x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Benarkah Kalau Puasa Syawal Harus Berturut-turut?


puasa-syawal-berturut-turut

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Tak terasa bulan Ramadhan 1439 H telah berakhir. Ibadah shaum Ramadhan yang dijalani sebulan penuh juga sudah diakhiri dengan hari kemenangan di Idul Fitri kemarin.

Meskipun Ramadhan sudah berakhir, masih terdapat banyak amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Syawal.

Salah satunya ialah puasa sunnah enam hari berturut-turut di bulan Syawal. Namun, benarkah bahwa puasa Syawal harus berturut-turut dilakukan? Sebenarnya bagaimana dalil hukumnya? Mari ketahui lebih banyak agar ibadah semakin sempurna.

Mengapa Puasa Syawal Harus Berturut-turut?

Sebelum menjawab soal puasa Syawal harus berturut-turut, pahami dulu bahwa ada dua hadist populer yang menyebutkan puasa sunnah ini. Pertama berbunyi,

"Barangsiapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka ia selayaknya berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya semisal sepuluh kebaikan].” (HR. Ibnu Majah no. 1715)

Sementara yang kedua,

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun." (HR. Muslim no. 1164)

keistimewaan-puasa-syawal

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Dari hadist di atas dapat dipahami bahwa orang yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan memperoleh pahala setara orang yang berpuasa setahun.

Makna yang ada di dalamnya ialah pahala itu merupakan balasan dari paket puasa Ramadhan dengan lanjutan enam hari puasa di bualn Syawal.

Apabila ada orang yang tidak puasa Ramadhan, tapi puasa enam hari di bulan Syawal maka sama artinya ia tidak mendapatkan pahala tersebut.

Di sisi lain, puasa sunnah selama 6 hari di bulan Syawal berfungsi juga sebagai penyempurna dari kekurangan ibadah di bulan Ramadhan sebelumnya.

Adapun puasa sunnah ini mempunyai berbagai keutamaan, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

"Setiap amal manusia ialah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)."


Baca Juga:


Sebelumnya beberapa orang masih ada yang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan tetapi keraguan itu terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits. Salah satunya ungkapan Syeikh Abdullah bin Abdul al- Bassam yaitu,

“Hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal termasuk hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Di samping hadits Muslim yang meriwayatkan soal berpuasa Enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Maka dari itu, hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits mutawatir.

berbagai-manfaat-puasa-syawal

Tata cara puasa Syawal

Sebenarnya mengenai tata cara puasa Syawal harus berturut-turut ataukah boleh dipisah-pisah, para ulama membebaskan untuk memilih antara keduanya.

Hal itu artinya, boleh berturut-turut enam hari langsung sejak tanggal dua memasuki bulan Syawal maupun di pisah-pisah, keduanya dianggap sahih. Mengenai syarat dan rukun pun sama seperti puasa Ramadhan.

Niat puasa sunnah ini adalah "Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.” Artinya adalah, “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Bagi orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan puasa Syawal, diperbolehkan baginya berniat tepat saat ia berkehendak puasa sunah.

Hal ini dikarenakan kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Sementara puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari selama yang bersangkutan belum makan, minum, atau hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Hikmah sunnah dari puasa enam hari di bulan Syawal sejatinya untuk menjaga agar diri kita tidak lepas kendali setelah sebulan penuh melaksanakan puasa yang mengekang berbagai macam pantangan, kemudian dibebaskan untuk makan dan minum. Yuk, pertahankan amalan baik meski Ramadhan sudah berlalu.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Inspirasi Beragam Hampers Unik yang untuk Kerabat Terdekat
Previous
Inspirasi Beragam Hampers Unik yang untuk Kerabat Terdekat
Cara Memutihkan Wajah dengan Jahe Tanpa Efek Samping
Next
Cara Memutihkan Wajah dengan Jahe Tanpa Efek Samping
Related Articles
Back to
top