x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Mengapa Pernikahan Sedarah dalam Islam Tidak Diperbolehkan?


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Pernikahan sedarah tak hanya berdampak pada keturunan mereka, namun dilarang dalam hukum agama dan negara.

Seperti apakah penjelasan mengenai pernikahan sedarah dalam Islam? Yuk, simak ulasan berikut.

Hikmah dari Pernikahan

Sebagai umat Islam, kita diajurkan menikah untuk membangun rumah tangga. Pernikahan memiliki hikmah, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-quran dan hadis berikut ini:

  • Memberikan rasa cinta, kasih sayang, serta ketentraman

Pernikahan dapat memenuhi kebutuhan manusia akan rasa cinta dan kasih sayang sebagaimana firman Allah SWT,

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri/pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 21).

Penjelasan-pernikahan-sedarah

  • Memperluas rezeki

Allah menjanjikan rezeki bagi orang yang menikah sebagaimana difirmankan dalam ayat berikut:

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32).

  • Memelihara kehormatan dan dari perbuatan zina

Dengan menikah seseorang dapat menyalurkan kebutuhan biologisnya dan hal ini bisa menghindarkannya dari perbuatan maksiat terutama zina.

Dari Abdullah RA., katanya: “Di zaman Rasulullah SAW, kami adalah pemuda-pemuda yang tidak memiliki apa-apa. Rasulullah saw. berkata kepada kami: “Hai para pemuda! Siapa yang mampu berumah tangga, kawinlah! Perkawinan itu melindungi pandangan mata dan memelihara kehormatan. Tetapi siapa yang tidak sanggup kawin, berpuasalah, karena puasa itu merupakan tameng baginya.” (HR. Bukhari).

Apakah-hukum-pernikahan-sedarah-Moslem-Lifestyle


Baca Juga:


Hukum Pernikahan Sedarah dalam Islam

Dalam sains, pernikahan sedarah dapat menyebabkan anak lahir cacat, baik secara fisik maupun psikologis, bahkan tingkat kecerdasan yang rendah.

Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa 40% nak hasil hubungan sedarah yang memiliki pertalian darah dekat akan membuat anak lahir dengan cacat fisik, hingga defisit intelektualitas yang parah.

Pernikahan dalam Islam sudah diatur dengan jelas. Islam melarang pernikahan yang pasangannya memiliki hubungan darah seperti keluarga.

Dalam Islam dikenal tiga golongan wanita yang haram dinikahi sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat An Nisa ayat 23:

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. an-Nisa: 23).

Dalam ayat di atas maka disimpulkan bahwa Islam jelas melarang pernikahan sedarah karena hal tersebut lebih banyak membawa mudharat daripada manfaat.

Sobat Moslem, itulah pandangan Islam mengenai pernikahan sedarah. Setiap orang harus mencari pendamping hidup yang tidak terikat keluarga agar tidak timbul hal-hal yang diinginkan.



Buat Tulisan
Menghilangkan Kutu Rambut dengan Baby Oil, Ampuhkah?
Previous
Menghilangkan Kutu Rambut dengan Baby Oil, Ampuhkah?
Cerita Hijrah Ratu Anindita bersama Keluarga Kecilnya
Next
Cerita Hijrah Ratu Anindita bersama Keluarga Kecilnya
Related Articles
Back to
top