x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Mengapa Bisa Terjadi Phobia Lubang Kecil?


Phobia-lubang-kecil

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Apakah Sobat pernah merasa takut saat melihat lubang-lubang kecil? Jika iya, bisa jadi kita mengalami phobia.

Ada berbagai jenis fobia di dunia ini, salah satunya seperti phobia lubang kecil atau yang memiliki kata lain Trypophobia.

Kata trypophobia berasal dari dua kata, yaitu trypo (dalam bahasa Yunani, berarti lubang) dan phobia (ketakutan).

Jadi, trypophobia dapat diartikan sebagai fobia terhadap lubang-lubang yang ada pada permukaan, baik pada benda maupun gambar.

Rasa ketakutan ini sepertinya terdengar sepele, namun banyak sebagian dari kita yang mengidapnya meski  tidak sadar.

Hal ini bukan hanya pada lubang yang terlihat nyata, namun juga pada gambar visual pun bisa saja mengganggu si pengidap trypophobia.

Jika kita mengalami geli pada kulit, rasa panik dan mendadak mual hingga muntah melihat gambar berlubang, dapat dipastikan kita mengidap trypophobia ini.

Lalu, Apa Penyebab dari Phobia Lubang Kecil (Trypophobia)?

Penyebab Phobia Lubang Kecil (trypophobia) hingga saat ini belum dapat ditemukan secara pasti. Namun, sejumlah psikolog dari University of Kent di Inggris percaya bahwa telah menemukan penyebab dari kondisi rasa tamut ini: “keengganan yang mendalam terhadap parasit dan penyakit”.

Studi para psikolog, diterbitkan dalam jurnal Cognition and Emotion yang dikutip dari Iflscience, menunjukkan bahwa kondisi ini terkait dengan respons evolusioner untuk menghindar dari penyakit menular atau infeksi parasit.

Seperti yang para psikolog contohkan, banyak infeksi mengerikan yang ternyata memiliki pola melingkar dan lubang seperti cacar, campak, rubela, tifus, demam scarlet, dan masih banyak yang lainnya.

Hal ini merupakan fakta yang jelas, bahwa respons jijik dan keengganan berasal dari fungsi evolusioner untuk menghindar dari sumber infeksi.

Misalnya, sebagian orang dari kita diketahui muak dengan darah dan bau busuk yang berfungsi untuk mencegah mereka dari kemungkinan sumber penyakit.

Dalam penelitian itu sendiri tim merekrut lebih dari 600 partisipan, dan dari di antaranya terdapat setengah dengan gejala trypophobia dan setengah lainnya tidak mengidap trypophobia.

Para partisipan diminta untuk melihat 16 gambar lubang dan cluster, serta menjawab sebuah kuesioner.

Delapan gambar ditampilkan berkaitan dengan bagian tubuh yang sakit seperti ruam atau kutu yang tersemat, sementara delapan lainnya tidak memiliki hubungan dengan penyakit, seperti lubang bor di dinding dan biji polong.

Kemudian, delapan gambar yang berkaitan dengan penyakit tersebut memicu respons negatif di antara kedua kelompok tersebut.

Namun, gambar yang tidak terkait dengan penyakit hanya memicu respons pada orang dengan trypophobia saja.

Peserta yang memiliki trypophobia juga melaporkan perasaan jijik, mual, bahkan keinginan untuk muntah saat mereka melihat gambar tersebut.

Para partisipan ini juga mengatakan bahwa mereka mengalami sensasi seperti kulit gatal, kulit merinding, serta sensasi serangga yang merayap pada kulit.

ketakutan-berlebih

Gejala Trypophobia

Seseorang yang memiliki ketakutan secara terlebihan terhadap sesuatu atau phobia termasuk trypophobia, biasanya akan mengalami beberapa gejala ketika phobia itu muncul.

Berikut beberapa gejala yang biasanya akan dialami si penderita di antaranya:

Muncul rasa panik

Seseorang dengan phobia biasanya akan langsung panik jika apa yang ditakuti tiba-tiba hadir dan dapat dirasakan.

Dalam kasus trypophobia ini, serangan panik akan muncul saat melihat lubang- lubang seperti pori-pori yang ada pada permukaan sebuah benda.

Muncul rasa cemas

Kecemasan yang berlebihan akan muncul pada penderita trypophobia. Rasa cemas ini biasanya akan diikuti dengan munculnya keringat dingin dan juga suhu tubuh yang tiba -tiba berubah.

Jantung berdebar-debar

Seseorang yang mengidap trypophobia, biasanya akan mengalami jantung berdetak sangat cepat dibanding detak jantung normal jika melihat hal-hal yang ditakutinya.

