x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Ternyata Inilah yang Menjadi Penyebab Babi Diharamkan


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Siapa yang tidak kenal dengan babi? Ya, hewan yang haram untuk di konsumsi. Lantas, apa penyebab babi diharamkan?

Ajaran Islam mengharamkan umatnya untuk mengonsumsi daging babi atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi.

Allah SWT sudah menegaskan berkali-kali tentang haramnya babi. Allah SWT berfirman,

Dan diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih...” (Qs. Al-Maidah : 3).

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barang siapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Qs. An-Nahl : 115).

Daging babi bukan hanya diharamkan dalam Islam karena tidak baik untuk mental seseorang tapi juga kesehatan fisik. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa babi mengandung banyak jenis cacing yang telurnya tidak bisa mati walau sudah dimasak.

Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti cacing pita (taenia solium), cacing spiral (trichinella spiralis), cacing tambang (ancylostoma duodenale), cacing paru (paragonimus pulmonaris), cacing usus (fasciolopsis buski),  dan cacing schistosoma (japonicum)

Selain cacing, banyak juga bakteri dan parasit seperti bakteri tuberculosis (TBC), bakteri kolera (salmonella choleraesuis), bakteri brucellosis suis, virus cacar (small pox), virus kudis (scabies), parasit protozoa balantidium coli, dan parasit protozoa toxoplasma gondii.

Menurut Prof. A.V. Nalbandov, penulis buku Adap-tif Physiology on Mammals and Birds menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Daging yang terkena kotoran sangat tidak baik untuk dikonsumsi.

Sedangkan menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

Semua ini akibat lemak yang terkandung dalam daging babi yang sangat banyak dan tidak bagus untuk tubuh.

Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

Penemuan bahwa DNA babi mirip dengan manusia dapat menyebabkan sifat buruk babi  menular ke manusia. 

Beberapa sifat buruk babi seperti, binatang paling rakus, kotor, dan jorok, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri bahkan kotoran manusia pun dimakannya.

Babi juga sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Bahkan untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

Diharamkan darah yang dialirkan karena darah seperti itu dapat membangkitkan syahwat dan menimbulkan amarah. Jika terus dikonsumsi, maka akan membuat seseorang bersikap melampaui batas. Saluran darah inilah tempat mengalirnya setan pada badan manusia.”


Baca Juga:


Sebagaimana Nabi SAW bersabda,

Setan itu bisa menyusup dalam diri manusia melalui saluran darahnya.” (HR. Bukhari no. 3281; Muslim no. 2175).

Akibat semua keburukan yang ada pada babi itulah yang menjadi penyebab mengapa babi dilarang untuk dikonsumsi. Sebagai umat Islam, hendaklah kita makan makanan yang halal serta menjauhi makanan haram.

Allah SWT berfirman,

Dan makanlah dari apa yang telah diberikan kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Al-Maidah : 88).

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yan halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah :168).

Sobat, itulah alasan mengapa daging babi dilarang untuk dikonsumsi. Ingat, apabila makanan haram masuk ke dalam tubuh ibadah kita tak akan diterima oleh Allah SWT. Semoga bermanfaat!



Buat Tulisan
Indahnya Nikmat Bersyukur, Niscaya Diberikan Jalan Menuju Surga
Previous
Indahnya Nikmat Bersyukur, Niscaya Diberikan Jalan Menuju Surga
Investasi Masa Depan Keluarga dengan 11 Cara Menghemat Uang Belanja
Next
Investasi Masa Depan Keluarga dengan 11 Cara Menghemat Uang Belanja
Related Articles
Back to
top