x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Lovestyle

12 Pernikahan Yang Dilarang Dalam Islam, Nikah kontrak Hingga Nikah Beda Agama


Pernikahan-yang-di-larang-dalam-Islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Menikah adalah sunnah bertabur pahala.

Urusan pernikahan dibahas begitu rinci dalam Islam.

Tidak hanya cara memilih pasangan, tata cara pernikahan yang disyariatkan, bahkan dalam masalah pernikahan pun Allah dan Rasulullah menjelaskan berbagai pernikahan yang dilarang dalam Islam.

Maka dari itu, wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk mengetahui hal ini.

Pernikahan Yang Dilarang Dalam Islam

Hukum pernikahan bisa saja berubah menjadi haram jika dihadapkan dengan beberapa hal berikut, apa saja macam pernikahan yang dilarang dalam Islam? Simak pembahasannya berikut, Moslem Fellas.

1. Nikah Syighar

Definisi pernikahan yang dilarang dalam Islam ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Nikah syighar adalah seseorang yang berkata kepada orang lain, ‘Nikahkanlah aku dengan puterimu, maka aku akan nikahkan puteriku dengan dirimu.’ Atau berkata, ‘Nikahkanlah aku dengan saudara perempuanmu, maka aku akan nikahkan saudara perempuanku dengan dirimu.’” [HR. Muslim, no. 1416]

Dalam hadits lain, Rasulullah menegaskan:

 “Tidak ada nikah syighar dalam Islam.” [HR. Muslim, no. 1415]

2. Nikah Tahlil

Nikah tahlil adalah menikahnya seorang laki-laki dengan seorang wanita yang sudah ditalak tiga oleh suami sebelumnya.

Lalu, laki-laki tersebut mentalaknya (secara sengaja). Hal ini bertujuan agar wanita tersebut dapat dinikahi kembali oleh suami sebelumnya (yang telah mentalaknya tiga kali) setelah masa ‘iddah wanita itu selesai.

Nikah semacam ini haram hukumnya, termasuk dalam perbuatan dosa besar dan merupakan pernikahan yang dilarang dalam Islam.

3. Nikah Mut’ah (Nikah Kontrak)

Nikah mut’ah disebut juga nikah sementara, nikah terputus atau nikah kontrak, di mana menikahnya seorang laki-laki dengan seorang wanita dalam jangka waktu tertentu.

Para ulama telah sepakat bahwa jenis nikah ini adalah pernikahan yang dilarang dalam Islam, haram dan tidak sah atau batal jika telah terjadi.

Rasulullah bersabda:

“Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya aku pernah mengijinkan kalian untuk bersenang-senang dengan wanita (nikah mut’ah selama tiga hari). Dan sesungguhnya Allah telah mengharamkan hal tersebut (nikah mut’ah) selama-lamanya hingga hari Kiamat.” [HR. Muslim, no. 1406]

4. Nikah Dalam Masa ‘Iddah

Masa ‘iddah ialah sebutan atau nama suatu masa di mana seorang wanita menanti atau menangguhkan perkawinan setelah ia ditinggal mati sang suami atau setelah diceraikan baik dengan menunggu kelahiran bayinya, atau berakhirnya beberapa quru’, atau berakhirnya beberapa bulan yang sudah ditentukan.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

 “Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa ‘iddahnya.” [Al-Baqarah : 235]

Seperti-ini-pernikahan-yang-dilarang-dalam-Islam

5. Nikah Beda Agama

Menikah beda agama merupakan pernikahan yang dilarang dalam Islam. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Dan janganlah kaum nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedangkan Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” [Al-Baqarah : 221]

6. Nikah Dengan Wanita-Wanita Yang Diharamkan Karena Senasab Atau Adanya Hubungan Kekeluargaan

Allah menerangkan begitu jelas dalam Al-Qur’an orang-orang yang haram untuk dinikahi:

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perem-puanmu, ibu-ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuan yang satu susuan denganmu, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak perempuan dari isterimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum mencampurinya (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa atasmu (jika menikahinya), (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [An-Nisaa’ : 23]

7. Nikah Yang Menghimpun Wanita Dengan Bibinya, Baik Dari Pihak Ayahnya Maupun Dari Pihak ibunya.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

 “Tidak boleh dikumpulkan antara wanita dengan bibinya (dari pihak ayah), tidak juga antara wanita dengan bibinya (dari pihak ibu).” [HR. Bukhari, no. 5108, Muslim no. 1408, at-Tirmidzi no. 1126]

8. Nikah Dengan Isteri Yang Telah Ditalak Tiga

Jika seorang wanita sudah ditalak 3 oleh sang suami, maka haram bagi suami untuk menikahinya hingga wanita tersebut menikah dengan orang lain dengan pernikahan wajar (bukan nikah tahlil), lalu mereka bercerai.


Baca Juga:


Dengan inilah sang suami sebelumnya diperbolehkan menikahi wanita itu kembali setelah masa iddahnya selesai.

9. Nikah Pada Saat Melaksanakan Ibadah Ihram

Pernikahan yang dilarang dalam Islam ialah ketika sedang melaksanakan ibadah ihram. Rasulullah bersabda,

“Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah atau melamar.” [Muslim no. 1409, at-Tirmidzi no. 840]

10. Nikah Dengan Wanita Yang Masih Bersuami.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami…” [An-Nisaa’ : 24]

Ada-pernikahan-yang-dilarang-dalam-Islam-

11. Nikah Dengan Wanita Pezina/Pelacur

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” [An-Nuur : 3]

Pernikahan yang dilarang dalam Islam ini ketika seorang laki-laki/perempuan yang menjaga kehormatannya menikah dengan seorang pelacur/pezina. Namun apabila keduanya telah bertaubat dengan taubat yang nashuha dan masing-masing memperbaiki diri, maka boleh dinikahi, Moslem Fellas.

12. Nikah Dengan Lebih Dari Empat Wanita

Poligami memang sunnah, tapi tidak boleh disalahgunakan dan lebih dari 4, Moslem Fellas.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat…” [An-Nisaa’ : 3]

Itulah 12 pernikahan yang dilarang dalam Islam. Semoga kita senantiasa jauh dari hal tersebut.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Ini Adab dan Cara Bercinta dalam Islam, Jangan Sampai Cari Enak Saja!
Previous
Ini Adab dan Cara Bercinta dalam Islam, Jangan Sampai Cari Enak Saja!
Benarkah Membaca Surat Maryam dan Surat Yusuf Saat Hamil Memengaruhi Paras Sang Bayi?
Next
Benarkah Membaca Surat Maryam dan Surat Yusuf Saat Hamil Memengaruhi Paras Sang Bayi?
Related Articles
Back to
top