x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kenali Penyebab Tensi Tinggi untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Lain


penyebab-tensi-tinggi

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Tensi tinggi pada darah terjadi karena adanya peningkatan tekanan pada dinding arteri yang mengakibatkan jantung memompa darah menjadi lebih cepat.

Penyakit tensi tinggi ini masuk ke dalam salah satu masalah mematikan yang cukup ditakuti di kalangan masyarakat, karena akan berdampak buruk bagi kesehatan organ tubuh yang sangat vital.

Seperti, bisa menimbulkan masalah jantung dan serangan stroke.

Lalu, sebenarnya apakah penyebab tensi tinggi pada darah dan seperti apa gejala serta pencegahannya? Yuk, cari tahu pada beberapa uraian Moslem Lifestyle berikut ini.

Sebelum Membahas Penyebab Tensi Tinggi, Ketahui Dahulu ciri-ciri dan gejalanya

Penderita tensi tinggi biasanya tidak akan menunjukkan ciri apapun atau hanya akan mengalami gejala ringan. Namun, darah tinggi yang parah mungkin saja dapat menyebabkan hal berikut:

  • Rasa sakit kepala parah
  • Pusing
  • Kebingungan
  • Detak jantung tak teratur
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Telinga berdenging
  • Sulit bernapas
  • Darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Bila kita sudah mengalami beberapa gejala yang jelas di atas, segeralah konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Berikut Penyebab Tensi Tinggi yang Harus Diwaspadai

Gangguan tensi tinggi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berikut:

Usia
Semakin bertambahnya usia seseorang tentu akan semakin tinggi pula peluang menjadi korban tekanan tensi tinggi pada darah.

Seseorang yang memiliki usia lebih tua biasanya berisiko memiliki tekanan sistolik yang lebih tinggi. Hal ini karena pengerasan pembuluh darah yang semakin menjadi ketika usia semakin lanjut.

Faktor keturunan

Jika di dalam keluarga memiliki sejarah tekanan darah tinggi, sebaiknya kita harus lebih memperhatikan kesehatan tubuh.

Tekanan tensi tinggi pada darah yang disebabkan dari faktor keturunan kemungkinan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan meskipun pada usia dini.

Berat badan ekstra

Berat badan ekstra atau obesitas termasuk salah satu masalah penyebab utama tingginya tekanan darah, namun risiko yang dialami tiap orang berbeda-beda.

Jika kita memiliki lemak di sekitar perut, pinggul, dan paha juga dapat berisiko memiliki tekanan darah tinggi. Jadi, pastikan agar berat badan kita berada tetap dalam taraf normal agar tetap sehat dan ideal.

tekanan-darah-normal

Sensitivitas terhadap garam

Beberapa orang memiliki darah yang lebih sensitif terhadap asupan garam atau sodium. Apabila sedikit saja mengonsumsi garam atau sodium, maka tekanan darah akan meningkat dengan drastis.

Jika kita termasuk salah satunya, satu-satunya solusinya hanyalah dengan mengurangi konsumsi garam.

Selalu pastikan ketika menambahkan garam ke dalam makanan yang akan dikonsumsi dan baca label makanan kemasan terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Stres

Memiliki kadar stres yang tinggi juga merupakan salah satu alasan mengapa seseorang memiliki tekanan darah yang tinggi.

Salah satu cara mengatasi stres, tetaplah tenang, dan buatlah diri kita tetap pada keadaan yang rileks.

Selalu bermalas-malasan

Bermalas-malasan bukan hanya dapat membuat pinggang kita semakin lebar, tetapi juga dapat meninggikan tekanan tensi tinggi pada darah.

Jika kita selalu bermalas-malasan akan berisiko mengalami tensi tinggi. Oleh karena itu, biasakanlah  hidup lebih sehat dengan lebih banyak beraktivitas.

Untuk memicu semangat, cobalah dengan melakukan olahraga yang menjadi favorit atau berjalan kaki sebentar saat berangkat ke kantor.

Berapa seharusnya tekanan darah normal?

Untuk memahami angka tekanan pada darah normal tidaklah mudah, terutama dengan memahami istilah seperti “sistolik”, “diastolik”, dan “milimeter merkuri” (mmHg).

