x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Inilah Perbedaan Ujian, Musibah, dan Azab yang Sering Disalah Artikan


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Benarkah ketika datang kebaikan, kebahagiaan, kelapangan, keburukan, kesulitan, dan kesempitan itu adalah ujian?

Tak semua apa yang sedang kita hadapi adalah ujian. Terkadang, itu termasuk ke dalam musibah atau bahkan azab. Lalu apa perbedaan ujian, musibah, dan azab?

Setiap orang pasti akan diuji oleh Allah SWT. Namun, tak semua orang diuji dengan hal yang sama.

Allah SWT akan menguji hambaNya sesuai dengan tingkatan keimanan dan kemampuannya.

Seperti firman Allah SWT dalam Al-quran,

Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” (Al-Mukminun : 62).

Lantas, apa perbedaan ujian, musibah, dan azab? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut, ya.

Ujian. Ujian atau ibtila merupakan suatu bentuk penyelidikan atau percobaan yang berupa kesenangan ataupun kesulitan. Baik berupa kebaikan ataupun keburukan.

Sesungguhnya ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia dengan tujuan yang jelas, yaitu menguji siapa saja hamba-Nya yang mau bersyukur atas nikmat yang diperoleh dan siapa saja hamba yang mau bersabar ketika ditimpa kesulitan.

Sebagaimana beberapa firman Allah SWT dalam Al-quran,

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada kami.” (Qs. Al-Anbiya : 35).

...Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (Qs. Al-Araf : 168).

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kamu menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (Qs. Al-Kahfi : 7).

Ujian yang Allah SWT berikan disesuaikan dengan kadar kesanggupan setiap manusia. Sehingga dengan ujian tersebut, bertambahlah keimanannya dan bertambah pula pahala baginya.


Baca Juga:


Nantinya ujian yang mengharuskan kita bersabar dan bersyukur akan bermuara pada pembersihan dosa dan dihilangkannya siksa di neraka, sebagaimana sabda Rasullah SAW,

Tidaklah seorang mukmin dan mikminah yang ditimpa suatu bala (cobaan) sehingga ia berjalan di bumi tanpa membawa kesalahan. Senantiasa cobaan itu datang menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya dan hartanya sampai dia berjumpa dengan Allah tanpa ada satu pun dosa pada dirinya.” (HR. Tirmidzi 2399).

Musibah. Musibah menjadi semacam teguran atas kesalahan kita agar nantinya kesalahan tersebut tidak berbuah dosa di akhirat. Karenanya ditegur di dunia akan lebih baik dibandingkan harus menanggung dosa sampai ke akhirat.

Seperti firman Allah SWT,

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Qs. Asy-Syura : 30).

(yaitu) orang-orang yang apanila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Maka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. Al-Baqarah : 156-157).

Musibah yang menimpa diri kita haruslah disyukuri sebagai sarana intropeksi. Bahwa sesungguhnya dalam menjalani kehidupan ini tak pernah lepas dari khilaf dan salah.

Azab. Azab merupakan siksaan yang akan Allah SWT berikan kepada orag kafir, baik di dunia maupun dia akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT,

Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. As-Sajda : 21).

...Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi di dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penakluk Mekah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.” (Ar-Rad : 31).

Meminta ampunlah kepada Allah SWT agar kita terhindar dari azab di duni dan di akhirat.

Sobat Moslem, itulah perbedaan ujian, musibah, dan azab. Tetaplah bersyukur kepada Allah SWT dengan keadaan apa pun, orang-orang yang selalu bersyukur akan dinaikan derajatnya oleh Allah SWT. Amin.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Alasan Mengapa Islam Melarang Membunuh Semut
Previous
Alasan Mengapa Islam Melarang Membunuh Semut
Adab Bekerja yang Penting Diterapkan, Sudahkah Melakukannya?
Next
Adab Bekerja yang Penting Diterapkan, Sudahkah Melakukannya?
Related Articles
Back to
top