x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Hal yang Perlu Dilakukan dan Tidak Saat Menjalani Perawatan Pasca Kuret


perawatan-pasca-kuret

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Dilation and curettage (D&C) atau yang dikenal sebagai prosedur kuret merupakan pengangkatan jaringan dari dalam rahim setelah keguguran, tindakan diagnosis, ataupun mengatasi masalah rahim lainnya.

Pada saat melakukan prosedur kuret, dokter akan menggunakan peralatan bedah untuk mengangkat jaringan rahim.

Kuret sangat penting dilakukan untuk kesehatan sang Ibu terutama pada organ reproduksinya agar pulih kembali.

Jika sisa-sisa janin dibiarkan di dalam rahim, selain akan muncul masalah gangguan kesehatan seperti perdarahan dan sakit perut, juga dikhawatirkan akan memicu penyakit berbahaya sejenis kanker.

Saat rahim telah bersih dari sisa jaringan kehamilan sebelumnya, kita dapat mempersiapkan dengan perawatan pasca kuret dan mendapatkan kehamilan kembali.

Penting: Umumnya, pasca kuret akan menimbulkan rasa lelah ataupun kram ringan di sekitar perut. Hal ini biasanya akan terasa sekitar 1-2 hari. Bahkan, sebagian wanita akan mengalami perdarahan ringan.

Perawatan Pasca Kuret yang Harus Diperhatikan agar Cepat Pulih

Ada banyak perawatan pasca kuret yang harus kita lakukan demi mendapatkan kepulihan yang cepat, beberapa di antaranya:

Bedrest. Pasca menjalani prosedur kuret, biasanya tubuh kita akan berada pada kondisi lemah. Jika dalam kondisi yang sangat lemah, dokter akan menyarankan bedrest, hal ini dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah.

Meskipun memang sudah diizinkan pulang, bukan berarti kita boleh langsung beraktivitas berat begitu saja.

Istirahatkanlah dulu tubuh kita selama 5-7 hari dan pastikan menghindari aktivitas berat agar luka rahim dapat pulih dengan baik.

Konsumsi makanan bergizi serta seimbang. Pasca kuret, kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam dan bervariasi terdiri atas makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral.

kita bisa mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti: telur, ikan, daging, dan kacang-kacangan, agar luka yang dimiliki pada rahim cepat kering.

Pastikan selalu mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung serat tinggi untuk BAB yang lebih lancar.

Kontrol ke dokter. Biasanya dokter akan meminta kita untuk periksa kembali 7 hari (semingu) setelah melakukan prosedur kuret.

Pastikan kita mematuhinya, meskipun tubuh sudah merasa sehat. Karena, dokter akan memastikan apakah kita sudah benar-benar sehat dengan melewati beberapa pemeriksaan.

Namun jika kita mengalami perdarahan cukup banyak, sebaiknya segera periksakan ke dokter meskipun jadwalnya belum tiba.

Sebenarnya, terjadi perdarahan pasca kuret adalah hal wajar. Biasanya darah masih akan keluar sedikit demi sedikit lewat vagina dalam waktu hingga 7-10 hari pascakuret.

Akan tetapi, jika darah yang keluar cukup banyak dan disertai nyeri pada perut bagian bawah, mungkin saja hal ini pertanda adanya infeksi.

Menunda hubungan intim. Sebaiknya kita menunda untuk melakukan hubungan intim selama proses penyembuhan berlangsung, minimal hingga 40 hari pasca kuret.

Karena, hubungan intim ini dapat memicu kontraksi dan dapat mengakibatkan perdarahan. Jadi, pastikan untuk sabar dan menghindari hal ini ya.

Dengan menjalankan perawatan dengan baik dan mematuhi anjuran dokter seperti di atas, maka luka yang kita miliki pun bisa segera pulih.

Umumnya kondisi rahim akan kembali normal setelah tiga bulan melakukan kuret.

Hal yang Bisa Dilakukan Perawatan Pasca Kuret

Jika tidak memiliki komplikasi setelah melakukan kuret, kita dapat melakukan aktivitas kembali seperti biasa dalam waktu satu atau dua hari setelah kuret.

Pada tubuh yang sehat, biasanya pemulihan setelah kuret tidak akan memerlukan waktu yang lama. Setelah prosedur kuret selesai, kita mungkin akan merasakan kram perut yang biasanya berlangsung tidak lebih dari satu hari.

Selain itu, kita juga dapat mengalami perdarahan ringan yang bisa berlangsung selama beberapa hari sampai dua minggu seperti yang telah disampaikan diatas.

Untuk menangani perdarahan ini, kita dapat menggunakan pembalut biasa. Pastikan tidak menggunakan tampon (bantalan kapas) karena hal ini dapat meningkatkan kemungkinan infeksi setelah kuret.

Kita juga mungkin membutuhkan beberapa obat penghilang rasa sakit untuk meringankan sakit berlebih sesuai dengan resep dokter.

