x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

3 Perbedaan Haji dan Umroh Harus Diketahui


Perbedaan-haji-dan-umroh

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Rukun Islam yang kelima adalah naik haji ke Baitullah.

Maksud dari rukun ini berarti umat Islam berkunjung ke tanah suci untuk melaksanakan serangkaian amal ibadah sesuai syarat, rukun, dan waktu yang sudah ditentukan.

Haji dan umroh merupakan kegiatan rohani yang sarat akan pengorbanan, ungkapan rasa syukur, berbuat kebajikan dengan ikhlas, melaksanakan perintah Allah, serta mewujudkan pertemuan besar antar umat Islam lainnya di seluruh dunia. Lantas, apakah perbedaan haji dan umroh yang sebenarnya?

Perbedaan Haji dan Umroh Secara Mendasar

Pada dasarnya, perbedaan haji dan umroh dapat dilihat dari tiga aspek yaitu waktu pelaksanaan, tata cara pelaksanaan, dan hukum. Dilansir dari lama muslim.or.id, bagaimanakah penjelasannya?

1. Sisi tata cara haji dan umroh

Pertama, dari sisi pelaksanaan, tata cara ibadah haji atau rukun haji lebih banyak daripada umroh.

Pada saat melaksanakan umroh tidak diwajibkan wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, dan melempar jumrah.

Sedangkan pada ibadah haji, selain ihram, tawaf, sa’i, dan tahalul, wukuf, mabit, serta melempar jumrah wajib dilakukan.

2. Sisi waktu pelaksanaan ibadah haji dan umroh

Kedua, umroh boleh dilakukan kapan saja dan di bulan apa saja, sedangkan ibadah haji hanya boleh dilakukan pada bulan Dzulhijah, terutama tanggal 9 sampai 13 dzulhijah.

Berdasarkan firman Allah dalam Surah al-Baqarah:197,

"Musim haji itu (berlangsung) pada beberapa bulan yang telah diketahui”. Sementara itu, Abdullah bin Umar juga pernah berkata, "Bulan-bulan haji Syawal, Zulqa’dah, dan 10 hari (pertama) Zulhijah” (H.R. Bukhari).

Melakukan haji pada selain waktu yang ditentukan, menurut sebagian besar ulama hajinya tidak sah.

3. Sisi hukum melakukan ibadah haji dan umroh

Ketiga, mayoritas ulama juga menyepakati hukum haji ialah wajib bagi orang yang telah memenuhi persyaratan haji. Sesuai dengan firman Allah,

“Mengerjakan haji ialah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Ali Imran: 97).

Adapun ibadah haji ditentukan kepada kaum muslim yang mampu, yaitu mempunyai bekal yang cukup untuk pergi serta bekal bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Sedangkan untuk umroh, menurut sebagian ulama, hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Namun pandangan lain menyebutkan, umroh tidak wajib sebagaimana haji, tetapi sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan pelaksanaannya).

Itulah beberapa perbedaan ibadah haji dan umroh yang paling mudah ditemukan. Semoga Moslem Fellas diberikan kesempatan untuk mengerjakan kedua ibadah tersebut, ya. Aamiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Oleh-Oleh Khas Thailand Halal dan Enak
Previous
5 Oleh-Oleh Khas Thailand Halal dan Enak
Ungkap Sejarah Masjid Bawah Tanah Jogja yang Misterius
Next
Ungkap Sejarah Masjid Bawah Tanah Jogja yang Misterius
Related Articles
Back to
top