x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Prinsip Ekonomi dalam Islam Berdasarkan Al-Quran yang Wajib Dipahami


prinsip-ekonomi-dalam-islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dalam Islam, masalah ekonomi diatur secara jelas. Dalam Al-Quran, Allah SWT telah mengatur prinsip ekomomi yang benar. Bagaimana prinsip ekonimi dalam Islam?

Banyak yang berpikiran bahwa ekonomi berbeda dengan Islam. Islam hanya mengatur ibadah sedangkan tidak mengatur ekonomi. Tentu saja ini keliru.

Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang artinya mengatur keseluruhan sektor manusia. Untuk itu segala aktivitas manusia mengarah pada landasan dan prinsip islam.

Ekonomi Islam tentunya sangat berbeda dengan ekonomi yang mengarah kepada prinsip kapitalisme atau liberalisme.

Ekonomi Islam bertujuan agar dapat terpenuhinya kebutuhan manusia, bukan hanya satu orang saja melainkan seluruh umat manusia secara keseluruhan agar dapat hidup berkualitas dan menunanaikan ibadah dengan baik.

Ayat Al-Quran Mengenai Prinsip Ekonomi dalam Islam

  1. Tidak Menimbulkan Kesenjangan Sosial

Salah satu prinsip ekonomi dalam Islam senantiasa berpijak dengan masalah keadilan. Islam tidak menghendaki ekonomi yang dapat berdampak pada timbulnya kesenjangan.

Misalnya saja seperti ekonomi kapitalis yang hanya mengedepankan aspek para pemodal saja tanpa mempertimbangkan aspek buruh, kemanusiaan, dan masyarakat marginal lainnya.

Untuk itu, Islam memberikan aturan kepada umat Islam untuk saling membantu dan tolong menolong.

Dalam Islam memang terdapat istilah kompetisi atau berlomba-lomba untuk melaksanakan kebaikan. Akan tetapi, hal tersebut tidak berarti mengesampingkan aspek keadilan dan peduli pada sosial.

Hal ini sebagaimana perintah Allah,

“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (Qs. An-Nur : 56).

  1. Tidak Bergantung Kepada Nasib yang Tidak Jelas

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”…” (Qs. Al-Baqarah : 219).

Islam melarang umatnya untuk menggantung nasib kepada hal yang sangat tidak jelas, tidak jelas ikhtiarnya, dan hanya mengandalkan peruntungan dan peluang semata.

Maka dari itu, Islam melarang perjudian dan mengundi nasib dengan anak panah sebagai salah satu bentuk aktivitas ekonomi.

Pengundian nasib adalah proses rezeki yang dilarang oleh Allah karena di dalamnya manusia tidak benar-benar mencari nafkah dan memakmurkan kehidupan di bumi.

berbagai-prinsip-ekonomi-dalam-islam

  1. Mencari dan Mengelola Apa yang Ada di Muka Bumi

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Qs. Al-Jumuah : 10).

Allah memberikan perintah kepada manusia untuk dapat mengoptimalkan dan mencari karunia Allah di muka bumi.

Hal ini seperti mengoptimalkan hasil bumi, mengoptimalkan hubungan dan transaksi dengan sesama manusia.


Baca Juga:


Oleh sebab itu, jika manusia hanya mengandalkan hasil ekonominya dari sesuatu yang tidak jelas atau seperti halnya judi, maka apa yang ada di bumi ini tidak akan teroptimalkan.

Untuk itu, dalam hal ekonomi prinsip Islam adalah jangan sampai manusia tidak mengoptimalkan atau membiarkan apa yang telah Allah berikan di muka bumi dibiarkan begitu saja.

  1. Larangan Ekonomi Riba

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Al-Baqarah :278)

Prinsip Islam terhadap ekonomi yang lainnya adalah larangan riba. Riba adalah tambahan yang diberikan atas hutang atau transaksi ekonomi lainnya.

Orientasinya dapat mencekik para peminam dana, khususnya orang yang tidak mampu atau tidak berkecukupan.

  1. Transaksi Keuangan yang Jelas dan Tercatat

Transaksi keuangan yang diperintahkan Islam adalah transaksi keuangan yang tercatat dengan baik. Transaksi apapun di dalam Islam diperintahkan untuk dicatat dan ditulis diatas hitam dan putih bahkan ada saksi.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah[179] tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar” (Qs. Al-Baqarah : 282).

  1. Keadilan dan Keseimbangan dalam Berniaga

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Qs. Al Isra : 35).

Allah memerintahkan manusia ketika melaksanakan perniagaan maka harus dengan keadilan dan keseimbangan.

Perniagaan haruslah sesuai dengan neraca yang digunakan, transaksi keuangan yang digunakan, dan juga standar ekonomi yang diberlakukan.

Jangan sampai ketika bertransaksi kita membohongi, melakukan penipuan, atau menutupi kekurangan atau kelemahan dari apa yang kita transaksikan.

Sobat, dari prinsip ekonomi dalam Islam menunjukkan, bahwa manusia diberikan aturan dasar mengenai ekonomi Islam agar manusia dapat menjalankan kehidupannya sesuai dengan ajaran Islam yang benar.



Buat Tulisan
Kecanduan Junk Food? Yuk, Terapkan Cara Berhenti Makan Junk Food Ini
Previous
Kecanduan Junk Food? Yuk, Terapkan Cara Berhenti Makan Junk Food Ini
Ragam Pilihan Buah Pencegah Lapar untuk Kamu yang Sedang Diet
Next
Ragam Pilihan Buah Pencegah Lapar untuk Kamu yang Sedang Diet
Related Articles
Back to
top