Pada masa pemulihan, baiknya kita bergerak dan melakukan aktivitas ringan meskipun mungkin kita akan merasa tidak nyaman dengan rasa sakitnya.

Namun, hal ini dapat membuat otot kita tetap kuat dan juga membantu dalam mencegah terbentuknya penggumpalan darah pada daerah kaki. Pastikan untuk memperhatikan hal-hal di atas ya sobat!

Risiko Komplikasi Kuret

Umumnya, prosedur melakukan kuret sangatlah aman, risiko komplikasi pun jarang ditemui. Namun, disarankan untuk meminta keterangan dari dokter mengenai risiko komplikasi tindakan kuret ini.

Setelah prosedur kuret selesai dilakukan, kita akan menjalankan masa pemulihan.

Masa pemulihan ini biasanya akan berlangsung selama beberapa hari tergantung dari kondisi tubuh kita. Dokter pun akan memantau keadaan kita setelah melakukan kuret.

Terkadang, prosedur ini juga dapat menimbulkan komplikasi yang menunjukkan gejala seperti perdarahan berat, keputihan berbau busuk, nyeri pada perut, serta rasa demam.

Jika kita mengalami gejala tersebut, kita mungkin memerlukan perawatan khusus dan perlu dirawat selama beberapa hari.

 inilah-perawatan-pasca-kuret

Meskipun tergolong jarang, infeksi pasca kuret bisa saja terjadi. Bila tak segera ditangani bisa menyebabkan kerusakan pada leher rahim.

Maka dari itu, untuk mengatasinya dokter dapat memberikan obat ataupun menutup luka dengan jahitan.

Hindari Beberapa Jenis makanan Ini Perawatan Pasca Kuret

Semua jenis makanan olahan kedelai

Jika sedang mengalami keguguran, pastikan tidak mengonsumsi semua jenis makanan yang diolah dari kedelai, termasuk tahu dan tempe.

Kedelai memang memiliki kadungan yang menyehatkan tubuh, namun bila dikonsumsi setelah keguguran dapat menyebabkan masalah untuk keseimbangan hormon.

Kedelai mengandung fitoestrogen yang akan mempengaruhi tingkat kesuburan. Kemudian kedelai juga mengandung asam fitrat yang bisa membuat tubuh tidak menyerap zat besi dengan baik.

Dalam kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kita yang baru keguguran terkena anemia, terlebih untuk kita yang sedang mengalami nifas.


Baca Juga:


Makanan instan

Jika baru mengalami keguguran, sebaiknya menghindari semua jenis makanan instan.

Makanan ini mengandung berbagai jenis bahan yang berbahaya untuk tubuh seperti: MSG, bahan pengawet, bahan perasa makanan dan jenis bahan kimia lainnya.

Berbagai jenis bahan ini sangat buruk untuk kesehatan reproduksi, terlebih jika kita sebelumnya memang sudah mengalami berbagai gangguan kehamilan.

Untuk mendapatkan kesempatan hamil lagi, maka sebaiknya kita cermat dalam memilih makanan yang lebih sehat dan segar.

Semua jenis makanan mentah

Kita juga harus menghindari semua jenis makanan mentah termasuk olahan dari daging sapi mentah, ikan mentah, sert telur mentah.

Semua makanan mentah ini dapat menyebabkan infeksi toksoplasma yang dapat menghambat proses kehamilan selanjutnya.

Kemudian kita juga dapat terkena masalah infeksi bakteri dari salmonella dan jenis bakteri lain. Perkembangan bakteri yang ada dalam tubuh sering menyebabkan kita sulit hamil setelah keguguran.

Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi

Pastikan untuk tidak mengonsumsi semua jenis makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Jenis makan demikian, dapat menyebabkan metabolisme menjadi lebih lambat, kenaikan gula darah dan sulit untuk diproses dalam sistem pencernaan.

Kemudian, efeknya untuk kesuburan bisa menyebabkan gangguan keseimbangan hormon yang berperan penting dalam kehamilan.

Untuk itu, kita bisa menggantikan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dengan makanan yang kaya akan kandungan  serat seperti beras merah, sayuran, ubi jalar, serta oatmeal.

Karena itu, sangat penting dalam memerhatikan kondisi dan perawatan pasca kuret. Jika kita mengalami perdarahan berat atau perdarahan ringan lebih dari 2 minggu, kram lebih dari dua hari, demam, rasa sakit yang semakin bertambah, atau muncul cairan dari vagina yang berbau, segera konsultasikan hal ini dengan dokter.

Pastikan melakukan perawatan pasca kuret sesuai dengan anjuran dokter dan segera periksakan diri jika timbul gejala-gejala lain yang berisiko ya.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Apakah Diperbolehkan Wanita Hamil Berpuasa?
Previous
Apakah Diperbolehkan Wanita Hamil Berpuasa?
Berbagai Olahan dari Kerupuk Pangsit yang Mudah Dibuat Sendiri
Next
Berbagai Olahan dari Kerupuk Pangsit yang Mudah Dibuat Sendiri
Related Articles
Back to
top