x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Perbedaan Mani, Madzi, dan Wadhi, Tidak Semuanya Harus Mandi Wajib


Perbedaan-mani

(sumber: salam dakwah)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui bahwa cairan kental yang keluar dari kemaluan kita memiliki perbedaan, baik nama dan hukumnya.

Padahal ada beberapa cairan yang setelah keluar dair kemaluan, kita tidak perlu melakukan mandi wajib, lho.

Ada juga cairan yang membatalkan wudhu dan mewajibkan kita untuk mencuci pakaian dalam, sebab cairan tersebut najis. Nah, berikut perbedaan mani, madzi, dan wadhi yang harus kita ketahui.

Perbedaan Mani, Madzi, dan Wadhi Serta Hukum Membersihkannya

Apakah kamu mengira bahwa semua cairan kental yang keluar dari kemaluan merupakan mani? Ternyata ada beberapa perbedaan mani, madzi, dan wadhi, lho. Simak penjelasannya yuk!

Najis adalah sesuatu yang dianggap kotor oleh orang yang memiliki tabi’at yang selamat (baik) dan selalu menjaga diri darinya.

Nah, apabila pakaian terkena najis seperti kotoran manusia dan kencing atau lainnya, maka harus dibersihkan.

Mani

(sumber: verywell health)

1. Madzi

Madzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, kental, keluar ketika bercumbu rayu atau ketika membayangkan jima’ (bersetubuh) atau ketika berkeinginan untuk jima’.


Baca Juga:


Madzi tidak menyebabkan lemas dan terkadang keluar tanpa terasa yaitu keluar ketika muqoddimah syahwat (sebelum hubungan intim).

Baik laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memiliki madzi. Madzi sendiri hukumnya najis. Maka, ketika seseorang mengeluarkan cairan madzi, maka ia wajib membersihkannya.

Dari ‘Ali bin Abi Thalib berkata,

“Aku termasuk orang yang sering keluar madzi. Namun aku malu menanyakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikarenakan kedudukan anaknya (Fatimah) di sisiku. Lalu, aku pun memerintahkan pada Al Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau memberikan jawaban pada Al Miqdad, “Perintahkan dia untuk mencuci kemaluannya kemudian suruh dia berwudhu”. [HR. Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303].

Mani-wadhi

(Sumber: head topics)

2. Wadhi

Berbeda dengan madzi, wadhi adalah sesuatu yang keluar sesudah kencing pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, tapi berbeda kekeruhannya dengan mani.

Wadi sendiri tidak memiliki bau yang khas. Jarang diketahui orang, wadhi sendiri sifatnya najis. Maka, jika cairan ini terdapat di pakaian, perlu segera dibersihkan atau segera ganti pakaian.

3. Mani

Berbeda dengan madzi dan wadhi, ketika seseorang mengeluarkan cairan mani maka ia harus mandi wajib, Moslem Fellas.

Jika madzi dan wadhi merupakan najis, mani bersifat suci, jadi tidak mengapa jika tidak dibersihkan dan cairannya terkena tubuh setelah wudhu, maka wudhu tidak batal.

Ciri-ciri mani antara lain keluar dengan syahwat, setelah keluarnya badan menjadi sedikit melemah, warnanya putih dan ada juga kekuning-kuningan, tebal tidak tipis, keluar dengan memancar (muncrat) dalam beberapa kali pancaran, baunya menyerupai mayang kurma atau bau adonan, serta jika kering baunya seperti putih telur yang kering.

Itulah perbedaan mani, madzi, dan wadhi yang wajib kita ketahui. Dengan mengetahui ini, kita bisa menentukan hukum dan langkah yang harus diperbuat bila mengalaminya. Jangan sampai tertukar, Moslem Fellas!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Bayi Cegukan yang Aman
Previous
Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Bayi Cegukan yang Aman
Inilah Bahaya Dosa Jariyah, Dosa Mengalir Hingga Hari Kiamat
Next
Inilah Bahaya Dosa Jariyah, Dosa Mengalir Hingga Hari Kiamat
Related Articles
Back to
top