Namun, jika kita ingin menjaga tekanan darah tetap stabil, sangat penting untuk mengetahui apa saja yang dianggap normal dan kapan saja tekanan darah dikatakan terlalu tinggi atau hipertensi.

Tekanan darah yang normal berkisar pada angka 120/80 mmHG. Apabila angka sistolik dan diastolik berada pada kisaran ini, kita dapat disebut memiliki tekanan darah yang normal.

Kita dapat disebut memiliki tekanan tensi tinggi apabila hasil dari pembacaan tekanan darah menunjukkan angka 140/90 mmHG. 

Harus diperhatikan, karena tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah.

Namun, memiliki tekanan tensi darah normal bukan berarti kita bisa bersantai. Saat angka sistolik (angka atas) kita berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar pada 80-89, ini berarti kita memiliki “prehipertensi”.

Walau kita bertubuh sehat juga sangat dianjurkan untuk melakukan langkah pencegahan untuk menjaga agar tekanan tensi pada darah tetap berada pada kisaran normal.

penyebab-tensi-naik

Hal ini dilakukan sekaligus untuk menghindari risiko hipertensi dan penyakit jantung yang kemungkinan menjadi penyakit lanjutan.

Apabila pembacaan tekanan darah kita berada di atas angka 180/110 mmHg, atau jika memiliki tekanan sistolik atau diastolik yang lebih tinggi dari angka ini, maka kita berisiko menghadapi masalah kesehatan yang tentunya sangat serius.


Baca Juga:


Pada ukuran angka ini menunjukkan kondisi yang disebut krisis hipertensi.

Jika tekanan darah kita sampai setinggi itu, biasanya dokter akan mengukur kembali setelah beberapa menit tes dilakukan.

Jika masih pada angka yang sama, kita akan segera diberi obat darah tinggi darurat.

Apakah tekanan darah tinggi dapat disembuhkan secara keseluruhan?

Tekanan tensi tinggi atau hipertensi merupakan kondisi permanen yang di mana tekanan darah terus menerus tinggi atau hingga lebih dari 140/90 mmHg.

Sebenarnya kita tidak dapat merasakan hipertensi, bahkan banyak orang yang tidak tahu bahwa sedang mengalami darah tinggi.

Hal ini karena hipertensi dapat muncul tanpa gejala fisik, dan diam-diam merusak pembuluh darah serta menyebabkan ancaman kesehatan yang serius pada tubuh.

Tekanan tensi tinggi bukanlah penyakit yang dapat berdiri sendiri, melainkan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang berada di dalam tubuh.

Hipertensi dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti penyakit ginjal atau penyakit jantung. Jika tekanan darah tinggi yang dialami disebabkan oleh penyakit lain yang mendasarinya.

Tentu saja hal ini dapat disembuhkan dengan cara mengobati dari akar penyebabnya, itu pun jika penyakit yang mendasarinya memang mungkin untuk disembuhkan.

Namun, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi (sekitar 85% hingga 90%) di dunia tergolong hipertensi primer.

Pada sebagian besar kasus ini, kondisi hipertensi primer yang diderita oleh hampir kebanyakan orang akibat pengaruh dari faktor keturunan (genetik) atau gaya hidup/lingkungan yang tidak sehat.

Untuk beberapa kasus lainnya, penyebab hipertensi primer belum dapat ditentukan. Meskipun hipertensi pada jenis ini tidak dapat disembuhkan, namun tetap dapat dikendalikan dengan obat darah tinggi.

Dengan begitu, apabila tekanan darah turun bukan berarti kita sembuh total dari tekanan tensi tinggi ini.

Kita masih memiliki potensi risiko komplikasi penyakit yang disebabkan oleh hipertensi apabila gejalanya tidak kontrol dan tekanan darah kembali naik.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab tensi tinggi untuk mengupayakan agar terhindar dari tensi yang akan naik dikemudian hari dan memicu timbulnya penyakit lain.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Tips Ampuh Menahan Emosi Saat Puasa di Bulan Ramadhan
Previous
Tips Ampuh Menahan Emosi Saat Puasa di Bulan Ramadhan
Manfaat Kurma Untuk Buka Puasa Baik Untuk Kesehatan, Lho!
Next
Manfaat Kurma Untuk Buka Puasa Baik Untuk Kesehatan, Lho!
Related Articles
Back to
top