x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Qadha Puasa dan Fidyah Saling Berkaitan, Ini Penjelasan Lengkapnya


Qadha-puasa-dan-fidyah

(sumber pinterest)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Islam, artinya jika seseorang meninggalkan ibadah ini, maka dosa baginya.

Namun, ada sebagian orang yang diberikan keringanan dalam beribadah puasa.

Mereka dapat meninggalkan puasa Ramadan, dengan mengqadha puasa tersebut sebagai gantinya atau membayar fidyah. Sebenarnya apa itu qadha puasa dan fidyah?

Qadha Puasa dan Fidyah Sebagai Keringanan Ibadah Puasa

Sebagai umat muslim yang menjalankan puasa, penting bagi kita untuk mengetahui qadha puasa dan fidyah.

Qadha’ adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.

Jika seseorang tidak dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadan karena udzhur syar’i (halangan sesuai kaidah syariat Islam), maka ia bisa mengganti puasa tersebut di hari lainnya setelah bulan Ramadan.

Qadha’ puasa Ramadan boleh ditunda, maksudnya tidak mesti dilakukan setelah bulan Ramadan yaitu di bulan Syawal.

Namun boleh dilakukan di bulan Dzulhijah sampai bulan Sya’ban, asalkan sebelum masuk Ramadan berikutnya, ya, Moslem Fellas. Qadha’ puasa Ramadhan segera, tanpa ditunda-tunda.

 Niat-puasa

Orang-orang yang harus meng-qadha’ puasa:

  • Orang yang sakit dan sakitnya membuat dia kesulitan untuk mengerjakan puasa,
  • Wanita hamil dan menyusui apabila dia berat untuk puasa,
  • Seorang musafir,
  • Wanita yang haid dan nifas.

Nah, selain mengqadha, seseorang juga bisa membayar fidyah, lho. Qadha puasa dan fidyah saling berhubungan. Lalu, apa yang dimaksud fidyah?


Baca Juga:


Berbeda dengan Qadha, membayar fidyah dilakukan jika orang tersebut memang tidak dapat melaksanakan ibadah puasa meski di hari lainnya.

Misalnya, bagi orang yang sudah tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa, serta orang sakit yang sakitnya tidak kunjung sembuh, maka wajib bagi mereka fidyah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).

puasa

Ibnu ‘Abbas mengatakan,

“(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin” [HR. Bukhari no. 4505]

Cara pembayaran fidyah adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran fidyah adalah dilihat dari ‘urf (kebiasaan yang layak) di masyarakat setempat. Selama dianggap memberi makan kepada orang miskin, maka itu dikatakan sah.
  2. Fidyah harus dengan makanan, tidak bisa diganti uang karena inilah perintah yang dimaksud dalam ayat Al-Quran.
  3. Satu hari tidak puasa berarti memberi makan satu orang miskin.
  4. Bisa diberikan berupa makanan mentah (ditambah lauk) atau makanan yang sudah matang.
  5. Tidak boleh mendahulukan fidyah sebelum Ramadhan.
  6. Waktu penunaian fidyah boleh setiap kali tidak puasa (fidyah ditunaikan per hari), atau bisa pula diakhirkan pada hari terakhir Ramadhan lalu ditunaikan semuanya sekaligus

Sekarang tidak perlu bingung lagi membedakan qadha puasa dan fidyah serta tata caranya, ya. Semoga niat dan ibadah kita diterima di sisi Allah dan menjadi pahala kebaikan. Aamiin.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
10 Makanan Khas Lebaran Dari Berbagai Negara di Dunia
Previous
10 Makanan Khas Lebaran Dari Berbagai Negara di Dunia
Channel Youtube Indonesia Yang Bagus Untuk Menghilangkan Jenuh saat #DiRumahAja
Next
Channel Youtube Indonesia Yang Bagus Untuk Menghilangkan Jenuh saat #DiRumahAja
Related Articles
Back to
top