x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kenali Perbedaan Cinta dan Nafsu agar Bisa Sehidup dan Sesurga


 

Apakah bedanya cinta dan nafsu

Sumber: pritisweetweddings.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Jatuh cinta seringkali disalahartikan orang sebagai sesuatu yang tidak seharusnya dirasakan. Menganggap rasa sayang adalah biang keladi dari kehancuran hati.

Padahal, Allah, Sang Maha Cinta, menganugerahkan kita hati dan perasaan berkasih sayang untuk sesama agar meraih ridho-Nya.

Lalu, sebenarnya bagaimanakah cinta yang hakiki? Apakah hancurnya hati merupakan karena cinta atau karena nafsu yang diselubungi syaitan? Yuk, cari tahu perbedaan cinta dan nafsu.

Perbedaan Cinta dan Nafsu: Cinta itu Tumbuh karena Iman dan Amal Sholeh

Mengetahui perbedaan cinta dan nafsu perlu didasari pemahaman bahwa saat cinta tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, maka perasaan itu akan senantiasa bersemi sampai kapanpun.

Cinta yang dilandasi karena keimanan diri seseorang tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput. Cintamu kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan, atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena iman dan akhlaq mulia yang akhirnya membuat kamu jatuh hati.

Inilah cinta suci yang abadi, Moslem Fellas. Kalau cinta hanya sebatas fisik, kita tidak akan pernah menemukan saty orang yang pasti untuk diri kita, apalagi ada istilah

“rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri”.

Kecantikan akan sirna, harta akan binasa, jabatan akan kadaluarsa. Maka, mencintai seseorang karena ketaatannya kepada Ilahi Rabbi, serta akhlaq luhurnya yang mulia akan menggetarkan hati hingga kapanpun.

Perbedaan Cinta dan Nafsu: Cinta itu Menenangkan Hati dan Mendamaikan Pikiran

Yahya bin Mu’az berkata:

“Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.”

Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang menenangkan.

Cinta yang hakiki adalah cinta yang menjaga. Cinta itu mendamaikan pikiran, saat kita melihat orang yang kita cintai, hati kita merasa teduh, bahkan kecintaan kita kepada Sang Maha Cinta pun bisa menggebu.

Perbedaan cinta dan nafsu

Sumber: Pinterest

 

Perbedaan Cinta dan Nafsu: Nafsu Berujung pada Penyesalan

Nafsu yang dikendarai syaitan memang sangat berbahaya. Cintamu kepada sesuatu dapat menjadikanmu buta dan tuli, lho.

Saat nafsu sudah menguasai seseorang, setiap yang terlarang terlihat menarik (memikat) mata. Hubungan beda agama, berzina, hingga berselingkuh, merupakan badai asmara yang menghanyutkan manusia.


Baca Juga:


Syaitan menghasut kita dan membuat kita percaya bahwa itu adalah cinta, padahal semua itu merupakan nafsu semata, yang tak lama akan binasa.

Perbedaan Cinta dan Nafsu: Nafsu Menenggelamkan Diri Pada Dosa

Saat kamu terlanjur terbelenggu kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri kamu, ada baiknya kalau kamu menguji kadar cinta, Moslem Fellas.

Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta kamu kepada orang tersebut. Janganlah hanyut dalam badai asmara haram, sebab mata kamu bisa menjadi ‘buta’ dan telinga pun menjadi ‘tuli’.

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani kamu. Janganlah sampai hanyut dalam bualan dusta dan janji-janji palsu.

Perasaan romantis dan menggebu-gebu bukanlah inti, sebab banyak orang yang keliru membedakan antara cinta ataukah hanya nafsu semata.

Banyak yang meyakini bahwa jika mereka tidak merasakan semangat yang menggebu dalam hubungan, maka bisa jadi mereka tidak sedang jatuh cinta, padahal justru hal perasaan yang menggebu tersebut adalah nafsu. Apalagi dalam hubungan haram.

Perbedaan Cinta dan Nafsu: Cinta Tak Mempertanyakan

Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang tidak mendatangkan keraguan di dalam hati. Keyakinan dalam hati ini tentu merupakan pemberian dari Allah, hingga kekhawatiran pun memudar.

Kamu bisa memiliki dasar kepercayaan yang tak dapat dijelaskan oleh kata-kata. Dengan cinta yang sesungguhnya, kamu dan suami/istri akan merasakannya sendiri bagaimana menjaga hati, tanpa butuh penjelasan dari satu sama lain.

Nah, itulah perbedaan cinta dan nafsu. Meski terdengar klise, tapi yang namanya cinta memang tak akan pernah tergoyahkan apapun juga, termasuk jarak, lho.

Ingat, cintailah seseorang karena Allah, cinta yang membuat ketaqwaanmu semakin tinggi kepada-Nya. Kamu pasti mendambakan bertemu dengan kekasih tercinta di surga kelak, bukan?

Kamu juga pasti mengharapkan agar ia senantiasa setia dan mencintaimu walaupun kamu telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat? Then, love someone for the sake of Allah!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
5 Parcel Kue Lebaran yang Unik Lain Daripada yang Lain
Previous
5 Parcel Kue Lebaran yang Unik Lain Daripada yang Lain
Mencegah Autisme Sejak Hamil, Memang Bisa?
Next
Mencegah Autisme Sejak Hamil, Memang Bisa?
Related Articles
Back to
top