x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Lelah Padahal #DiRumahAja? Mungkin Kamu Mengalami Quarantine Fatigue


Quarantine fatigue

Sumber: nakita.grid.id

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Di situasi pandemi corona yang membuat kita beraktivitas di rumah sekarang ini tentu akan sangat menjenuhkan.

Bukannya merasa fit dan relaks, #DiRumahAja justru membuat orang mengalami quarantine fatigue.

Mary Fristad, PhD, ABPP, seorang psikolog di The Ohio State University Wexner Medical Center, mengatakan kondisi ini disebabkan karena perubahan dan ketidakpastian dalam hidup akibat situasi pandemi seperti COVID-19.

Banyak dari kita yang akhirnya merasa sangat cemas, terutama jika mereka mengalami kesulitan keuangan dan sebagainya.

Tuntutan ekstra untuk menyelesaikan tugas-tugas harian, orangtua harus bekerja dari rumah dan juga menyediakan pendidikan untuk anak-anak mereka, dan pada akhirnya menciptakan kelelahan yang amat sangat.

Quarantine Fatigue Bentuk Kelelahan Mental

Quarantine fatigue adalah kondisi di mana seseorang merasakan kelelahan mental di penghujung hari. Gejalanya sangat personal, tergantung bagaimana seseorang merespons situasi pandemi saat ini.

Misalnya, banyak orang yang bekerja dari rumah di depan komputer atau laptop, akhirnya merasakan kelelahan dan ketegangan mata.

Bahkan beberapa orang merasakan stres yang signifikan akibat kehilangan kesempatan untuk secara fisik bersama teman, keluarga, dan rekan kerja. Telepon dan video call menjadi media saluran sosial nampaknya tidak cukup dan tidak bisa menggantikan pertemuan fisik.

Dilansir dari Halodoc, selain keterbatasan interaksi sosial yang memicu perasaan stres dan quarantine fatigue, pandemi juga menyulitkan kita untuk mencapai tingkat stimulasi optimal.

Mengenal Quarantine fatigue

Sumber: health.kompas.com


Baca Juga:


Sebagian orang bahkan membutuhkan tingkat rangsangan tertentu agar aktivitasnya efisien.

Stimulasi berlebihan dari masuknya informasi secara konstan dan ketidakpastian mengenai hari-hari ke depan membuat kita merasa lelah secara fisik hingga batin.  

Orang-orang berada dalam kondisi tanpa stimulasi atau terlalu banyak mendapat stimulasi, dan kedua kondisi ini dapat menghasilkan dampak negatif pada suasana hati kita, Moslem Fellas.

Seorang Psikoterapis, Paul L. Hokemeyer, PhD, penulis Fragile Power, menjelaskan bahwa kelelahan karantina berasal dari kelelahan emosional yang ditimbulkan pandemi pada kehidupan kita.

Kelelahan dari peraturan social distancing ataupun kebersihan lainnya. Beberapa orang bahkan merasa tidak bisa mengurus dirinya sendiri, merasa bosan, merasa bangkrut dan gagal.

Bahkan, ada juga yang berkeinginan untuk menceraikan pasangannya dan menyerah dalam mengasuh anak-anak.

Namun secara umum, hal tersebut adalah perasaan alami. Quarantine fatigue adalah respons yang masuk akal dalam konteks begitu banyak perubahan dan ketidakpastian dalam hidup saat ini.

Indeed, COVID-19 has changed the way we live! Krisis COVID-19 telah mengubah begitu banyak aspek kehidupan kita hanya dalam waktu singkat.

Yuk, mulai berdamai dengan situasi ini. Mari menerima ketetapan Allah, dan yakinlah bahwa musibah ini akan segera berakhir atas izin Allah, Moslem Fellas. Have a faith and never give up!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Benarkah Minyak Kayu Putih Cegah Corona? Cek dulu Faktanya!
Previous
Benarkah Minyak Kayu Putih Cegah Corona? Cek dulu Faktanya!
Puasa Bikin Awet Muda? Ternyata Ada Bukti Penelitian Ilmiahnya, Lho!
Next
Puasa Bikin Awet Muda? Ternyata Ada Bukti Penelitian Ilmiahnya, Lho!
Related Articles
Back to
top