Setelah detak jantung yang berubah menjadi cepat ini biasanya akan diikuti dengan munculnya sesak nafas.

Rewel

Hal ini memang tidak akan dialami oleh semua penderita trypophobia. Namun, biasanya hal ini dapat muncul apabila penderita phobia merupakan anak-anak. Mereka akan menjadi sangat rewel ketika menghadapi ketakutan yang berlebihan.

Bagaimana cara menghilangkan Phobia Lubang Kecil (Trypophobia)?

Tidak mudah menghilangkan menghilangkan trypophobia. Tapi ada beberapa metode ini bisa kamu coba. 

Desentiasi sistematis

Cara pertama yang diperuntukkan bagi penderita penyakit trypophobia adalah desentiasi sistematis, proses penyembuhan fobia dengan cara membuat relaks si penderita agar dapat membayangkan suasana yang nyaman dan indah.

Setelah merasakan kenyamanan, maka selanjutnya penderita akan diperlihatkan gambar tentang lubang-lubang yang terdapat pada tubuh manusia untuk mengetahui perkembangannya.

Hipnoterapi

Hipnoterapi merupakan proses penyembuhan fobia dengan cara memberikan sugesti baik kepada penderitanya, agar rasa takut terhadap lubang-lubang kecil berkurang.

Namun, ada juga yang mendefinisikan agar rasa takut hilang juga bisa dengan cara hipnotis serta menghilangkan rasa takut tersebut dari alam bawah sadarnya.


Baca Juga:


Abreaksi

Cara penyembuhan ini dilakukan dengan cara pendekatan terhadap  situasi tertentu. Misalnya dengan membiasakan si penderita dengan melihat foto lubang-lubang yang menjadi penyebab trypophobia.

Foto- foto tersebut akan diperlihatkan dengan jarak yang cukup jauh hingga si penderita terbiasa untuk melihat foto-foto tersebut.

Setelah itu ,sedikit demi sedikit jarak akan di dekatkan hingga penderita terbiasa melihat foto-foto tersebut dengan jarak normal dan tidak merasakan reaksi ketakutan apapun.

phobia-sarang-lebih

Flooding

Dapat dikatakan, hal ini termasuk salah satu cara menghilangkan phobia yang paling keras. Flooding adalah cara menghilangkan trypophobia dengan menempatkan si penderita bersama dengan gambar yang berkaitan dengan lubang-lubang di tubuh manusia, sehingga diharapkan si penderita tidak ada lagi rasa takut terhadapnya.

Namun metode ini sebenarnya cukup berbahaya, karena bisa membuat si penderita mengalami reaksi pingsan hingga muntah-muntah pada awal-awal masa pengobatan.

Reframing

Reframing adalah metode menghilangkan rasa takut terhadap lubang-lubang dengan membuat si penderita membayangkan masa lalunya.

Kemudian, si penderita akan menceritakan bagaimana awal mula dirinya mengalami trypophobia kepada dokter yang menangani.

Dengan begitu, sang dokter akan memberi sugesti baik untuk hal-hal yang kita takuti tersebut.

Obat-obatan

Beberapa obat anti depresan dapat dijadikan salah satu cara untuk menghilangkan phobia ini, meski hal ini tidak disarankan.

Mengapa? Karena jika pemakaian obat dengan jangka panjang, maka kemungkinan akan dapat menyebabkan efek samping lainnya.

Namun, seandainya terpaksa harus mengonsumsi obat, maka kita dapat meminum obat antidepresan, beta-blocker dan obat sejenisnya.

Dengan ini, dapat kita simpulkan bahwa terapi untuk menghilangkan phobia lubang kecil dapat kita bagi menjadi 2 yaitu dengan terapi perilaku dan terapi kognitif.

Maksudnya terapi perilaku adalah dengan menjalani terapi agar seorang individu dapat berubah dan mampu mengontrol perilaku yang tidak diinginkannya.

Sedangkan untuk terapi kognitif bertujuan untuk mengubah pola berpikir ketakutan yang tidak produktif.

Penderita harus meneliti perasaannya kembali dan harus berusaha untuk memisahkan antara yang nyata dan tidak.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Manfaat Air Mawar dan Cara Membuatnya yang Harus Kamu Coba
Previous
Manfaat Air Mawar dan Cara Membuatnya yang Harus Kamu Coba
3 Cara Membuat Cake Pisang dan Banana Cotton Cake Kekinian
Next
3 Cara Membuat Cake Pisang dan Banana Cotton Cake Kekinian
Related Articles
Back to
top