangun kehidupan. Hal itulah mengapa pembangunan harus memenuhi persyaratan.

Misalnya pemilihan hari baik yang ditentukan oleh Tengku (ulama setempat), pengadaan kenduri, pengadaan kayu pilihan, dan sebagainya.

Penggunaan tiang-tiang penyangga yang selalu berjumlah genap antara 16-24, jumlah ruangan yang selalu ganjil dan anak tangganya yang berjumlah ganjil.

Rumoh Aceh secara anatomi biasanya memiliki tiga sampai lima ruangan, yang terdiri dari seuramoe keue (serambi depan), seuramoe teungoh (serambi tengah), dan seuramoe likot (serambi belakang), serta bagian tambahan yaitu dapur.

Bagian bawah rumah yang disebut dengan yup meh ini biasa dipergunakan untuk memelihara ternak. Selain itu, bagian ini juga difungsikan oleh para ibu sebagai tempat untuk membuat songket.

Di masa lalu, penyangga pada Rumoh Aceh berfungsi agar binatang buas tidak dapat masuk ke dalam rumah.

Keberadaan tangga untuk memasuki Rumoh Aceh bukan hanya berfungsi sebagai alat untuk naik ke dalam rumah. Tetapi, juga berfungsi sebagai titik batas yang hanya boleh didatangi oleh tamu yang bukan anggota keluarga atau saudara dekat.


Baca juga:


Apabila di rumah tidak ada anggota keluarga yang laki-laki, maka (pantang dan tabu) bagi tamu yang bukan keluarga dekat (muhrim) untuk naik ke rumah.

Keunikan lainnya dari Rumoh Aceh terletak pada atapnya. Tali hitam atau tali ijuk pada Rumoh Aceh mempunyai kegunaan yang sangat berarti.

Saat terjadi kebakaran misalnya, yang rentan menyerang atap maka pemilik rumah hanya perlu memotong tali tersebut.

Sehingga, seluruh atap yang terhubungan atau terpusat pada tali hitam ini akan roboh dan bisa meminimalisir dampak dari musibah yang terjadi.

Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut semua hal dikerjakan secara efektif dan efisien serta semakin mahalnya biaya pembuatan dan perawatan Rumoh Aceh.

Maka, menjadi semakin sedikit orang Aceh yang membangun rumah tradisional ini.

Akibatnya, jumlah Rumoh Aceh semakin hari semakin sedikit. Masyarakat Aceh lebih memilih untuk membangun rumah dengan desain moderen dan berbahan beton.

Karena, proses pembuatan dan pengadaan bahannya lebih mudah dari pada Rumoh Aceh yang pembuatannya lebih rumit, pengadaan bahannya lebih sulit, dan biaya perawatannya lebih mahal.

Namun, ada juga orang-orang yang karena kecintaannya terhadap arsitektur warisan nenek moyang mereka ini membuat Rumoh Aceh yang ditempelkan pada rumah beton mereka.

Rumoh Aceh merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan. Jangan sampai budaya modern mengkikis kebudayaan Indonesia. Semoga bermanfaat!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Apa Itu Pebuatan Riya dan Bagaimana Cara Menghindarinya?
Previous
Apa Itu Pebuatan Riya dan Bagaimana Cara Menghindarinya?
Anak Suka Berbohong? Ini Trik Mudah untuk Mengatasinya
Next
Anak Suka Berbohong? Ini Trik Mudah untuk Mengatasinya
Related Articles
Back to
top