x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Apakah Puasa Setelah Melahirkan Tepat Dilakukan?


puasa-setelah-melahirkan

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Melahirkan merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu setiap ibu. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan usai melahirkan.

Usai melahirkan ibu tidak boleh sembarangan dalam melakukan apapun termasuk saat menjalankan ibadah puasa.

Mungkin kamu termasuk salah satu orang yang bertanya apakah puasa setelah melahirkan diperbolehkan atau tidak.

Saat melahirkan, ibu membutuhkan tenaga, pikiran, psikologis, uang bahkan keberanian dan ketulusan. Namun, semua pengorbanan tersebut akan terbayarkan setelah proses kelahiran berjalan lancar dan melihat si kecil lahir.

Jika dilihat dari sudut pandang hukum agama Islam, wanita yang baru saja melahirkan alias sedang dalam masa nifas tidak diperbolehkan puasa di bulan Ramadan.

Lalu bagaimana dengan kacamata medis? Berikut penjelasannya.

Hal yang terjadi pada ibu selama masa nifas

Masa nifas adalah masa rentan ibu saat enam minggu pertama setelah melahirkan. Setelah bayi lahir, akan terlihat beberapa perubahan pada diri ibu baik secara fisik maupun emosional.

Selama masa nifas, tubuh ibu akan perlahan berubah kembali ke kondisi semula sebelum kehamilan.

Jika baru saja menjalani operasi caesar, setidaknya ibu harus istirahat dulu selama 12 minggu agar bisa pulih dari nyeri luka jahit dan operasi itu sendiri.

Baik lewat persalinan normal atau caesar, ibu mungkin akan mengalami nyeri di arena vagina dan kram ringan saat rahim perlahan berkontraksi kembali ke ukuran, bentuk, dan posisinya yang semula.

Ibu juga akan mengalami perubahan seperti rambut rontok, jerawatan, mudah emosi, terus buang air kecil, dan berkeringat di malam hari sampai hormon tubuh ibu kembali normal.

apakah-puasa-setelah-melahirkan-diperbolehkan

Kenapa wanita yang baru melahirkan tidak boleh berpuasa?

Masa nifas adalah momen yang tepat untuk mengembalikan kekuatan tubuh dengan menunjang kembali kebutuhan nutrisi.

Pola makan sehat dengan gizi yang seimbang sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan ibu, mempercepat proses pemulihan, dan memberi energi yang dibutuhkan untuk merawat bayi baru lahir.


Baca Juga:


Terlebih lagi, sudah begitu banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kecukupan nutrisi yang baik dapat mencegah mood swing pada ibu hamil, dan mengurangi risiko depresi pascamelahirkan.

Maka dari itu, ibu yang baru saja melahirkan selalu disarankan untuk memperbanyak makanan berprotein tinggi seperti daging merah, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, hingga gandum.

Konsumsi protein tinggi sangat disarankan untuk ibu dalam masa nifas karena protein berperan penting untuk perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak setelah melahirkan, dan juga pembentukan sel-sel baru.

Ibu yang sedang dalam masa nifas juga diwajibkan untuk memperbanyak vitamin dan mineral dari buah dan sayuran untuk mendorong proses pemulihan diri.

Perempuan yang baru saja melahirkan, sangat disarankan untuk rajin minum air putih untuk mengisi ulang cairan tubuh yang hilang setelah proses persalinan.

Maka dari itu, pastikan minum enam sampai 10 gelas cairan setiap hari.

Dehidrasi umum terjadi selama puasa, dan bisa diperparah dengan kondisi fisik ibu yang memang sudah kehilangan banyak cairan saat bersalin.

Dehidrasi bisa menurunkan tingkat energi ibu baru secara drastis. Selain penting untuk menjaga tingkat energi tubuh, asupan cairan yang memadai juga penting untuk kelancaran produksi ASI bagi si kecil.

Puasa diharuskan untuk membatasi asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.

Padahal, asupan nutrisi adalah salah satu faktor utama dari kecepatan pemulihan setelah persalinan. Itulah sebabnya kenapa puasa setelah melahirkan sebaiknya tidak dilakukan.

Belum lagi memperhitungkan faktor stres dan kelelahan dari mengurus buah hati. Ditambah dengan kewajiban menyiapkan sahur dan berbuka untuk anggota keluarga yang lain, yang tentunya dapat memengaruhi tingkat kesehatan fisik ibu secara keseluruhan.

Sobat Moslem, begitulah alasan medis mengapa wanita setelah melahirkan tidak boleh berpuasa. Semoga bermanfaat, ya!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Golongan Orang yang Mendapat Keringanan Tidak Puasa
Previous
Golongan Orang yang Mendapat Keringanan Tidak Puasa
Menu Buka Puasa Saat Diet yang Lezat dan Sehat
Next
Menu Buka Puasa Saat Diet yang Lezat dan Sehat
Related Articles
Back to
top