x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Resesi di Indonesia, Ini 5 Tips Keuangan Menghadapinya


Resesi-di-Indonesia

(source: lifepal)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 bukan hanya membawa dampak pada kesehatan, tapi kemudian juga dampak pada ekonomi secara meluas.

Bahkan, negara maju seperti Singapura dan Korea Selatan sudah resmi masuk jurang resesi setelah pertumbuhan ekonominya negatif di dua kuartal terakhir.

Apa yang perlu kita lakukan pada masa resesi di Indonesia? Sebenarnya janganlah terlalu panik, karena resesi di sini berarti tanda kita untuk semakin waspada agar tetap menjaga keuangan masing-masing.

Kalau selama ini merasa banyak pengeluaran yang kurang penting, bisa segera dievaluasi demi kelancaran kebutuhan sehari-hari ke depannya.

Resesi di Indonesia karena Pandemi, Harus Apa?

Ingat ya, Moslem Fellas, resesi sama artinya dengan kemerosotan. Kalau dalam skala ekonomi makro, resesi merupakan kondisi saat produk domestik bruto menurun atau saat pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Bisa dibilang, ekonomi suatu negara sedang lesu karena alur jual beli dan investasi tidak lancar. Hal ini juga sedikit banyak akan memengaruhi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dilansir dari Kompas, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memastikan keuangan tetap aman kala resesi di Indonesia:

1. Atur pengeluaran jadi lebih hemat

Langkah pertama untuk menyelamatkan keuangan pribadi ialah melakukan ‘audit’ pengeluaran bulanan.

Cara ini termasuk paling efektif sehingga kita tahu bagian yang memang dibutuhkan dan bisa dikesampingkan.

Sesudahnya, lakukanlah penyesuaian anggaran dengan mengesampingkan pengeluaran yang tidak terlalu dibutuhkan. Harus tegas ya, sebab cara ini membantu kita memangkas biaya belanja dan menghemat keuangan.

Resesu

(source tunaiku)

2. Hindari menunda bayar utang

Berutang pada dasarnya menimbulkan kekhwatiran saat kondisi ekonomi seseorang tiba-tiba berubah memburuk, karena kondisi resesi membuat perekonomian serba tidak pasti.

Maka dari itu, jika memang keuangan masih cukup baik untuk membayar utang, ada baiknya selesaikanlah tanggung jawab itu. Membayar utang sekarang akan membebaskan kita dari tekanan di masa depan.


Baca Juga:


3. Cari pemasukan sampingan

Di masa-masa resesi pendapatan bisa tiba-tiba berkurang, maka penting untuk mencari sampingan pemasukan untuk mengamankan kemampuan finansial.

Kita harus lebih kreatif dan inovatif dalam hal ini. Tetaplah berusaha menemukan pekerjaan sampingan, mulai berbisnis kecil-kecilan, mempunyai sumber pendapatan yang pasif, atau hal lainnya.

Cara ini akan membantu dalam membangun benteng keuangan dan lebih bersiap menghadapi perubahan yang bisa tiba-tiba terjadi di tengah resesi.

4. Tingkatkan keterampilan

Perlu diketahui bahwa kondisi membuat semakin banyaknya pengangguran sehingga terjadi pula ketatnya persaingan di bursa lowongan pekerjaan.

Maka, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berinvestasi pada diri sendiri dengan meningkatkan keterampilan.

Cobalah perkaya resume dengan memperluas basis pengetahuan. Manfaatkan pula sosial media seperti LinkedIn atau Glints agar orang tetap bisa melihat perkembangan kita, publikasikan karya opini atau tunjukkan pekerjaan yang tengah dilakukan, serta pertahankan jaringan yang kuat dengan rekan-rekan kamu.

5. Siapkan asuransi

Khususnya kalau kita seorang kepala keluarga, maka punya peran penting untuk melindungi anggota keluarga tercinta dengan asuransi.

Entah itu asuransi kesehatan untuk menjamin pengobatan di masa depan, ataupun asuransi jiwa untuk jadi bekal bagi keluarga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Adapun asuransi termasuk cara untuk memastikan keamanan finansial keluarga untuk tetap kuat, stabil, dan sehat di masa depan.

Punya tabungan dana darurat memang sangat baik, tetapi itu saja tidak cukup. Belum lagi, dana itu tanpa disadari bisa habis dengan cepat. Yuk, bersama menjalani kondisi resesi di Indonesia dengan persiapan yang lebih baik lagi.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Larangan Berenang Saat Menstruasi, Mitos atau Fakta?
Previous
Larangan Berenang Saat Menstruasi, Mitos atau Fakta?
Related Articles
Back to
top